
Hari pun silih berganti, dan hari ini Nino sudah di perbolehkan pulang. Lufi dan Ana menjemput Nino menggunakan mobil milik Lufi.
''Akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi,'' ucap Nino yang sudah sampai di halaman rumah sakit. Lufi mendorong kursi roda sampai di dekat mobil.
Ana segera membuka pintu mobil dekat kemudi, Ana dan Lufi membantu Nino masuk ke dalam mobil.
''Terima kasih,'' ucap Nino.
Hari ini Geng dambaan mertua tidak bisa ikut menjemput Nino, karna hari ini mereka ada ujian.
Lufi dan Ana segera masuk ke dalam mobil setelah melipat kursi roda dan di letakkan di bagasi mobil.
''Rumahmu di mana?'' tanya Lufi yang memang belum tau rumah Nino.
''Beneran kamu belum tau rumah aku?'' tanya Nino mengerutkan keningnya dan tersenyum.
''Belum. Kan kita emang belum ke rumahmu,'' ucap Lufi.
''Rumahku ada di jalan A, dekat dari kampus,'' ucap Nino. Lufi segera melajukan mobilnya menuju alamat yang di beritahu oleh Nino. Setelah perjalanan beberapa menit mereka telah sampai di perumahan elite.
''Beneran rumah kamu disini?'' tanya Lufi tak menyangka jika orang tua Nino juga orang tajir melintir.
''Iya, itu rumah aku,'' Nino menunjuk rumah berlantai tiga dengan gaya eropa.
''Bagus sekali rumahmu No,'' ucap Ana menatap takjub bangunan di depannya. Setelah gerbang di buka dari dalam, Lufi segera memasukkan mobilnya ke halaman rumah.
''Pak tolong bantuin,'' teriak Lufi memanggil satpam yang berjaga. Satpam itu pun berlari ke arah mereka.
''Den Nino sudah sembuh?'' tanya satpam.
''Alhamdulillah sudah mendingan Pak,'' ucap Nino.
''Alhamdulillah.''
Lufi mengeluarkan kursi roda yang ada di bagasi mobil, setelah itu Nino keluar di bantu oleh 2 satpam rumah itu.
''Terima kasih Pak Sapto, Pak Bagas,'' ucap Nino.
''Sama-sama Den,'' ucap mereka.
''Terima kasih Pak, Kami permisi dulu,'' ucap Lufi. Lufi segera mendorong kursi roda Nino masuk ke dalam rumah, Nino sudah di sambut oleh asisten rumah tangga di rumah itu.
__ADS_1
''Alhamdulillah Den Nino sudah pulang.'' pekik Bibi yang terlihat senang.
''Alhamdulillah Bi. Kami masuk dulu ya. Tolong buatkan minuman untuk sahabat saya,'' ucap Nino. Ana dan Lufi tersenyum ramah kepada Bi Nani.
''Wah Den Nino sahabatnya geulis geulis pisan atuh,'' ucap Bi Nani sambil berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk sahabat majikannya itu.
*
Di tempat lain.
Hari ini adalah hari yang sangat menyakitkan untuk Fadil. Hari ini ia akan melepaskan statusnya yang masih lajang menjadi menikah. Walaupun ini bukan kemauan dirinya sendiri, namun Fadil berusaha ikhlas menjalaninya. Demi keluarga ia akan melakukan apapun, walaupun itu akan menyakitkan untuk hatinya.
''Maafkan aku An, aku memang brengsek. Aku tak sebaik yang kamu kira. Aku tak bisa menolak keinginan orang tuaku An. Maafkan aku,'' batin Fadil. Saat ini ia sedang berada di kamarnya untuk bersiap-siap . 1 jam lagi akad nikah akan di mulai. Dan saat itu juga statusnya akan berubah.
''Sejak mengenalmu keinginanku hanya 1. Aku ingin bersamamu selamanya. Namun takdir berkata lain,'' batin Fadil.
''Fadil kamu sudah siap?'' tanya Ibu Fadil.
''Iya Bu,'' ucap Fadil terdengan lesu tak bersemangat.
