
Hari ini adalah hari yang paling di sukai oleh banyak orang di sekolah. Dimana hari ini akan mereka gunakan untuk kebahagiaan mereka masing-masing. Sekolah Sintya akan mengadakan perjalanan ke sebuah desa terpencil yang berada di dekat pantai. Perjalanan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa lelahnya mereka selama seminggu.
Perjalanan mereka bukan hanya sekedar kemah saja, akan tetapi mereka akan diminta membuat laporan tentang perjalanan mereka nanti di sekolah.
Sintya Bella tampak sangat bahagia sekali hari ini, karena sekolah mereka sudah lama tidak melakukan kegiatan kemah ini. Perjalanan ini tidak hanya untuk kelas 12 saja, akan tetapi semua murid di sekolah itu boleh ikut.
Tampak Sintya dan teman teman nya sudah berkumpul di depan sekolah mereka.
"Menurut kalian perjalanan ini bakal menyenangkan gak sih ?" tanya Diva kepada Sintya dan Andini.
"Kalau menurut aku sudah pasti menyenangkan lah ya, soal nya kan ada ayang bebeb Rendi." Andini tampak sangat bahagia sekali.
"Ihhh lebay deh din, aku juga punya kali. " Jawab Diva.
"Iya sih kayaknya bakal menyenangkan juga, soal nya udah lama banget ga melakukan kemping. Apalagi ini di tepi pantai. Pasti asyik lah. " Sintya ikut menimpali pertanyaan Diva.
__ADS_1
Dari kejauhan tampak bis yang akan mereka tumpangi sudah sampai di depan sekolah mereka. Semua siswa tampak berlari menuju bis tumpangan mereka masing-masing.
Di dalam bis Sintya duduk bersama seorang cowok yang sudah lama mengincar Sintya. Cowok itu adalah seorang ketua OSIS di sekolah mereka. Dia bernama Gilang Ramadhan, dia termasuk seorang siswa cerdas di sekolah mereka.
Banyak sekali wanita cantik yang mengejar nya, namun dia tetap dengan sikap dingin dan cuek nya. Dia tidak pernah peduli terhadap cewek cewek genit yang selalu mengikuti nya, dan ada juga yang mencari cari perhatian dari Gilang.
Sejujur nya Sintya Bella juga menaruh hati pada Gilang, tapi dia tidak pernah memperlihatkan nya dan tidak pernah mengakui kepada teman teman nya. Karena Gilang tetap lah Gilang. Siswa tanpan dan populer namun dingin dan cuek. Tidak akan pernah peka terhadap perasaan orang lain.
Diperjalanan yang panjang, tampak semua siswa tertidur pulas. Mungkin karena mereka merasa kelelahan karena perjalanan panjang yang mereka lalui hari ini.
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan yaitu di sebuah desa yang terletak sangat dekat dengan pantai.
Tiba-tiba Sintya Bella terbangun dari mimpi indah nya karena bis tiba tiba berhenti mendadak. Dia baru menyadari bahwa dirinya tertidur di pundak Gilang Ramadhan, cowok yang selama ini diam diam di sukai nya.
Sintya merasa bersalah dan takut jika Gilang akan marah kepada nya. Namun yang terjadi sangat berbanding terbalik dengan apa yang dia pikirkan. "Udah selesai tidur nya?" Tanya Gilang tampak tersenyum sedikit.
__ADS_1
" Mamaaf kan aku ya lang, aku gak bermaksud... " Perkataan Sintya Bella terpotong karena jari telunjuk Gilang kini berada di bibir nya.
"Udah gak papa, turun yuk" Gilang mengajak Sintya turun karena ternyata hanya mereka berdua yang tinggal di dalam bis. Semua teman teman mereka sudah turun. Dari tadi suara guru pendamping mereka sudah memanggil sampai kehabisan suara.
"Ayo semua berkumpul di ujung pantai sana, kita akan mendirikan tenda di tepi pantai ya anak anak" Kata pak Vino sambil berjalan lebih dulu.
Mereka semua mengikuti pak Vino yang sudah mulai meninggalkan bis untuk menuju tepi pantai.
Sintya tampak berfikir sambil mengangkat koper nya yang besar. Dalam hati nya berkata " Diva dan Andini tega banget sih ninggalin aku sendiri. "
"Kamu mikirin apa sih Sin ? Kita udah ketinggalan jauh nih. " Gilang menunjukkan teman teman nya yang sudah hampir sampai di tempat tujuan mereka.
"Gak papa kok lang, " Jawab Sintya singkat.
"Kamu bisa ngangkat koper nya, kalau gak bisa biar aku bantuin. " Gilang langsung mengambil alih koper yang berada di tangan Sintya. Sintya merasa kaget dengan sikap Gilang sekaligus tersenyum.
__ADS_1