
Siang pun sudah berganti malam, dan saat ini Leon hanya bisa berdiam diri di kamarnya. Ia mengingat kembali saat-saat bersama Ana. Ana adalah orang pertama kali yang di cintainya. Jelas sakit rasanya saat hubungannya berakhir begitu saja.
Sedangkan di rumah yang sama namun berbeda tempat. Ana, Lufi, Dirga dan Nino sedang mempersiapkan acara pesta kecil-kecilan di halaman belakang rumah. Mereka juga di bantu oleh beberapa art rumah itu.
''Semuanya udah siap kan? 10 menit lagi jam 12, aku panggil Kak Leon dulu ya,'' ujar Lufi.
Lufi pun bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju lantai 2. Setelah sampai di lantai 2 ia segera mengetuk pintu kamar Leon. Namun Leon enggan untuk membuka kan pintunya.
''Apa sudah tidur ya? Kok Kak Leon diem aja sih,'' gumam Lufi.
Lufi kembali mengetuk pintu. Dan beberapa saat kemudian Leon membukakan pintu dengan wajah kusut dan rambut acak-acakkan.
''Kak Leon kenapa?'' tanya Lufi.
''Nggak usah banyak tanya! Ngapain kamu kesini?'' tanya Leon ketus.
''Kak aku mau minta tolong. Di halaman rumah belakang tadi aku mendengar suara kayak orang nangis gitu, aku merinding Kak dengernya. Udah sepi lagi nih rumah. Ayo Kak Kita lihat,'' ajak Lufi.
''Nggak mau ah. Kamu aja sendiri sana yang lihat,'' ucap Leon.
Namun tiba-tiba mereka mendengar suara jeritan orang dari arah halaman belakang.
''Kakak denger nggak sih,'' ucap Lufi yang berekspresi panik se panik mungkin.
''Kok kayak suara Ana ya. Apa aku cuma salah denger,'' Batin Leon.
''Kak ayo cepetan kita lihat,'' Lufi menarik tangan Leon menuruni anak tangga. Mereka segera berlari ke halaman belakang, namun di sana tidak terlihat apa-apa karna sangat gelap gulita.
''Kak aku takut,'' ucap Lufi bersembunyi di balik Leon.
Tepat jam 12 malam, tiba-tiba lampu semua menyala. Di sana sudah ada Nino dan Dirga yang membawa kue.
''Happy birthday to you.''
''Happy birthday to you.''
''Happy birthday.''
__ADS_1
''Happy birthday.''
''Happy birthday, to you.''
''Selamat ulang tahun Kakak,'' Lufi memeluk Leon setelah mengucapkan selamat ulang tahun untuk Leon.
''Thanks,'' ucap Leon datar. Sebenarnya dalam hatinya ia menginginkan sosok Ana yang ada di sana. Namun di sana hanya ada mereka bertiga.
''Selamat ulang tahun Kak,'' ucap Nino.
''Selamat ulang tahun Tuan,'' ucap Dirga.
''Makasih ya,'' ucap Leon.
''Kak sebelum tiup lilinnya, Kakak make a wish dulu,'' ucap Lufi. Leon memejamkan matanya, menyatakan sebuah harapan yang mungkin sangat mustahil untuknya. setelah itu Leon meniup lilin di atas kue yang di bawa oleh Dirga.
''Makasih ya, aku kembali ke kamar dulu,'' ucap Leon yang tak bersemangat. Leon pun meninggalkan mereka bertiga.
''Kak kita makan dulu,'' ucap Lufi. Leon menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Lufi.
''Kalian saja yang makan, aku masih kenyang,'' ucap Leon. Saat ingin melanjutkan langkahnya lagi, Leon menabrak sesuatu.
''Ana,'' gumam Leon terpana melihat kecantikan Ana malam ini.
''Happy birthday, maaf kalau tadi buat Mas Leon marah dan sakit hati,'' ucap Ana.