''Apa kamu nggak ikhlas melakukan ini untuk keluarga kita? Usaha kita di ambang kebangkrutan Fad, kalau kamu nggak menikah dengan anak juragan beras. Gimana dengan usaha kita?'' ucap Ibu Fadil.
''Aku ikhlas Bu,'' ucap Fadil.
''Bu, Fadil mohon jangan bicara kalau Ana itu kampungan Bu. Dia orang yang baik,'' ucap Fadil tak terima.
''Baik kalau tidak berduit percuma Fadil!'' ucap Ibu Fadil kesal.
''Ya Allah, kenapa harus uang uang dan uang yang jadi permasalahan. Andai Kakak nggak sakit, mungkin ini semua nggak terjadi padaku,'' batin Fadil.
Fadil dan keluarga berangkat menuju rumah mempelai wanita. 30 menit perjalanan, keluarga Fadil telah sampai di rumah mempelai wanita.
Fadil segera duduk di depan penghulu. Di sampingnya sudah ada mempelai wanita.
''Bisa kita mulai?'' tanya penghulu.
Akad nikah pun di mulai sampai akhirnya para saksi berkata
Sahhhhh.
''Maafkan aku An,'' batin Fadil. Tak sengaja ia meneteskan air matanya.
__ADS_1
Setelah akad nikah selesai, dan resepsi pun selesai, Sari mengantar Fadil menuju ke dalam kamarnya. Sebenarnya Sari memang sudah sejak dulu menyukai Fadil, namun Fadil hanya biasa-biasa saja.
''Mas, ini baju buat ganti,'' ucap Sari memberikan baju kepada Fadil.
''Terima kasih,'' Fadil segera menyambar baju itu, lalu ia bawa ke dalam kamar mandi.
''Mas, aku yakin kamu akan segera jatuh cinta kepadaku,'' ucap Sari tersenyum.
Setelah beberapa saat, Fadil keluar dari dalam kamar mandi dengan mata yang memerah. Selama di dalam kamar mandi tadi, ia hanya menangis, meratapi hidupnya dan juga hubungannya dengan orang yang sangat ia cintai.
Fadil memilih mengacuhkan Sari yang sejak tadi melihatnya dengan tersenyum. Fadil pun memilih duduk di sofa kamar daripada duduk di dekat Sari.
''Aku mandi dulu Mas,'' ucap Sari. Fadil tak menjawab. Ia memilih membuka ponselnya dan bertukar kabar dengan orang yang dia cintai.
Selang beberapa saat, Sari keluar dari kamar mandi dengan menggunakan gaun yang sangat se*y. Sari duduk di dekat Fadil.
''Mas,'' panggil Sari dengan nada yang menggoda.
''Hem,'' Fadil hanya berdehem. Tak menoleh sama sekali.
''Mas tatap aku,'' Sari gemas dengan tingkah Fadil.
''Apa sih,'' Fadil pun menoleh melihat Sari yang hanya memakai gaun se*y. Fadil melengkungkan sebelah bibirnya.
''Kamu mau menggodaku? Hahaha, Sari Sari. Kamu salah orang jika ingin menggodaku. Sayangnya aku tak tergoda sama sekali dengan tubuhmu yang kurus ini,'' ucap Fadil menatap tajam ke arah Sari.
''Dan satu lagi. Jangan harap aku akan mencintaimu Sar. Di sini, di hati ini hanya ada 1 nama yang sampai kapan pun tak akan bisa di hapus oleh siapapun, termasuk kamu!'' ucap Fadil menunjuk muka Sari dengan jari telunjuknya.
''Mas tapi aku ini istrimu. Aku mencintaimu Mas!'' ucap Sari dengan mata berkaca-kaca.
''Makan tuh cinta!'' Fadil memilih keluar dari kamar dari pada harus bersitatap dengan orang yang tak ia cintai.
Sari menangis tersedu-sedu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Fadil. Fadil seperti tak punya hati berbicara seperti itu kepada Sari.
''Mas Fadil, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu Mas. Aku akan buat kamu jatuh cinta kepadaku,'' ucap Sari.
*
*
Halo sobat jangan lupa like, coment, fav, vote dan beri hadiah ya.
__ADS_1
Jangan lupa bunga dan kopinya biar author tambah semangat ngehalunya.
See you next episode๐๐๐๐