
Akhirnya Ana mengalah dari pada harus berdebat dengan Leon. Karna mau bagaimana pun perdebatannya, Ana sudah pasti kalah jika berdebat dengan Leon.
Ana menuju lantai atas di temani Leon yang mengikutinya dari belakang. Kamar yang tak pernah Ana tau isinya bagaimana, sekarang kamar itu menjadi miliknya.
Ceklek.
Ana membuka pintu dengan perlahan, terlihat kamar yang luas sama seperti kamar Leon dan Lufi. Namun cat dinding di kamar ini berwarna biru laut, sedangkan di kamar Lufi cat dindingnya berwarna putih dan di kamar Leon cat dindingnya berwarna abu-abu tua yang mencerminkan kepribadian dirinya.
''Mas, bolehkah aku bertanya sesuatu?'' tanya Ana ragu-ragu.
''Bertanyalah,'' ucap Leon.
''Sebenarnya ini kamar siapa?'' tanya Ana.
''Ini bukan kamar siapa-siapa, kamar ini kosong sejak dulu. Kadang jika aku ingin merasakan suasana yang baru aku tidur di kamar ini,'' ucap Leon.
''Beneran kan kamu nggak bohongin aku?'' ucap Ana penuh selidik. Takutnya jika kamar itu adalah kamar mendiang orang tua Leon. Ia takut menempati kamar orang yang sudah meninggal.
''Beneran sayang. Kamu takut ya? Hahaha jangan takut, kamar kedua orang tuaku ada di bawah. Dekat dengan kamar tamu,'' ucap Leon yang sudah tau maksud Ana.
''Jadi, ruangan yang selalu di tutup itu kamar orang tua Mas Leon?'' tanya Ana memastikan karna sejak ia di sana, Ana tak tau di mana letak kamar almarhum orang tua Leon. Apalagi kamar di sebelahnya itu tak pernah di buka sama sekali.
''Hem, kenapa kamu takut?'' tanya Leon menahan untuk tidak tertawa.
''Enggak kok. Mana mungkin aku takut sama calon mertuaku,'' ucap Ana berbohong. Sejak Leon berkata jika kamar di sebelahnya adalah kamar kedua orang tuanya dulu, Ana merasa merinding. Ana memang penakut sejak dulu, apalagi dengan hal-hal yang berbau mistis.
''Sudah jangan di fikirkan. Katamu kan mereka sudah tenang di sana, jadi untuk apa kamu takut,'' ucap Leon mengelus rambut Ana dengan perlahan.
''I iya Mas. Em aku mandi dulu ya, habis itu mau siap-siap kerja,'' ucap Ana.
''Iya, nanti aku antar,'' ucap Leon.
''Mas Leon kembali ke kamar Mas Leon sendiri sana. Aku mau mandi Mas,'' ucap Ana sedikit merengek. Karna sejak tadi Leon tak bergegas ke kamarnya.
''Aku akan jagain kamu di sini. Kelihatannya kamu belum terbiasa dengan kamar ini,'' Leon pun masuk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
''Ih Mas Leon kebiasaan deh. Aku mau mandi Mas,'' ucap Ana kesal.
''Iya terus kenapa? Mau mandi bareng?'' goda Leon.
__ADS_1
''Ih, belum halal juga,'' Ana bergegas ke kamar mandi dengan perasaan kesal.
Setelah mandi, Ana bergegas berganti pakaian dan bersiap-siap berangkat ke cafetaria. Leon terlihat tertidur dengan pulas, Ana tak tega untuk membangunkan Leon.
''Aku berangkat sendiri aja deh, kasihan Mas Leon,'' gumam Ana sambil menyelimuti tubuh Leon.
''Semoga Mas Leon nanti nggak marah,'' ucap Ana bergegas keluar dari kamarnya.
Ana memesan ojek online terlebih dulu, selang beberapa saat ojek online yang di pesan Ana sudah menunggu di depan gerbang. Ana segera keluar dan berangkat ke Cafetaria.
Ana tiba di cafetaria lebih cepat dari biasanya, ia pun segera masuk ke dalam cafe.
Brukkk.
