
Siang itu udara sangat menyejukkan hati dan jiwa. Angin berhembus sepoi-sepoi memberikan kesegaran tersendiri bagi seorang Sintya Bella. Tampak sekali raut kebahagiaan diwajahnya saat ini. Ya nama gadis sederhana itu adalah Sintya Bella.
Saat ini dia sedang berada di sebuah pondok kecil di tepi sawah milik ayahnya. Setelah sarapan pagi tadi, Sintya memilih untuk tidur sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya. Pada akhirnya ia bangun dan memilih untuk menenangkan pikiran nya di tepi sawah milik ayahnya tersebut.
Tampak sekali raut wajah nya yang begitu cantik tanpa riasan di wajah nya. Saat ini dia sedang bersama seseorang yang selalu setia menemani nya hingga saat ini. Seorang teman yang rela memendam perasaan cinta nya pada Sintya asal kan selalu dekat dengan nya setiap hari.
Seorang pria tampan yang bernama Rian Permana, putra tunggal dari keluarga kaya raya yang berasal dari kota dan memilih tinggal di kampung halaman nenek nya demi dekat dengan Sintya orang yang sangat dicintainya sejak pertama kali bertemu.
Waktu kecil dia juga tinggal di desa bersama neneknya. Setiap hari dia selalu bermain bersama Sintya. Pergi ke sekolah pun mereka selalu bersama. Perbedaan usia nya dan Sintya adalah 5 tahun.
__ADS_1
Saat Rian Permana kelas 6 Sd, Sintya baru masuk sekolah dasar. Dia akan selalu menjaga Sintya dan akan selalu setia menemani nya kemana pun Sintya pergi. Sejak saat itu lah dia mulai mencintai Sintya sampai saat ini.
Sampai pada akhirnya Rian Permana harus meninggalkan desa itu mengikuti kedua orang tua nya yang harus pindah ke kota untuk mengurus perusahaan kakek nya yang kebetulan sedang berada di ujung tanduk.
Dia harus rela meninggalkan Sintya dan harus melanjutkan pendidikan nya di kota. Sebenarnya dia tidak sanggup meninggalkan Sintya Bella, tapi ayah nya memaksa untuk ikut sampai beberapa tahun lamanya.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang Sin? Udah baikan apa belum? Kalau sakit istirahat aja di rumah. " Rian terlihat sangat mencemaskan keadaan wanita yang sangat dicintainya.
"Tidak apa apa kok bang, Sintya masih kuat, kalau tidur di rumah yang ada tambah sakit nanti." Jawab Sintya santai.
__ADS_1
Semilir angin berhembus sepoi-sepoi meniup rambut panjang Sintya Bella, hingga menambah kecantikan seorang wanita sederhana itu. Wanita cantik yang berhasil mencuri hati seorang pria tampan yaitu Rian Permana.
Kecantikan yang luar biasa yang dimiliki oleh wanita itu, sampai saat ini perasaan yang tumbuh dari dalam hati Rian tidak pernah berubah. Semakin hari rasa cinta nya kepada Sintya sahabat masa kecil nya itu terasa semakin besar.
Apalagi ketika Sintya bergelayut manja di lengan kekar nya. Jantung nya berdetak kencang seakan ingin copot. Tapi Sintya hanya menganggap dirinya sebagai seorang kakak. Itu sudah lebih dari cukup bagi Rian.
Pernah suatu ketika saat Sintya masih duduk di kelas 2 SMA, dia mempunyai seorang pacar, namun dia memilih untuk memutuskan hubungan dengan Sintya karena melihat Sintya begitu dekat dengan Rian. Rasa cemburu itu muncul dan akhirnya memilih berpisah.
Rian merasa bersalah kepada Sintya karena gara gara dia Sintya di putuskan oleh pacarnya. Sintya hanya menjawab dengan tersenyum dan berkata, "gak papa kok bang."
__ADS_1