Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Kemah di pantai 2


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian Sintya dan Gilang sudah sampai di dekat teman teman nya yang sudah mulai mendirikan tenda. Kedatangan mereka berdua disambut dengan tawa gembira oleh semua teman teman teman nya.


Bagaimana tidak seorang Gilang Ramadhan yang selama ini terkenal acuh dan cuek, kini nampak peduli dengan seorang gadis yaitu Sintya Bella. Mereka semua merasa kaget sekaligus heran dengan sikap Gilang saat ini.


Diantara nya ada juga yang merasa cemburu karena melihat kejadian tersebut. Banyak diantara mereka yang merasa senang dan banyak juga yang merasa iri kepada Sintya.


"Nih koper kamu." Gilang langsung pergi ke tempat dimana ada teman nya di sana.


"Makasih banyak lang atas bantuan nya." Teriak Sintya karena Gilang sudah berada agak jauh dari nya.


"Cie cie yang udah gak jomblo lagi, kayak nya aku sendiri yang jomblo sekarang." Kata Diva tiba tiba.


"Apaan sih Div, biasa aja kali. Lagian aku dan Gilang gak ada apa apa kok." Jawab Sintya cemberut sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Udah udah jangan berdebat lagi, lagian kalo Sintya jadian sama Gilang juga gak papa kok, aku setuju aja. Dan untuk kamu Div, cari pacar gih sana biar gak jomblo juga gitu." Andini tampak menengahi perdebatan kedua sahabatnya itu.


"Iya nanti akan ada seorang pangeran yang datang menemui ku kesini, liat aja nanti." Balas Diva.


Tak lama kemudian dari kejauhan tampak seorang cowok yang paling aneh di antara teman teman nya yang lain, seorang yang selalu PD dengan penampilan nya yang cupu. " Adinda Diva, kanda datang untuk menjemput mu." Rio langsung mendekati Diva dan ingin memeluk nya, namun Diva menghindari badan Rio.


Akhirnya Rio terjatuh ke tanah. " Aduh sakit Dinda." Rio tampak memegang perutnya yang terhempas ke tanah.


Tawa Sintya dan Andini pun pecah seketika. Mereka sudah tidak tahan lagi ingin tertawa dari tadi, mereka berusaha untuk menahan nya. Melihat kejadian itu mereka berdua sudah tidak tahan lagi untuk tertawa. Sintya berusaha membantu Rio untuk berdiri kembali.


"Ogah aku sama dia, mendingan aku jomblo seumur hidup dari pada sama dia. " Diva tampak menahan rasa kesalnya.


"Udah ah gak baik ngomong gitu, nanti jodoh lo Div." Sintya kemudian membantu membersihkan baju Rio yang kotor.

__ADS_1


"Adinda tega banget sih sama kanda, kanda udah jauh jauh datang dari sana hanya untuk sekedar mencari Adinda tercinta." Rio menunjukkan tenda tempat diri nya beristirahat. "Sedihnya jadi aku." Rio merasa kecewa dengan sikap Diva pada diri nya. Namun dia tidak pernah menyerah untuk mengejar cinta Diva.


Dari awal masuk sekolah itu, Rio sudah menaruh rasa cinta kepada Diva. Namun dia tidak berani mengatakan nya. Setelah mereka duduk di kelas 12, baru Rio berani mengakui perasaannya. Tapi Diva selalu menunjukkan rasa kebencian terhadap diri nya.


Tak lama kemudian, dengan rasa kecewanya Rio memilih untuk pergi dari tempat itu menuju ke tempat tenda laki laki hanya untuk sekedar menenangkan hati nya yang sedang kecewa.


"Div kalau aku boleh saran nih ya, jangan terlalu kejam sama Rio. Menurut aku Rio itu orang nya lucu kok, baik lagi."Sintya berusaha mengingat kan teman nya itu bahwa sifat nya tidak lah baik.


"Lucu dari mana nya coba, cupu sih iya."Diva masih menunjukkan wajah cemberut nya.


"Apa salah nya coba, dari pada jomblo terus." Canda Andini dengan wajah yang masih menahan tawa.


"Awas aja kamu nanti ya, kalau sampai kamu putus sama Rendi aku sumpahin Rio pengganti nya." Jawab Diva kemudian.

__ADS_1


"Udah dong, gak baik sesama teman saling mengejek. Kita istirahat aja dulu yuk." Sintya mengajak teman teman nya masuk ke dalam tenda untuk beristirahat sejenak sebelum nantinya berkumpul kembali dengan teman yang lain.


Dari kejauhan terdengar suara pak Vino. " Kita istirahat satu jam dari sekarang, setelah itu kita akan bagi tugas nanti." Teriak pak Vino mengingat kan.


__ADS_2