Tanpa sengaja Ana menabrak seseorang yang tengah keluar dari cafetaria.
''Maaf Pak, maaf,'' ucap Ana sambil mengambil tas orang yang di tabrak tadi.
''Ana,'' gumam orang itu.
Ana pun langsung melihat ke depan dan kaget saat tau siapa yang di tabraknya.
''An, gimana kabarmu? Kemana saja selama ini?'' tanya Doni dengan mata berbinar saat bertemu dengan Ana. Wajah bahagia terlihat di wajah Doni.
''Aku baik Mas,'' ucap Ana.
''Eh, mending kita ngobrol di dalam yuk. Aku kangen banget sama kamu,'' ucap Doni langsung menarik tangan Ana masuk ke dalam cafetaria.
''Duduk An,'' Doni menarik kursi yang ada di depannya untuk di duduki oleh Ana, Ana dengan canggung duduk di kursi yang di siapkan Doni.
''Ya ampun An aku nggak nyangka banget bisa ketemu kamu di sini, kamu sekarang tinggal di mana?'' tanya Doni.
''Aku masih sama seperti dulu Mas, tinggal di rumah sahabatku,'' ucap Ana.
''Gimana kabar keluarga Mas, mereka semua baik-baik saja kan?'' tanya Ana.
''Sejak kamu di usir dari rumah, banyak sekali perubahan di keluargaku An,'' ucap Doni tertunduk lesu.
''Perubahan? Perubahan apa ya Mas?'' tanya Ana.
__ADS_1
''Nindy, Nindy sekarang ada di RSJ An, dia mengalami depresi setelah tau jika ia hamil,'' ucap Doni menghela nafasnya dengan kasar.
''Apa? Mbak Nindy hamil?'' Ana kaget mendengar ucapan Doni.
''Iya, dia hamil dengan kekasihnya. Namun kekasihnya tak mau tanggung jawab. Akhirnya ia depresi mencoba bunuh diri dan mencoba membunuh anak yang ada di dalam kandungannya, tapi hidup dan mati seseorang sudah ada di tangan pencipta An. Nindy pun akhirnya melahirkan di RSJ namun usia bayinya hanya bertahan 2 hari karna ia terlahir prematur dan mempunyai kelainan,'' ujar Doni.
''Ya ampun Mas, kasihan sekali Mbak Nindy. Tapi Paman dan Bibi sehat kan Mas?'' tanya Ana.
''Mereka alhamdulillah sehat An. Ya walaupun kadang sedih dan sangat menyayangkan dengan nasib Nindy,'' ujar Doni.
''An, boleh Mas tau nomor kamu yang baru. Hpku yang dulu rusak, jadi nomor kamu hilang,'' ucap Doni.
''Em boleh Mas,'' Ana mengambil hp yang ada di tasnya dan memperlihatkan nomornya ke Doni.
''Makasih ya An,'' ucap Doni dengan senyum bahagia.
''Iya Mas. Aku permisi dulu ya Mas, aku harus kerja soalnya,'' pamit Ana. Ana melihat jam yang ada di tangannya dan sudah menunjukkan pukul 6 sore, itu artinya ini sudah masuk jam kerjanya.
''Kamu kerja di sini?'' tanya Doni.
''Iya Mas, kapan-kapan di sambung lagi ngobrolnya ya. Permisi Mas,'' Ana meninggalkan Doni yang masih memandangi Ana yang meninggalkannya.
''An, aku nggak nyangka akan ketemu kamu lagi di sini. Rasa ini masih sama seperti 3 tahun yang lalu An. Sekarang aku bersemangat karna sudah menemukan kamu lagi,'' batin Doni tersenyum bahagia.
Doni pulang dengan perasaan yang bahagia karna telah menemukan pujaan hatinya yang selama ini tak pernah ia jumpai lagi setelah Ana di usir oleh Nindy 3 tahun yang lalu.
Ia mengendarai mobilnya pulang ke rumah dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.
*
*
Ada lagi nih saingan Leon yang muncul tiba-tiba gaes.
Jangan lupa komen ya.
Jangan lupa juga like, vote, fav dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.
Lope you sekebon.
__ADS_1
See you next episode๐๐๐๐