
''Kak, pleasee,'' ucap Ana memohon.
''An, kamu itu lulusan S1 loh. Nggak pantes kerja di sini. Apalagi kamu pinter dan udah punya skill kerja di perusahaan,'' ucap Kevin.
''Tapi aku butuh pekerjaan Kak,'' ucap Ana dengan wajah memelas.
''Gimana kalau kamu kerja di perusahaannya Indra, gajinya pasti gede itu,'' ucap Kevin.
''Dimana?'' tanya Ana ragu.
''Di Bandung,'' ucap Kevin enteng.
''Apa?? Jauh banget sih Kak. Yang deket-deket sini aja lah,'' keluh Ana.
''Memangnya kenapa kamu nggak mau keluar dari kota Jakarta?'' tanya Kevin mengangkat sebelah alisnya.
''Ya ya bukannya begitu Kak. Bandung terlalu jauh kalau aku mudik,'' ucap Ana beralasan.
''Halah alasan aja kamu An. Kalau kamu mau, aku bisa antar kamu kesana. Kalau kamu mau sih,'' ucap Kevin.
''Bandung, kenapa jauh sekali. Tapi kalau aku nggak kerja, mau makan apa selama di sini. Ibu dan Bapak pasti kecewa sama aku karna aku nggak bisa di banggakan,'' batin Ana.
''Oke, kapan kita akan berangkat?'' tanya Ana.
''Nanti aku hubungi Indra dulu. Jika perusahaannya ada posisi yang kosong, nanti aku akan antar kamu kesana,'' ucap Kevin.
''Makasih ya Kak. Kakak baik banget deh,'' ucap Ana tersenyum ke arah Kevin.
''Sampai kapan pun aku akan baik ke kamu An. Karna aku sangat mencintaimu,'' ucap Kevin hanya di dalam hati.
*
Hari pun berganti, dan hari ini Ana di antar Kevin menuju Bandung, tempat perusahaan Indra berada. Tadi malam Kevin sudah menghubungi Indra, dan ada posisi yang saat ini kosong karna karyawan tersebut sedang cuti melahirkan. Alhasil, Ana di terima kerja di perusahaan keluarga Indra.
''Bye Jakarta, semoga aku bisa menginjakkan kakiku lagi di sini,'' Batin Ana menoleh ke arah jalanan, seakan ia tak rela meninggalkan kota di mana sang mantan kekasih berada.
''Aku tau jika kamu berat meninggalkan Jakarta An. Aku tau jika hati dan cintamu masih berada di sini,'' batin Kevin menoleh ke arah Ana yang saat ini fokus pada jalanan.
__ADS_1
Di dalam mobil itu hanya hening, tak ada yang bersuara sedikit pun. Kevin juga bingung ingin mengawali pembicaraan dari mana, karna Kevin melihat jika Ana tengah melamun sepanjang perjalanan.
''Ehm,'' Kevin berdehem. ''An, kamu lapar nggak? Kita cari makan dulu gimana?'' tanya Kevin.
''Ana nurut Kak Kevin saja,'' ucap Ana tanpa menoleh ke arah Kevin.
''Sebenarnya ada apa denganmu An? Kemana wajah ceriamu dulu yang selalu aku lihat. Kenapa sekarang menjadi wajah datar dan dingin seperti itu,'' ucap Kevin di dalam hati.
Setelah melewati hampir 3 jam perjalanan, mereka pun telah tiba di loby perusahaan milik keluarga Indra.
''Bentar, aku telpon Indra dulu,'' ucap Kevin menahan Ana yang sudah ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan. Ana pun langsung menghentikan langkahnya, ia menunggu Kevin menelpon Indra.
''Halo Bro, Kita udah nyampek loby,'' ucap Kevin.
''Oke, aku jemput kesana,'' ucap Indra langsung mengakhiri panggilannya.
Ana dan Kevin menunggu Indra di ruang tunggu yang ada di lantai dasar. Selang beberapa menit, Indra telah sampai di lantai dasar bersama asisten pribadinya.
