
Tak berapa lama kemudian mereka semua akhirnya sampai di kantor Gilang. Gilang dan Rio langsung menuju ke arah ruangan Gilang, sementara Sintya memilih untuk langsung ke arah dapur.
Pintu terbuka dengan begitu kencang sehingga orang yang berada di dalam nya merasa begitu kaget.
Tanpa basa-basi Gilang langsung menarik tangan wanita itu karena sudah tersulut emosi.
"Aduhh .. Sakit Lang, kamu kok jadi kasar gini sama perempuan sih. Sakit tau, lihat nih jadi merah kan?" Ringis Abel dengan nada manja nya. Kemudian dia berusaha melepaskan cengkraman tangan Gilang dari nya.
"Mau apa kamu kesini hah .. Saya kan sudah tegas kan kalau saya tidak akan mau bekerjasama dengan perusahaan papa kamu. Paham kan kata kata saya.. " Jelas Gilang dengan tegas nya.
"Kamu kok jadi gini sih Lang, dulu aja kamu baik dan perhatian, walaupun kamu dulu nya dingin tapi tidak sekasar ini." Seru Abel serius.
Nama gadis itu adalah Abel Wijaya, anak seorang pengusaha kaya di kota itu. Dia adalah anak manja yang keinginan nya selalu di penuhi oleh sang ayah.
Suatu hari Abel tak sengaja bertemu Gilang Ramadhan di sebuah restoran mewah. Pada saat itu Abel sedang menikmati makan siang bersama keluarga nya. Sementara Gilang saat itu sedang mengadakan meeting bersama dengan salah satu klien nya.
Tak sengaja mata Abel beradu pandang dengan mata Gilang. Gadis itu langsung menaruh hati pada Gilang.
Dia berusaha mencari tau tentang Gilang dan kehidupan nya, tentu saja lewat orang kepercayaan ayah nya sendiri.
Tak butuh waktu lama bagi Abel untuk mengetahui siapa pria tampan itu. Akhirnya dia mendapatkan semua informasi tentang Gilang termasuk masalalu nya.
Abel meminta ayah nya untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan Gilang dan menjodohkan diri nya dengan Gilang.
Namun hal itu tidak pernah terjadi sampai saat ini karena hati Gilang sudah tertutup rapat untuk wanita manapun, hati nya sudah di serahkan kepada Sintya Bella teman sekaligus cinta pertama nya di SMA dulu.
Dia tau maksud ayah Abel mengajak nya bekerjasama. Ayah Abel hanya ingin mendekatkan Abel anak nya dengan Gilang. Namun Gilang Ramadhan adalah seorang pria yang profesional dalam bekerja.
Dia tidak pernah menyangkut pautkan masalah pribadi dengan pekerjaan nya.
Itulah sekilas tentang cerita Abel dan Gilang. Kembali ke situasi saat ini di kantor Gilang.
"Saya tidak akan pernah kasar sama perempuan kalau tidak mereka yang mengusik ketenangan saya. " Jawab Gilang santai.
__ADS_1
"Pergi dari sini atau saya akan panggil kan sekuriti untuk mengusir kamu keluar. Rio.. Panggil kan Andre kesini cepat..." Perintah Gilang kepada Rio. Wajah nya masih terlihat sangat marah.
"Kamu akan menyesal telah memperlakukan seorang Abel Wijaya seperti ini. " Dengan wajah kesalnya Abel meninggal ruangan itu.
Setelah kepergian Abel, Gilang memilih untuk menenangkan pikiran nya terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan nya siang itu.
"Yo tolong Lo panggil Sintya kesini. Gak pakai lama ya .. " Gilang mengusap wajah nya.
"Sabar bro, tunggu sebentar lagi obat Lo akan segera datang ke sini." Canda Rio. Rio tau kalau sahabat nya itu sedang sangat kesal, oleh karena itu dia berusaha mencari kan suasana.
