Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Bab 48 PGD


__ADS_3

Setelah mengantar Lufi sampai di rumah, Leon kembali lagi ke kosan Ana. Ia tak tau, mengapa kekasih hatinya sejak tadi cuek dan berkata dingin kepadanya.


Di kosan Ana.


Saat ini Ana sedang asik berendam diri, ia ingin menjernihkan otaknya kembali.


''Hatiku rasanya dongkol banget kepada si singa. Jelas-jelas aku yang mau bayar, kenapa malah dia yang bayar duluan. Aku tau jika dia punya banyak uang. Dia kira aku nggak punya uang apa?'' gerutu Ana di dalam kamar mandi. Ana tak mendengar jika ada seseorang mengetuk pintu dari luar. Hampir 30 menit ia berada di kamar mandi, tamu yang datang pun hanya menunggu di depan pintu karna ia tau jika Ana masih di dalam kosan.


Tok tok tok.


Pintu di ketuk kembali saat Ana keluar dari dalam kamar mandi.


''Siapa sih yang datang, baru saja mau istirahat,'' ucap Ana berjalan ke arah pintu dengan memegang handuk di tangannya.


Ceklek.


''Mas,'' gumam Ana pelan. Ana kaget kenapa Leon bisa ada di kosannya.


''Dia cantik sekali, aku memang beruntung karna telah mendapatkannya,'' batin Leon memandang Ana tanpa berkedip.


''Kak Leon!!!'' pekik Ana.


''Eh iya An, ada apa?'' tanya Leon langsung memalingkan wajahnya.


''Kak Leon ngapain kesini. Mending Kak Leon sekarang pulang. Aku mau istirahat,'' usir Ana.


''An, kenapa sejak tadi kamu berbicara dingin kepadaku? Salahku apa An?'' tanya Leon.


''Kak Leon nggak salah apa-apa. Cepat pulang aku pengen bobok siang nih,'' rengek Ana kesal.


Leon mendorong Ana agar masuk ke dalam kamar kos. Setelah Ana masuk ia juga ikut masuk lalu mengunci dari dalam.


''Kak Leon mau ngapain?'' tanya Ana yang terus menerus mundur.


''Kamu tau kan kalau di kos kamu ini nggak hanya perempuan saja. Kenapa kamu masih memakai baju dan celana kurang bahan seperti ini,'' ucap Leon menarik celana dan baju milik Ana.


''Kak Leon apa-apaan sih,'' gerutu Ana.


''Kamu suka pamer paha kayak gini, hem?'' tanya Leon.


''Eng enggak!'' ucap Ana memalingkan wajahnya karna wajah Leon saat ini benar-benar dekat dengan wajahnya.


''Cukup aku yang lihat semua ini sayang. Aku nggak rela jika lelaki di luaran sana melihat tubuhmu yang mulus ini,'' ucap Leon mengusap sedikit paha Ana.

__ADS_1


''Kak jangan gini,'' ucap Ana merasa geli saat tangan Leon berada di pahanya.


''Kenapa nama panggilanmu berubah, hem?'' tanyanya dengan wajah yang menatap Ana tajam.


''Bukankah dari dulu seperti itu ya,'' ucap Ana.


Cup.


Leon mengecup pipi kiri milik Ana karna Ana masih memalingkan wajahnya.


''Lihat kesini An,'' ucap Leon.


Ana hanya menoleh sedikit, lalu ia memalingkan wajahnya lagi.


''Leher jenjang nan putih membuat aku mati-matian menahan hasr*t ku An,'' batin Leon.


''Kak, bisa minggir dikit nggak sih,'' ucap Ana mendorong tubuh Leon, namun Leon menarik tubuh Ana dan mereka berdua jatuh di atas kasur empuk milik Ana. Saat ini posisi Ana berada di atas Leon.


Netra mata mereka bertemu. Hening, mereka berdua masih sama-sama bungkam.


''Bibirmu yang merah muda ini membuat aku ingin memakannya An,'' batin Leon.


