
''Pilihlah yang kamu suka,'' ucap Leon.
''Nggak. Aku nggak mau,'' ucap Ana merajuk.
''Pilih atau aku akan marah,'' ancam Leon.
''Marah aja kalau mau marah. Aku juga bisa marah kali,'' ucap Ana.
''Annnnnnnn!!'' ucap Leon menatap tajam Ana.
''Iya iyaaaa,'' Ana pun akhirnya menurut, ia memilih baju yang paling murah di toko itu.
''Ini aja Mas,'' ucap Ana membawa baju atasan dan bawahan jeans.
''Jelek, ganti!'' ucap Leon.
''Mas aku pengen yang ini Mas,'' rengek Ana.
''Pilihlah dress yang kamu suka. Bukan jeans kayak gini,'' ucap Leon. ''Kemarin aja kamu pakai dress, masa kalau sama aku pakainya jeans terus,'' gerutu Leon.
''Baju yang kemarin kan Kak Kevin yang beliin. Aku mana paham fasion yang kayak gitu,'' ucap Ana keceplosan. Ia langsung membekap mulutnya yang seperti tidak ada remnya.
''Apa?'' tanya Leon memastikan.
''Eng enggak Mas. Iya aku akan pilih drees,'' ucap Ana langsung lari meninggalkan Leon, namun perkataan Leon mampu membuat Ana berhenti.
''Ann!! Aku lapar, kita makan dulu,'' ucap Leon tiba-tiba.
''Mas Leon nggak sedang marah kan?'' tanya Ana penuh selidik.
''Hem,'' Leon hanya berdehem, ia berjalan mendahului Ana ke restoran yang ada di mall itu. Walaupun beberapa jam yang lalu ia habis makan, namun saat ini ia ingin makan yang banyak untuk meluapkan rasa cemburunya.
''Mas,'' panggil Ana.
''Mas Leon kenapa lagi sih. Cuek banget sama aku,'' ucap Ana.
''Nggak kenapa napa,'' ucapnya datar.
''Kalau soal tadi aku minta maaf Mas. Kak Kevin yang beliin waktu ulang tahun aku. Aku nggak minta di beliin Mas. Aku pakai itu hanya menghargai pemberiannya saja,'' ucap Ana.
''Bukan urusanku!'' ucap Leon dengan wajah datarnya.
''Kok gitu sih? Mas Leon udah nggak sayang sama aku?'' tanya Ana dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
''Nggak ada hubungannya sayang atau enggak An,'' ucap Leon.
''Mas Leon dari tadi cuek banget sama aku. Kalau aku salah aku minta maaf Mas. Aku janji nggak akan pakai baju itu lagi,'' ucap Ana.
''Ya mau kamu pakai atau enggak itu urusanmu An. Baju itu pemberian dari sahabat baikmu. Kalau nggak kamu pakai kan jadinya kamu nggak menghargai pemberiannya,'' sindir Leon.
Tadinya amarah Leon sudah mereda saat Ana datang ke kantornya. Namun saat Leon mendengar Ana memakai baju pemberian lelaki lain, Leon cemburu rasanya ia ingin marah dan ingin membakar baju itu.
''Cepat makan makananmu, setelah itu kita pulang!'' ucap Leon. Ana menurut, ia tak berani menentang perkataan Leon. Yang ada nanti ia di hukum lagi oleh Leon.
Setelah menghabiskan makanannya, Leon mengajak Ana pergi dari pusat perbelanjaan itu. Leon melajukan mobilnya menuju rumah.
''Mas Leon nggak ke kantor? Aku bisa Mas pulang sendiri,'' ucap Ana.
''Biar aku antar,'' ucap Leon tanpa menoleh ke arah Ana.
''Tunggu saja hukuman dariku Anastasya Putri,'' batin Leon tersenyum licik. Setelah makan tadi ia mendapatkan ide yang akan membuat Ana syok saat sampai di rumah nanti.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di halaman rumah keluarga Lewis. Leon ikut turun, ia akan melihat reaksi Ana saat masuk rumah nanti.