"Cepat.. "
"Baik bos, jangan potong gaji gue ya." Rio berlari kecil meninggalkan ruangan itu sambil terkekeh geli melihat tingkah laku bos sekaligus sahabat nya itu.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar dan pintu pun langsung terbuka. Sambil tersenyum Rio menyapa semua karyawan yang ada di ruangan itu.
" Siang semua nya, udah pada makan siang belum?" Tanya Rio perhatian.
Dari dulu sejak awal masuk kantor, memang indah sudah merasa suka sama Rio karena Rio orang nya begitu baik dan perhatian sama semua orang tanpa membedakan mereka semua.
"Sin.. Kamu di panggil bos keruangan nya. Cepat ya... " Seru Rio serius.
" Ada apa ya pak, emang nya aku berbuat kesalahan yaa.." Tanya Sintya penasaran.
"Ikut aja dulu, nanti kamu juga tau." Jawab Rio.
Semua karyawan di ruangan itu tampak penasaran, termasuk Sintya sendiri. Dia merasa kalau dirinya tidak berbuat kesalahan apapun yang membuat bos marah.
Namun dia tetap mengikuti langkah kaki Rio dari belakang.
Setelah beberapa saat mereka berdua sampai di ruangan bos mereka. Tanpa mengetuk pintu Rio langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Nih orang yang Lo cari gue bawa kan kesini. Gue pergi dulu ya, mau lanjut kerja soalnya. Silahkan nikmati suasana ini... Pergi dulu ya Sin.." Tanpa berpikir panjang Rio langsung meninggalkan tempat itu dengan segera.
__ADS_1
Kini tinggal mereka berdua yang berada di dalam ruangan itu. Jantung mereka berdua pun berdetak dengan sangat kencang.
Suasana masih diam saat ini tanpa ada yang berniat memulai duluan pembicaraan mereka.
Kini Gilang sudah berhasil mengumpulkan pikiran nya kembali. Dia sudah terlihat lebih tenang dari pada sebelumnya.
"Sin .. Nanti malam kamu ada acara gak. Kamu gak kemana mana kan ?" Tanya Gilang memulai pembicaraan.
"Aku aku gak ada kok pak ehhh Lang, emang nya kenapa kamu nanya gitu... " Tanya Sintya.
"Gak papa kok Sin, kalau kamu gak ada acara, aku mau ngajak kamu jalan sambil mencari suasana baru gitu. Kamu mau kan. " Gilang merasa kalau Sintya akan menolak ajakannya. Tapi diluar dugaan Gilang.
"Aku lagi gak ada acara kok nanti malam. Aku mau jalan sama kamu." Jawab Sintya. Dia merasa sangat malu sekaligus bahagia karena di ajak jalan sama Gilang walaupun ini bukan yang pertama kali nya.
"Oke kalau gitu, nanti aku jemput ya.. Kamu tunggu aja." Ucap Gilang.
"Oke Lang, kalau gitu aku udah boleh keluar kan. Aku mau lanjut kerja soalnya."
"Silahkan kan .."
Sintya meninggalkan ruangan itu dengan wajah bahagia sambil tersenyum sendiri.
Sementara Gilang Ramadhan sudah merasa hati nya lebih tenang kembali karena sudah bertemu dengan orang yang dicintainya.
Mereka berdua bekerja dengan semangat yang luar biasa siang itu karena mereka merasa sangat bahagia.
Tanpa terasa akhirnya kini hari sudah menunjukkan pukul empat sore. Itu artinya waktu pulang sudah tiba.
Semua karyawan berhamburan keluar untuk pulang menuju rumah mereka masing masing untuk mengistirahatkan tubuh dan otak mereka. Rasa lelah yang menyerang mereka semua akan hilang setelah mereka mandi dan beristirahat.
Terima kasih ya gays karena kalian semua sudah mampir di sini. Kalian sudah mau membaca karya ku yang tidak seberapa ini.. πππ
Dukungan kalian semua adalah semangat untuk author... β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
__ADS_1