Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Bab 103 PGD


__ADS_3

Ana dan Axel menikmati makanan ayam bakar yang di pesan oleh Ana. Ana begitu lahap dengan paha ayam yang berada di depannya.


''Mas, Mas Axel bisa cuti nggak?'' tanya Ana sambil mengunyah makanannya.


''Kenapa Yang?'' tanya Axel.


''Ke Jakarta yuk! Em, Mas Leon---''


''Leon kenapa?'' tanya Axel saat Ana menggantungkan ucapannya. Axel langsung menghentikan makannya saat mendengar nama Leon.


''Anu Mas,,,'' Ana menelan makanannya terlebih dahulu.


''Jangan bilang kamu masih berhubungan dengannya,'' ucap Axel menatap Ana dengan tatapan yang sulit di artikan.


''Enggak Mas. Em, Mas Leon mau nikah. Lufi menyuruhku datang ke sana,'' ucap Ana. Axel pun menghembuskan nafasnya lega. Ia mengira Ana masih berhubungan dengan Leon. Namun nyatanya tidak.


''Kapan?'' tanya Axel.


''1 minggu lagi Mas. Sebenarnya udah lama sih Lufi bilangnya. Tapi aku selalu lupa mau bilang sama Mas Axel,'' ucap Ana.


''Ya nanti aku usahakan Yang. Insyaallah bisa,'' ucap Axel.


''Makasih ya Mas, tambah cinta deh sama Mas Axel,'' ujar Ana. Axel hanya tersenyum ke arah Ana.


''Habisin makanannya Yang. Pasti Baby kita masih lapar,'' ucap Axel. Ana pun langsung melanjutkan makannya. 2 porsi ludes di makan sendiri olehnya.


''Alhamdulillah, kenyang banget Mas,'' ucap Ana.


''Alhamdulillah. Setelah ini mau kemana?'' tanya Axel.


''Pulang aja lah. Aku pengen---''


''Pengen apa?'' tanya Axel penasaran dengan ucapan Ana yang selalu di gantung.


''Pengen berduaan sama Mas Axel. Udah lama kan kita nggak manja-manjaan,'' ucap Ana tersenyum manis ke arah Axel.


''Udah mulai nakal ya sekarang,'' ucap Axel mencubit hidung Ana dengan gemas.


''Kunci ke harmonisan rumah tangga Mas,'' ucap Ana.


''Iya iya. Mas bayar dulu, setelah itu kita pulang,'' ujar Axel.


Setelah membayar makanannya, Ana dan Axel pun pulang dengan perut kenyang.


*


*


Besok adalah hari pernikahan Leon dan Naswa, hari ini Ana dan Axel berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan mereka.

__ADS_1


''Makasih ya Mas,'' ucap Ana sambil bersandar di pundak Axel.


''Untuk?''


''Mas Axel mau nemenin aku ke nikahannya mantan pacarku,'' ucap Ana menatap Axel.


''Hem,''


''Kok cuma hem doang! Mas Axel nggak ikhlas ya,'' Ana pun langsung duduk tegak sambil menatap Axel dengan kesal.


''Siapa sih yang nggak ikhlas. Mas Ikhlas kok. Mas cuma kesel aja denger kamu ngomong mantan pacar,'' ucap Axel jujur.


''Ngomong aja kalau nggak ikhlas! Bikin badmood aja,'' gerutu Ana langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela.


''Haduh sabar sabar. Bawaan bayi emang kadang suka seperti itu,'' batin Axel.


''Ya udah Mas minta maaf kalau Mas salah,'' ucap Axel menggenggam tangan kanan Ana.


''Hem,'' jawab Ana yang masih terlihat kesal.


Perjalanan mereka tempuh 2 jam lebih. Setelah sampai di rumah suaminya, Ana langsung turun tanpa menunggu suaminya terlebih dulu.


Axel yang melihat Ana masih kesal hanya geleng-geleng kepala. ''Tambah gemesin kalau dia lagi marah kayak gini,'' ucap Axel sambil mengeluarkan koper yang ia bawa.


Axel pun menyusul Ana masuk ke dalam rumah. Biasanya selalu ada Mama Tari yang menunggu ia pulang. Namun sekarang tak ada siapapun disini kecuali art yang bekerja membersihkan rumah.


''Eh Mas Axel sudah sampai,'' ucap Bibi yang bekerja di rumahnya. Axel langsung menoleh ke arah Bibi.


''Iya Bi, baru saja. Axel ke kamar dulu ya,'' ucap Axel meninggalkan Bibi yang ada di ruang tamu.