Leon mendekatkan bibirnya kepada bibir milik Ana dan Cup. Leon mengecup sekilas bibir itu, lalu ia memandang wajah Ana yang masih memejamkan matanya. Leon tersenyum, ia mendekatkan kembali bibirnya dan segera melahap bibir ranum milik Ana. Bukan hanya kec*pan, namun saat ini berubah menjadi l*matan-l*matan.


''Aku tak akan melakukan lebih sebelum aku menghalalkanmu sayang,'' ucap Leon mengusap bibir Ana yang terlihat tambah memerah.


Wajah Ana memerah, ia benar-benar malu saat ini, karna tadi ia juga sempat membalas ciuman dari Leon.


''Jangan bergerak An, kamu membangunkan sesuatu di bawah sana,'' ucap Leon. Benar Ana merasakan ada sesuatu yang keras di bawah sana. Ana ingin berdiri, namun Leon segera menarik tubuh Ana kembali.


''Kakkk,'' rengek Ana. Namun Leon hanya diam.


''Kak Leon lepas ihh,'' ucap Ana berusaha melepaskan diri dari pelukan Leon.


''Panggil yang bener baru aku lepaskan,'' ucap Leon.


''Mas Leon sayang lepasin ya. Aku mau tidur, istirahat,'' ucap Ana. Leon segera menggulingkan tubuh Ana di samping tubuhnya.


''Tidurlah,'' ucap Leon membelai rambut Ana dengan pelan.


''Aku nggak bisa tidur kalau Mas Leon di sini. Mending Mas pulang deh,'' ucap Ana.


''Coba aja dulu An,'' ucap Leon memeluk tubuh Ana, sedangkan wajah Ana berada di depan dadanya.

__ADS_1


''Wangi kamu membuat aku nyaman Mas,'' ucap Ana membalas pelukan Leon lalu ia memejamkan matanya.


Mereka sama-sama tertidur pulas sambil berpelukan.


Jam pun menunjukkan pukul 8 malam, Ana merasakan ada beban berat yang menindih tubuhnya, ia langsung membuka kedua matanya.


''Ya ampun ternyata dia juga ikutan tidur,'' gumam Ana memperhatikan wajah tampan milik Leon. Ana mengusap pelan wajah Leon yang begitu sempurna di mata para wanita. Hanya 1 kekurangan Leon, ia dingin kepada wanita manapun kecuali kepada Ana dan adik kesayangannya, Lufi.


Cup.


Entah keberanian dari mana, Ana tiba-tiba saja mencium sekilas bibir milik Leon. Namun saat bibir mereka menempel, Leon menarik tengkuk Ana dan memperdalam ciumannya.


''Huh huh huh, aku nggak bisa nafas Mas,'' ucap Ana menekuk wajahnya.


''Hukuman buat orang yang suka curi-curi ciumanku,'' ucap Leon tersenyum licik.


''Hanya sekali Mas,'' ucap Ana.


Leon melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


''Jam berapa Mas?'' tanya Ana.


''Jam 8 malam,'' ucap Leon yang masih betah memeluk Ana.


''Jam 8 malam? Berarti kita tidur 5 jam lebih dong Mas,'' ucap Ana.


''Heem,'' ucap Leon memejamkan matanya kembali.


''Mas Leon nggak sholat?'' tanya Ana sedikit ragu-ragu.


Leon membuka matanya kembali. ''Terakhir kali aku Sholat waktu masih sekolah dasar An,'' ucap Leon.


''Mas Leon nggak pengen sholat lagi? nanti setelah kita nikah Mas Leon loh yang jadi imam sholatnya untuk aku dan anak-anak kita nanti,'' ucap Ana.


Leon menghembuskan nafasnya kasar. ''Aku juga mempunyai keinginan untuk sholat kembali An, namun aku lupa semuanya,'' ucap Leon.


''Aku akan mengajari Mas Leon sampai bisa, gimana, mau?'' tanya Ana.


Leon menganggukkan kepalanya antusias. ''Mau, mau banget sayang,'' ucap Leon.


*


Jangan lupa tinggalkan jejak kawan. Like, Coment, vote, fav dan beri hadiah. Hari ini hari senin votenya jangan lupa yaaa.

__ADS_1


See you next episode


__ADS_2