Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Dinner 2


__ADS_3

" Iya nak mama dan papa percaya sama kamu.. " Jawab Dewi kemudian.


" Emang nya wanita mana sih yang telah berhasil masuk ke hati anak mama yang cuek ini. Wanita seperti apa yang telah berhasil menggantikan posisi cinta pertama mu di SMA dulu. " Tanya Dewi penasaran.


" Ada lah ma, pokok nya mama tenang aja. Dia wanita baik baik kok, dan yang paling penting dia itu bisa membuat anak mama bahagia. " Jelas Gilang.


" Kamu udah pacaran berapa lama sama dia, seperti nya kalian udah kenal dan punya hubungan begitu lama ya.. " Pertanyaan yang Dewi lontarkan membuat Gilang sedikit murung.


" Kamu kenapa sayang, kok sedih gitu wajah nya. Emang ada yang salah dari pertanyaan mama tadi ya... " Dewi merasa tidak enak hati.


" Gak apa apa kok ma, gak ada yang salah dari pertanyaan mama tadi. Hanya saja Gilang... Gilang belum pacaran sama dia. " Jawab Gilang sedih.


" Sudah lah ma, papa yakin kalau wanita itu juga mencintai anak papa. Gak akan ada yang berani menolak anak papa yang ganteng ini. Sama seperti papa dulu, mama mu juga gak berani menolak tuh.. " Jawaban Hendra membuat Dewi tersipu.


" Papa apaan sih, kok jadi bahas masa lalu. " Ujar Dewi.


" Maka nya jangan banyak tanya, anak kita kan ganteng. Mana ada yang berani menolak. "


" Lagian kalau dia gak suka sama kamu, gak mungkin kan dia menerima ajakan kamu untuk dinner. " Perkataan Hendra membuat semangat Gilang kembali.


" Terima kasih ya pa, papa doa'in aja supaya Gilang gak di tolak. " Ucap Gilang.


" Iya nak, papa dan mama akan selalu mendoakan kamu yang terbaik. " Jelas Hendra.


" Kalau gitu aku pergi dulu ya pa ma, takut telat nanti. " Gilang mencium tangan kedua orang tua nya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Di perjalanan, Gilang menelepon seseorang. " Lo siapkan segala nya, jangan sampai ada yang tidak beres. Terima kasih. " Gilang menutup telponnya.

__ADS_1


Mobil Gilang memasuki jalan sempit ke arah kontrakan Sintya. Ternyata Sintya sudah berdiri diluar sejak tadi.


Gilang turun dari mobil nya dan berlari kecil ke arah Sintya. " Kamu udah lama nunggu ya, maaf aku telat. " Jelas Gilang.


" Gak papa kok Lang, aku juga baru keluar. " jawab Sintya singkat.


Mereka berdua akhirnya meninggal kan tempat itu dan mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah salon kecantikan mewah.


Gilang mengajak Sintya untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang juga begitu mewah.


" Kamu urus semua nya, jangan sampai mengecewakan saya. " Perintah Gilang kepada seorang wanita.


" Baik pak, ayo mbak.. " Ucap wanita itu.


Tak butuh waktu lama bagi orang itu untuk merubah penampilan Sintya. Kini Sintya berubah menjadi seperti bidadari yang turun dari surga. Dia memakai gaun putih selutut dan riasan makeup tipis di wajah nya.


" Selesai.. Wah mbak cantik banget sih.. " Puji wanita itu.


" Terima kasih mbak." jawab Sintya.


Mata Gilang seketika melotot melihat kecantikan wanita yang dicintainya itu. Walaupun tanpa makeup sekali pun, wajah Sintya tetap cantik. Apalagi jika ditambah dengan riasan wajah nya, semua itu menambah kecantikan di wajah Sintya.


" Gilang ayo berangkat.. " Ajak Sintya.


Tetapi Gilang hanya diam saja dan tanpa berkedip melihat ke arah Sintya. Sintya kemudian mengibaskan tangannya ke arah wajah Gilang.

__ADS_1


" Ehhh... Kamu udah selesai ya. " Ucap Gilang kaget.


" Udah. Ayo berangkat sekarang. " Ajak Sintya.


Mereka berdua pun akhirnya meninggal kan tempat itu untuk menuju restoran mewah yang sudah di booking oleh Rio.


Setelah sampai di tempat itu, Gilang turun dan membuka kan pintu mobil untuk Sintya bak raja yang mempersilahkan ratu nya turun.


" Terima kasih Lang. " Ucap Sintya. Kemudian mereka berdua melangkah kan kaki nya menuju tempat yang sudah di sediakan oleh Gilang.


Banyak bunga mawar yang bertebaran dimana-mana dan lilin yang menghiasi jalan itu.


Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah meja yang sudah dihias dengan sedemikian rupa oleh asisten Gilang. Kesan nya begitu indah.


Disekeliling meja itu, lilin menyala dengan membentuk sebuah hati.


" Waahhh... Indah sekali, kamu yang mempersiapkan semua ini. " Tanya Sintya. Sintya begitu bahagia dengan semua ini. Terlihat jelas di wajah nya saat ini, dia tidak henti hentinya tersenyum.


Gilang merasa sangat bahagia melihat wanita yang dicintainya itu tersenyum bahagia seperti itu.


" Kamu senang gak. " Tanya Gilang.


" Aku senang banget Lang, terima kasih ya untuk semua ini. "


" Silahkan duduk tuan putri.. " Ucap Gilang.


" Kamu apaan sih Lang, biasa aja kali. " Mereka berdua akhirnya duduk dan menikmati makanan yang sudah tersedia di meja itu. Sambil sesekali tersenyum kecil mencuri pandang satu sama lain nya.

__ADS_1


Mereka berdua terlihat begitu sangat bahagia sekali.


__ADS_2