''Kasihan Mas Axel, pasti dia rindu sama Ibu,'' gumam Bibi.


Axel menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar ia mendapati istrinya yang sudah tertidur pulas di atas ranjang. Axel pun mendekat dan mencium kening Ana.


''Makasih sudah mau menjadi istriku An. Kamu dan anak kita adalah hadiah terindah yang di berikan Tuhan kepadaku,'' ucap Axel. Axel lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Ana. Ia pun juga ikut tertidur menuju alam mimpi.


*


*


Hari pernikahan Leon dan Naswa pun telah tiba. Axel dan Ana baru saja berangkat menuju rumah Leon. Ana terlihat cantik memakai gaun berwarna hitam, sedangkan Axel juga memakai kemeja berwarna senada dengan gaun milik Ana.


''Mas aku cantik nggak sih?'' tanya Ana yang sejak tadi memegang kaca.


''Kamu cantik sayang. Apalagi setelah hamil ini, kamu terlihat tambah cantik,'' ucap Axel.


''Makasih ya Mas,'' ucap Ana.


Setelah perjalanan beberapa saat, Ana dan Axel telah tiba di halaman rumah Leon. Di halaman itu hanya ada beberapa mobil saja yang terparkir, karna pernikahan Leon dan Naswa di adakan hanya sederhana saja, siapa lagi yang meminta kalau bukan Naswa.

__ADS_1


Ana dan Axel turun dari mobil, mereka lalu berjalan menuju para tamu undangan berada.


''Ana,'' pekik Lufi langsung berhambur memeluk Ana.


''Heh, aku nggak bisa nafas nihh,'' ucap Ana yang merasa sulit bernafas karna Lufi memeluknya dengan erat.


''Hehe, maaf. Aku tuh kangen banget sama kamu,'' ucap Lufi.


''Sama, aku pun juga fi. Oh iya, apa kita telat?'' tanya Ana.


''Enggak kok. Ijab Qabulnya masih 1 jam lagi,'' ucap Lufi. ''Masuk yuk, di dalam banyak makanan,'' ucap Lufi langsung menarik Ana masuk. Axel pun mengekor di belakang Ana.


''Kamu mau makan apa. Biar aku ambilin. Katanya bumil itu harus sering makan. Benar kan Pak Dokter?'' ucap Lufi menatap Axel.


''Iya,'' ucap Axel seadanya.


''Oh iya, kenalin Mas, ini Lufi adiknya Mas Leon,'' ucap Ana.


''Aku udah tau Yang, wajahnya saja mirip seperti itu,'' ucap Axel.


''Benar sekali, mereka memang sangat mirip,'' ucap Ana.


1 jam pun telah berlalu, saat ini Leon dan Naswa sudah sah menjadi pasangan suami istri. Yang awalnya Leon berstatus duda sekarang sudah beristri lagi. Mereka terlihat bahagia dengan pernikahan mereka. Ana yang melihat pun sampai meneteskan air mata karna terharu. Bukan karna ia masih mencintai pria itu.


''Selamat Mas, akhirnya kamu juga ikut merasakan bahagia. Lupakan masa lalu yang pernah kita lalui. Karna masa itu kita hanya saling menjaga jodoh orang lain. Aku turut merasa bahagia karna kamu menemukan sosok yang lebih baik dari pada aku,'' batin Ana.


''Ciee, mantan nikah sampai nangis lo istriku ini,'' ejek Axel.


''Apaan sih Mas. Ini di rumah orang ya jangan buat kita berantem di sini,'' ucap Ana.


''Iya iya sayang. Maaf, jangan ngambekan gitu dong,'' ucap Axel.


''Iya!''


Setelah ijab qabul, para rekan bisnis Leon memberi selamat kepada pasangan pengantin batu itu. Dan kali ini giliran Ana dan Axel yang memberi selamat.


''Selamat Mas, semoga sakinah mawadah wa rahmah,'' ucap Ana menyalami Leon.


''Makasih An. Semoga kamu juga bahagia dengan Axel,'' ucap Leon.


''Selamat Bro. Dan makasih udah jagain jodoh aku selama ini. Semoga langgeng sampai maut memisahkan,'' ucap Axel.


''Hem, makasih,'' ucap Axel.


Mereka pun nampak bahagia dengan pasangan mereka masing-masing.


🌹Kadang seseorang yang kita jaga sepenuh hati dan sepenuh jiwa, pada akhirnya bukan jodoh kita. Tapi jika kita berjodoh, walaupun kita berjauhan pasti kita akan tetap bersatu.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2