
''Tu tuan,'' Nois merasakan gejolak aneh di dalam tubuhnya.
''Aku tak akan melepaskan dirimu lagi An,'' ucap Leon yang sudah berada di atas tubuh Nois. Leon mencium bibir Nois dengan sangat rakus.
''Tuan hentikan,'' ucap Nois dengan nada yang menggoda terdengar di telinga Leon.
''Kamu sudah menyakiti aku An, aku tak akan pernah melepaskan dirimu untuk orang lain,'' ucap Leon menatap wajah Nois dengan pandangan mata yang sayu.
Leon melepaskan kancing kemejanya satu persatu, lalu ia melempar kemejanya ke sembarang arah.
*
Di lain tempat.
Saat ini Lufi dan Nino sedang jalan berdua. Nino mengendarai motor sport nya dengan kecepatan rata-rata.
''No, aku pengen es krim itu,'' ucap Lufi menunjuk es krim yang masih beberapa meter lagi.
''Ya udah kita beli ya,'' ucap Nino. Nino segera menepikan motornya di pinggir jalan raya. Lufi pun segera turun dan melepas helm yang ia pakai. Lufi yang sudah tak sabar ingin membeli es krim itu, ia langsung menyeberang jalan begitu saja. Dan dari arah berlawanan ada mobil yang melaju dengan kecepatan penuh. Nino yang saat itu melihat Lufi yang sudah sampai di tengah jalan pun langsung berlari mengejar Lufi.
''Lufi awassssssssssss!!!!''
Tubuh Nino dan Lufi terpental beberapa meter dari posisi tadi. Orang-orang di sekitar langsung mengerumuni Nino dan Lufi yang masih tergeletak tak sadarkan diri. Salah satu dari mereka menelpon ambulan. Darah mengalir begitu saja dari kepala Nino. Sementara Lufi wajah dan badannya penuh luka.
Beberapa saat kemudian, ambulan pun datang. Nino dan Lufi di bawa ke rumah sakit terdekat dari tempat kejadian. Selang beberapa saat ambulan tersebut telah sampai di rumah sakit terdekat.
Nino dan Lufi langsung di bawa ke ruang IGD. Pihak rumah sakit mencari kartu tanda pengenal Nino dan Lufi. Mereka juga membuka ponsel milik Lufi dan mencari nomor ponsel keluarga yang bisa di hubungi. Sementara ponsel Nino sudah pecah dan tak bisa di pakai lagi.
Tring tringg tringgg.
''Halo,'' ucap Ana.
''Selamat siang, kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan jika pasien bernama Lufia Lewis dan Nino Azada telah mengalami kecelakaan, dan sekarang pasien sedang berada di RS.harapan keluarga.''
''Apa??'' Ana langsung menjatuhkan benda pipihnya. Ana syok, baru beberapa waktu lalu mereka mengobrol bersama dan sekarang 2 sahabatnya itu masuk rumah sakit.
''Aku harus segera ke rumah sakit,'' ucap Ana berlari keluar dari kosnya. Ana segera menyetop taksi yang lewat. Di perjalanan Ana menghubungi sahabat-sahabatnya yang lain. Dan tentu saja mereka semua kaget dengan apa yang mereka dengar kali ini.
__ADS_1
''Ya Allah selamatkan mereka berdua,'' Ana terus berdoa kepada yang maha kuasa untuk keselamatan dua sahabatnya itu.
Beberapa saat kemudian Ana telah sampai di rumah sakit harapan keluarga. Ana segera bertanya ke ruang pusat informasi di mana ruangan Lufi dan Nino berada. Setelah mendapatkan informasi Ana segera berlari ke tempat ruangan IGD.
Ana mondar mandir di depan ruangan IGD. Ana khawatir dengan keadaan sahabatnya di dalam.
''An, gimana keadaan mereka?'' tanya Kevin. Mereka bertiga baru saja tiba.
''Dokter belum keluar,'' ucap Ana lesu.
''Gimana ceritanya An?'' tanya Indra.
''Aku sendiri juga nggak tau Kak. Baru saja aku tiba di kos, pihak rumah sakit menelponku,'' ujar Ana.