''Halo Bro, apa kabar kalian. Wahh kamu tambah cantik ya An,'' puji Indra. Indra masih sama seperti dulu, masih suka menggombal ke cewek-cewek cantik.
''Kak Indra nggak berubah,'' gumam Ana pelan.
''Oh iya. Ayo ke ruangan ku,'' ajak Indra.
Mereka naik ke lantai atas, di mana ruangan Indra berada. Setelah sampai di ruangan atas, Ana di buat takjub dengan barang-barang yang ada di ruangan Indra. Barang-barang klasik yang membuat mata ingin melirik itu semua koleksi milik Indra.
''Ruangan Kakak keren,'' puji Ana.
''Kamu suka?'' tanya Indra dengan tatapan menggoda. ''Kalau kamu suka kamu boleh satu ruangan sama aku,'' ucap Indra kembali. Ana hanya mendengus kesal kepada Indra. Karna dari dulu Indra tak pernah berubah sama sekali.
''Ishh, kebiasaan deh,'' ucap Ana.
*
Di lain tempat, Leon mengajak Nois pergi ke rumau sakit terdekat dari apartemen. Keringat dingin pun mengucur pada tubuh Nois. Ia gugup? jelas. Karna bayi yang ada di dalam kandungan Nois masih di pertanyakan itu bayi siapa.
''Kenapa? Kamu gugup? Sebentar lagi semuanya akan terbongkar Nois,'' gumam Leon berbisik di dekat telinga Nois. Nois hanya menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
Kini giliran mereka yang masuk ke dalam ruangan Dokter.
''Bagaimana Dok, apa kita bisa melakukan tes DNA sekarang?'' tanya Leon yang sudah tak sabar.
''Kita bisa saja melakukan tes DNA sekarang. Namun resiko yang di tanggung Ibu hamil sangat besar, ia bisa saja kehilangan bayinya atau keguguran,'' ujar Dokter.
''Lakukan Dok! Dia memang menginginkan anak ini mati,'' ucap Nois dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.
''Apa tidak ada cara lain Dok?'' tanya Leon.
''Cara yang sangat aman melakukan tes DNA adalah setelah anak itu lahir Pak,'' ucap Dokter.
''Apa? Setelah lahir?'' tanya Leon memastikan.
''Kita tes DNA sekarang saja Dok. Biarkan anak ini mati, dia memang calon ayah yang kejam. Hanya dia tak mau bertanggung jawab, dia malah menginginkan anak ini mati,'' ujar Nois.
''Diam kamu! Aku hanya memastikan. Bukan tidak mau bertanggung jawab. Aku hanya memastikan jika anak itu bukan anakku. Karna aku tak pernah melakukan apapun denganmu,'' ucap Leon menatap Nois dengan tatapan tajam.
''Lakukan sekarang Dok!'' perintah Nois.
''Kamu jangan gila Nois!! Anak itu nggak berdosa, kamu mau membunuhnya dengan tes DNA ini?'' tanya Leon.
''Ini semua ide anda Tuan Leonard,'' ucap Nois menatap Leon tak kalah tajam.
''Kami permisi Dok,'' ucap Leon menarik tangan Nois untuk pergi dari sana. Setelah sampai di parkiran, Leon menghempaskan tangan Nois dengan kasar.
''Jangan pernah berbicara aku nggak mau bertanggung jawab ya! Aku tidak mau bertanggung jawab karna dia bukan anakku!'' ucap Leon geram. Nois hanya bungkam, namun dalam hatinya ia lega karna rahasianya tak terbongkar secepat ini.
''Sialll, kenapa aku gagal lagi,'' ucap Leon dalam hati. Ia berkali-kali meninju stir mobilnya karna kesal. Nois melirik Leon yang terlihat kesal karna gagal untuk tes DNA. Dalam hatinya ia tertawa puas. Karna 2 hari lagi ia akan menjadi Nyonya besar di keluarga Lewis.
''Aku pastikan tidak akan gagal kali ini Kak,'' batin Nois tertawa jahat.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya.
__ADS_1
Like, coment, fav, vote, rate dan beri hadiahh.
See you next episodeee.