Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Hari Kelulusan 2


__ADS_3

Tak terasa sudah dua minggu berlalu sejak Sintya mengikuti ujian akhir sekolah. Kini adalah saat nya mereka menentukan lulus atau tidak nya mereka dari sekolah itu.


Pagi itu Sintya tampak bersenandung ria di dalam kamar nya. Dia sedang memakai seragam sekolah nya dengan cepat karena tidak ingin terlambat datang ke sekolah hari ini.


Setelah selesai memakai seragam, Sintya langsung menuju meja makan karena dia ingin sarapan bersama kedua orang tua nya. "Pagi ayah, pagi ibu.." Sintya tampak mencium pipi ayah dan ibu nya secara bergantian.


"Pagi juga sayang.. " Jawab mereka serentak.


"Anak ibu kok semangat sekali pagi ini, kenapa sayang?" Tanya ibu Sintya.


"Iya ibu, soalnya hari ini Sintya akan menerima hasil ujian akhir yang kemarin. Yang akan menentukan lulus atau tidak nya Sintya nanti." Jawab Sintya antusias.


"Semoga anak ayah lulus dengan nilai yang memuaskan ya nak, oh iya kalau Sintya nanti lulus mau kuliah di mana nak?" Tanya ayah nya sambil memakan roti yang sudah disediakan oleh ibu nya.


"Sintya mau kuliah di luar negeri yah, boleh gak?" Tanya Sintya.


"Boleh dong sayang, apapun untuk anak ayah yang cantik dan hebat ini." Jawab ayah nya sambil mencubit pipi Sintya.


Ibu Sintya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku anak nya itu.


"Makasih ayah, makasih ibu. Sintya pergi dulu, assalamualaikum." Sintya mencium tangan ayah dan ibu nya bergantian dan langsung meninggalkan tempat itu untuk pergi ke sekolah.


"Waalaikumsalam nak, hati hati nak." Jawab mereka berdua.


" Kalau gitu ayah juga pergi dulu ya bu, soal nya ada yang mau di urus di kebun." Kata ayah Sintya.

__ADS_1


"Iya yah, hati hati di jalan." Ibu Sintya tampak mencium punggung tangan suaminya.


"Iya, jaga rumah ya.. " Ayah langsung meninggalkan tempat itu untuk pergi ke kebun sawit nya yang luas.


...****************...


Sesampainya di sekolah, Sintya langsung menuju ke arah taman di samping sekolah mereka. Karena kebetulan teman teman nya juga berada di sana.


"Hai.. Gays... Lagi ngapain sih?" Tanya Sintya dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Kami lagi mikirin nilai kami sin, kamu sih enak pintar. gak usah mikir juga nilainya udah bagus." Jawab Diva.


" Gak gitu juga kali, capek banget nih. " Sintya langsung duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Andini.


Tak lama kemudian, terdengar suara seorang guru yang mengumumkan bahwa hasil ujian kelulusan nya sudah bisa di lihat.


"Horeee... " Terdengar hiruk pikuk siswa siswi SMA tersebut.


"Kita lihat yuk, aku udah deg degan nih." Diva dan teman teman nya langsung menuju papan informasi.


Di sana terlihat banyak siswa yang berebutan untuk saling mendahului.


Setelah siswa siswi tersebut mulai sepi, baru lah Sintya dan teman teman nya menuju ke arah sana.


Betapa kagetnya Sintya dengan nilai yang diperoleh nya di hari kelulusan ini. Dia mendapatkan peringkat kedua dari tiga puluh orang siswa. Dan yang lebih parahnya lagi, Sintya di kalahkan oleh seorang Gilang Ramadhan.

__ADS_1


"Yes... aku lulus dan aku dapat peringkat ketujuh. Akhirnya aku akan kuliah di luar negeri." Andini tampak sangat bahagia sekali.


" Alhamdulillah aku lulus juga, aku cuma dapat peringkat kesebelas, tapi syukurlah nilai ku meningkat. Aku pasti di izinkan kuliah di luar negeri juga sama mamy papi aku." Balas Diva.


"Kok kamu peringkat kedua sih sin, biasa nya gak pernah absen dari peringkat pertama." Tanya Andini penasaran.


"Syukur lah kita semua lulus dengan nilai yang memuaskan, dan untuk peringkat kedua gak papa lah. Nama nya juga manusia kan, emang pantas juga sih dia dapat juara umum."


"Soalnya kan kerjaannya cuma belajar dan belajar, kalau kita ada waktu untuk main main." Sintya terlihat agak kecewa, tapi dia berusaha menyembunyikan nya.


Tiba-tiba Rendi dan Gilang muncul dari belakang mereka. "Hai ayang, gimana nilai nya, lulus gak ?" Tanya Rendi.


"Iya dong sayang, berarti jadi dong ya." Jawab Andini.


" Jadi apa nih, jadi ngelamar kamu gitu." Canda Rendi.


"Ihhh bukan yang, tapi jadi kuliah bareng di luar negeri." Andini tampak memonyongkan bibirnya.


Semua orang yang berada di sana terlihat tertawa.


"Selamat ya lang, kamu dapat juara umum." Ucap Sintya sambil mengulurkan tangannya.


" Makasih Sin, selamat juga buat kamu. Ngomong ngomong kamu mau kuliah di mana nih?" Gilang tampak membalas uluran tangan Sintya.


"Hmmm.. belum pasti sih, aku pengen nya di luar negeri. Tapi gak tau juga Sih, kalau kamu dimana?" Jawab Sintya antusias.

__ADS_1


"Rencana nya mau kuliah di Jepang, tapi masih ragu juga." Jawab Gilang santai.


Mereka semua tampak asyik ngobrol sambil sesekali terdengar suara tawa mereka. Tanpa terasa kini hari sudah mulai sore dan mereka memilih untuk langsung pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2