''Jadi kamu---''
''Ini semua ide Lufi Mas, sebenarnya aku nggak tega ngomong seperti itu sama Mas Leon, tapi kalau nggak gitu, nggak jadi surprise dong,'' ucap Ana tersenyum tanpa dosa ke arah Leon.
''Jadi kalian cuma ngerjain aku gitu?'' tanya Leon yang tak percaya. Ana dan Lufi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tanpa dosa.
''Awas ya nanti Mas pasti balas ini semua,'' ucap Leon.
''Kok cuma ke Ana sih, Lufi nggak dapat hukuman nih?'' tanya Ana mencebikkan bibirnya.
''Lufi beda hukumannya,'' ucap Leon menatap tajam ke arah Lufi, namun yang di tatap hanya nyengir kuda tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
__ADS_1
Setelah acara makan malam berakhir. Ana dan Leon balik ke kamar lebih dulu, sedangkan Lufi dan Nino masih berada di halaman belakang, dan Dirga baru saja pulang ke apartemennya.
''Sayang, aku nggak nyangka bisa peluk tubuh kamu lagi. Aku kira tadi hubungan kita sudah berakhir An,'' ucap Leon yang tengah terisak di punggung Ana.
''Kenapa Mas Leon berkata seperti itu?''
''Memangnya kamu nggak merasa kalau kamu sudah menyakiti hati Mas. Aku kira kamu udah nggak cinta lagi sama Mas loh An,'' ucap Leon.
''Ana semakin cinta sama Mas Leon,'' ujar Ana. Leon membalikkan tubuh Ana yang tadi membelakanginya, sekarang menghadap ke arahnya.
''Makasih,'' Leon segera mengecup dan mel*mat bibir se*y milik Ana. Ia sudah tak tahan melihat bibir Ana yang sangat se*y itu. Apalagi malam ini Ana tampil sangat cantik dengan balutan dress berwarna biru laut.
Ciuman yang awalnya biasa saja sekarang menjadi semakin menuntut, dress yang di pakai oleh Ana pun sudah hampir terlepas dari tubuhnya karna tangan nakal milik Leon yang tak bisa diam.
''An, Mas udah nggak tahan An,'' ucap Leon dengan mata yang sayu menahan ga*rah yang ada di tubuhnya.
''Lakukan Mas. Ana juga tak tahan seperti ini,'' ucap Ana yang merasakan aneh di dalam tubuhnya.
''Tapi sayang---''
''Aku mohon Mas,'' ucap Ana dengan tatapan memohon agar Leon mau melakukannya.
Dengan penuh g*irah, Leon kembali mengecup bibir milik Ana. Leon segera menggendong Ana menuju ranjang king size di kamar Ana.
Baju milik mereka pun sudah berserakan di atas lantai. Tak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Leon yang tak bisa mengontrol na*sunya mengecupi seluruh tubuh Ana dan memberikan tanda kepemilikan di sana.
''Lakukan Mas, aku sudah tak tahan,'' ucap Ana dengan suara yang sangat se*y terdengar di telinga Leon. Dengan ragu-ragu Leon melakukan penyatuan. Ana yang merasa sangat sakit di bagian intinya menjerit sambil menggigit bi*ir bawahnya. Leon kembali menarik j*niornya saat penyatuan mereka belum berhasil.
''Sayang bibir kamu berdarah!'' ucap Leon melihat darah yang keluar dari bibir Ana.
''Biarkan Mas, cepat lakukan!'' entah setan mana yang merasuki tubuh Ana. Saat ini Ana tak bisa mengontrol dirinya. Apalagi Leon yang seorang laki-laki dan di hadapkan oeh wanita secantik dan se se*y Ana ini, pasti yang ada juniornya langsung kembali on.
Leon menekan miliknya agar masuk, namun sangat sangat susah menurutnya. Ia merasakan ada sesuatu yang mengalir di sana saat j*niornya baru masuk setengah saja. Ana kembali merintih kesakitan, Leon pun tak tega melakukan semua itu, ia pun memilih mengakhiri perbuatan dosa yang mereka lakukan.
*
*
__ADS_1
Jangan hujat author plisπππ