Ceklek.
Pintu ruang IGD di buka. Dokter yang memeriksa Nino dan Lufi keluar dari dalam ruangan.
''Bagaimana Dok keadaan sahabat kami?'' tanya Kevin.
''Pasien yang bernama Lufi mengalami cidera pada kaki dan tangannya, Sementara pasien bernama Nino saat ini kritis,'' ucap Dokter.
*
Di tempat yang berbeda.
Dirga baru saja menerima laporan dari anak buahnya jika adik dari bosnya mengalami kecelakaan. Ia segera menyambar jas dan keluar dari ruangannya.
Dirga segera mengambil benda pipihnya. Ia lalu menekan nomor ponsel milik bosnya, namun hasilnya nihil. Nomor ponsel milik Leon sedang tidak aktif. Dirga mencoba nomor telepon kantor. Namun tidak di angkat oleh Leon.
Dirga segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Ia segera mengambil mobilnya lalu bergegas menuju rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit, Dirga langsung menuju ruang IGD seperti yang di ucapkan anak buahnya tadi. Dirga melihat di sana sudah ada sahabat-sahabat Lufi.
''Bagaimana keadaan Nona Lufi?'' tanya Dirga. Ana dan yang lainnya langsung mendongakkan kepalanya menatap orang yang saat ini berada di depannya.
''Kaki dan tangan Lufi cidera, kalau kekasih Lufi saat ini sedang kritis,'' ucap Ana pelan.
__ADS_1
Dirga langsung berlalu dari hadapan mereka tanpa berkata apapun lagi. Entah kemana perginya. Namun yang pasti ia seperti sedang menelpon seseorang.
Lufi di pindahkan menuju ruang rawat. Sementara Nino di pindahkan ke ruang ICU. Orang tua Nino sudah di beritau oleh Kevin dan saat ini mereka telah berangkat dari LN.
Selang beberapa jam, orang tua Nino telah tiba di Rumah sakit harapan keluarga.
''Gimana keadaan Nino Vin?'' tanya Mama Nino.
''Keadaan Nino kritis Tante, saat ini Nino sedang berada di ruang ICU,'' ucap Kevin.
''Bagaimana ini bisa terjadi Vin?'' tanya Mama Nini dengan menangis.
''Kami kurang tau Tante. Yang kami tau Nino dan Lufi sudah berada di rumah sakit karna kecelakaan,'' ucap Kevin.
''Ya ampun Pa, Nino kritis Pa. Anak kita satu-satunya kritis Pa,'' ucap Mama Nino histeris. Tidak berselang lama, Mama Nino tak sadarkan diri. Pihak rumah sakit segera membawa Mama Nino ke IGD untuk di periksa.
''Pasti Tante terpukul banget melihat anaknya yang saat ini sedang kritis,'' ucap Ana pelan.
''Kita berdoa saja untuk kesembuhan mereka berdua,'' ucap Lukman. Sahabat yang lain pun mengangguk setuju.
*
Di lain tempat.
Leon baru saja bangun dari tidurnya. Ia mengerjabkan kedua matanya yang masih sedikit buram. Rasa pening di kepalanya pun belum hilang sepenuhnya.
''Akhhhhh kepalaku sakit sekali,'' ucap Leon. Setelah sadar betul, ia menatap dirinya dan sekelilingnya.
''Apa yang terjadi?'' batin Leon mengerutkan keningnya.
Baju dan celananya masih utuh di badannya, itu berarti ia tak melakukan apapun tadi siang. Leon mengingat ingat kejadian tadi siang. Ia melihat Ana di ruangannya. Tapi masalahnya yang terakhir keruangannya Nois bukan Ana, batin Leon.
''Nggak mungkin kan kalau Ana kesini. Itu berarti aku sudah melakukan hal yang tak senonoh dengan Nois,'' batin Leon. Leon langsung mengecek CCTV yang ada di ruangannya. Saat sudah menemukannya Leon langsung tersenyum lega.
*
*
__ADS_1
Kayaknya Leon nggak melakukan apapun ya guys. Jadi tenang aja. Wkwkwk