''Mas Leon nggak ke kantor lagi?'' tanya Ana.
''Aku masih pusing, aku masih ingin istirahat sebentar,'' ucap Leon.
''Mas, apa Mas Leon ingin mendirikan toko pakaian?'' tanya Ana berbalik.
''Enggak, bukankah ini semua bajumu?'' ucap Leon tersenyum smirk.
''Bajuku? Sejak kapan aku punya baju sebanyak ini,'' ucap Ana bingung.
''Mulai detik ini, baju ini semua milikmu. Dan aku minta, baju kamu yang lama buang saja, termasuk baju pemberian sahabatmu itu,'' ucap Leon.
''Mas, mana mungkin lemari muat di isi baju sebanyak ini,'' ucap Ana.
''Nanti aku akan belikan lemari yang besar, jangan khawatir,'' ucap Leon.
''Tapi Mas. Baju ini semuanya mahal. Aku nggak pantas Mas pakai baju semahal ini semua,'' ucap Ana.
''Apa menurutmu pemberian dari sahabatmu itu baju murah? Tidak An! Itu juga baju mahal. Tapi kenapa kamu menerima begitu saja pemberian darinya. Sedangkan jika bersamaku kamu itung-itungan seperti ini,'' ucap Leon.
''Jika kamu nggak mau pakai, buang saja semuanya,'' ucap Leon berjalan menaiki anak tangga dan pergi ke kamarnya.
''Aku salah lagi kan,'' ucap Ana menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
Ana membawa satu dress yang di belikan oleh Leon tadi ke kamarnya. Ia ingin mandi dan berdandan khusus untuk Leon hari ini. Ana rencananya ingin meminta maaf agar Leon tak merajuk lagi dengannya.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Ana memoles sedikit make up di wajahnya. Ia juga memakai lipstik dengan warna yang hampir sama dengan bibir aslinya. Setelah itu ia keluar dan berjalan ke kamar Leon.
Tok tok tok.
''Mas,'' panggil Ana dari balik pintu.
''Masuk!'' ucap Leon terdengar dingin di telinga Ana.
Ana pun dengan ragu-ragu masuk ke dalam kamar Leon. Leon nampak fokus pada benda pipih yang ia pegang. Ana mendekat ke arah Leon.
Cup.
Entah keberanian dari mana, Ana tiba-tiba mengecup pipi kanan milik Leon. Leon terlonjak kaget saat Ana menciumnya. Leon menatap Ana dari atas sampai bawah dari bawah sampai atas.
''Ana,'' gumam Leon menatap Ana tanpa berkedip.
''Jalan yuk Mas. Aku bosen di rumah terus. Apalagi kita kan belum pernah jalan-jalan berdua,'' ucap Ana manja. Ia duduk di samping Leon dengan tangan melingkar di lengan Leon.
''Kemana?'' tanya Leon.
''Kemana aja, yang penting berdua,'' ucap Ana.
''Tapi aku lagi males keluar. Gimana dong?'' goda Leon.
''Mas Leon nggak asik nih,'' ucap Ana merengut kesal.
''Iya kita jalan-jalan. Tungguin Mas mandi dulu,'' ucap Leon berlalu ke kamar mandi.
''Berhasil kan. Mana mungkin dia betah lama-lama marah sama aku,'' gumam Ana tersenyum lebar.
Beberapa menit kemudian Leon telah selesai dengan ritual mandinya. Ia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Saat ini Ana tengah berada di sofa kamar Leon sambil mengotak atik ponsel miliknya. Ia tak tau jika Leon sudah keluar dari kamar mandi.
''An,'' panggil Leon tepat berada di depan Ana. Ana langsung mendongakkan kepalanya menatap ke atas. Ana juga melihat tubuh atletis milik Leon yang belum tentu di miliki oleh lelaki lain.
''Akhhhhhhhhhh Mas Leon mesummmmmm!!!!'' Teriak Ana sambil menutup matanya.
*
Jangan lupa dukungannya ya guys.
Like, coment, fav, vote dan beri hadiah yaa๐
__ADS_1
See you next episode๐๐๐