Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Dinner


__ADS_3

Setelah sampai di rumah nya, Gilang memilih untuk langsung membersihkan tubuh nya yang terasa begitu lengket.


Seharian bekerja membuat tubuh nya terasa begitu sangat lelah, namun semua itu hilang seketika ketika dia mengingat Sintya pujaan hati nya.


Gilang masuk ke dalam kamar mandi dan memilih berendam dengan air hangat beberapa saat.


Setelah selesai berendam, dia langsung membersihkan tubuh nya dengan cepat. Tidak butuh waktu lama bagi seorang Gilang Ramadhan untuk mandi dan membersihkan tubuh nya.


Kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar dari sebelumnya.


Dia memandang diri nya ke arah kaca besar yang ada di kamar nya. Kemudian dia berkata dengan sangat percaya diri nya sambil tersenyum sendiri kearah kaca itu.


" Keren juga gue ternyata, kok baru sadar ya. Pantas aja banyak cewek yang lirik gue. " Ucap nya.


" Baju mana yang mau gue pakai ya, gue harus tampil maksimal di depan Sintya. " Gilang tampak ragu dengan pilihan nya. Kemudian dia memilih memakai baju kaos dan celana jeans.


Dia terlihat begitu sempurna dengan pakaian nya tersebut. Kemudian dia melangkah kan kaki nya ke luar kamar untuk menuju ruang tengah.


Gilang melihat mama dan papa nya sedang berada di sana. Kebetulan saat itu mama dan papa Gilang sedang berkunjung ke rumah nya.

__ADS_1


" Mama papa kapan datang, kok gak kasih tau kalau mau datang. " Tanya Gilang penuh selidik.


" Kejutan dong." Jawab papa nya santai.


" Mama rindu sama kamu nak, kamu gak ada kabar. Kamu juga gak pernah telfon mama lagi. Kamu baik baik aja kan sayang... " Begitu banyak kata yang di lontarkan mama nya kepada Gilang.


" Aku baik baik aja ma, aku sibuk di perusahaan. Maka nya gak sempat nelpon mama. Maaf ya ma.. " Jawab Gilang merasa tidak enak. Kemudian dia duduk di samping mama nya dan tersenyum sambil memeluk tubuh mama nya.


Beberapa saat kemudian suasana terasa begitu sepi, tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka semua.


" Anak papa mau kemana nih, kok udah rapi aja. " Tanya papa Gilang.


Papa Gilang bernama Hendra dan mama nya bernama Dewi.


Mereka berdua tinggal di Bandung dan Gilang tinggal sendiri di Jakarta. Hendra mempercayakan perusahaan pusat kepada anak nya karena dia yakin kalau Gilang mampu mengelola perusahaan tersebut.


Setelah lulus kuliah di luar negeri, Gilang langsung dipercaya untuk mengelola perusahaan milik keluarga nya.


Terbukti kalau perusahaan tersebut sekarang berkembang dengan sangat pesat di bawah pimpinan Gilang Ramadhan.

__ADS_1


Hendra sangat bangga pada anak semata wayangnya itu karena sudah berhasil membawa perubahan besar dalam perusahaan nya.


Dulu ketika menyerahkan jabatan direktur utama kepada Gilang, Hendra sangat yakin kalau anak nya itu mampu. Dan terbukti sekarang kalau keyakinan nya itu benar terjadi.


Walaupun saat itu Gilang masih terlihat tidak bersemangat hidup tanpa gadis semasa SMA nya.


Seiring berjalannya waktu, Gilang pasti bisa melupakan semua masalalu nya yang hilang begitu saja. Pikir Hendra.


" Aku mau dinner dengan seseorang ma, boleh kan ma ? " Tanya Gilang kepada Dewi.


" Boleh dong sayang, masak gak boleh sih. Mama sangat senang kalau semangat kamu sudah kembali seperti dulu lagi. "


" Emang siapa sih wanita itu, kalau mama boleh tau sih. " Tanya Dewi lagi.


" Sudah lah ma, biarin aja anak kita mencari pujaan hati nya sendiri. Yang penting baik dan bisa membuat anak kita bahagia. " Jelas Hendra kepada istri nya.


" Iya sih pa, tapi mama penasaran sama gadis itu. Kayak gimana sih orang nya, dulu nya aja dia begitu sulit untuk hidup tanpa cinta pertama nya itu. Yang ketika masa SMA itu loh. " Ujar Dewi. Dewi tidak tau kalau gadis yang saat ini membuat anak nya begitu bahagia adalah Sintya.


" Mama papa harus tau kalau wanita yang saat ini bersama Gilang adalah wanita tercantik di dunia. " Sambil tersenyum Gilang begitu semangat menceritakan tentang Sintya kepada mama dan papa nya.

__ADS_1


__ADS_2