
Leon membantu Naswa berdiri dan membawanya ke atas ranjang.
''Maaf, Naswa lagi-lagi merepotkan Mas Leon,'' ujar Naswa tak enak hati.
''Nggak pa-pa. Ini semua kan gara-gara aku. Kalau aku nggak tabrak kamu, mungkin kaki kamu nggak bakal kayak gini,'' ucap Leon.
Leon menatap Naswa yang sejak tadi menunduk. Wajah polos Naswa memberikan keteduhan untuk Leon.
''Ada apa dengan hatiku. Enggak! Aku nggak mungkin jatuh hati kepada gadis ini. Di hati ini hanya ada Ana. Nggak ada yang lain,'' batinnya.
''Istirahatlah, aku keluar dulu,'' ucap Leon lalu keluar dari kamar tersebut.
Naswa hanya memandang Leon yang menghilang di balik pintu. ''Apa nggak ada rasa sedikitpun untuk diriku Mas?'' batin Naswa.
*
Di lain tempat.
Saat ini Ana sedang menunggu Axel pulang dari rumah sakit. Ana telah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Tok tok tok.
Pintu kamar kos di ketuk dari luar. Ana menyibakkan gorden jendela terlebih dahulu sebelum membuka pintu. Ana melihat dari jendela siapa yang datang. Setelah ia tau yang datang Axel ia segera membukakan pintu.
Ceklek.
''Assalamualaikum sayang,'' ucap Axel.
''Walaikumsalam Mas,'' jawab Ana.
Ana membuka pintu sedikit lebar agar Axel masuk dengan mudah.
''Aku udah masak buat makan malam kita. Mas Axel mandi dulu ya, aku ambilkan baju buat Mas Axel,'' ucap Ana.
''Kiss dulu Yang,'' ucap Axel. Wajah Ana pun langsung memerah seperti tomat.
Cup.
Ana mengecup sekilas kening Axel. Axel hanya tersenyum tipis.
''Bukan di situ tapi di sini,'' ucap Axel menunjuk ke arah bibirnya.
''Em, mending Mas Axel segera mandi. Nanti keburu dingin,'' ujar Ana.
__ADS_1
''Tapi setelah aku mandi kasih hadiah ya,'' Axel pun tersenyum tak berdosa. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi.
''Hadiah? Apa Mas Axel akan meminta hak nya malam ini. Siap nggak siap aku harus siap. Aku harus bisa segera mencintai Mas Axel,'' gumam Ana.
Beberapa saat kemudian, Axel keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Ana tidak kaget, karna ia sudah biasa melihat roti sobek di perut Axel.
''Pakai baju dulu Mas, setelah itu makan,'' ujar Ana. Axel pun menurut, ia memakai baju yang di siapkan oleh Ana dan setelah itu mereka makan malam.
''Setelah ini Mas ada surprise buat kamu,'' ucap Axel di sela-sela makannya.
''Apa Mas?'' tanya Ana penasaran.
''Ya rahasia dong. Kalau Mas beritahu sekarang namanya nggak surprise,'' ujar Axel.
''Hem baiklah,'' ucap Ana menu
''Makan yang banyak. Biar anak kita sehat,'' ucap Axel sambil tersenyum. Seketika Ana langsung tersedak makanan yang baru masuk ke dalam mulutnya.
Uhuk uhuk uhuk.
''Pelan-pelan dong Yang,'' ucap Axel menepuk punggung Ana.
''Maaf, bercanda Mas kelewatan,'' ucap Axel yang menyesal karna telah bercanda seperti itu.
Makan malam mereka pun berakhir. Saat ini Ana tengah di ajak keluar oleh Axel, entah tujuan mereka kemana, Ana pun tak tau.
Setelah beberapa saat perjalanan, mereka sampai di depan rumah yang tidak terlalu besar namun sangat mewah.
''Ini rumah siapa Mas?'' tanya Ana. Namun Axel hanya diam saja.
''Ayo,'' Axel mengajak Ana masuk ke dalam rumah. ''Surpriseee,'' ujar Axel membuat Ana kaget. Di dalam rumah banyak balon-balon dan tulisan welcome.
''Mas ini rumah siapa?'' Ana pun masih bingung dengan semuanya.
''Ini rumah kita sayang. Besok kita pindah kesini ya. Mas bukannya nggak mau berada di sana. Namun, alangkah baiknya kita tinggal di rumah yang bersih dan nyaman,'' ucap Axel.
''Jadi Mas Axel diam-diam beli rumah?'' tanya Ana.
Axel mengangguk. ''Maaf ya nggak bicara dulu sama kamu. Mas hanya pengen membuat surprise untuk kamu sayang,'' ucap Axel.
''Makasih ya Mas,'' ucap Ana bahagia, ia langsung memeluk tubuh Axel.
Cup.
__ADS_1
Ana tiba-tiba mengecup bibir milik Axel, kecupan itu berubah menjadi lu*atan setelah Axel ikut merespon.
''Eughhh,'' lenguhan itu tiba-tiba keluar dari bibir milik Ana.
''Apa kamu mau melakukannya di sini?'' bisik Axel tepat di dekat telinga Ana. Ana langsung menunduk malu.
''Kita ke kamar ya, rasanya pasti nggak nyaman kalau pertama kali melakukannya di sofa,'' ucap Axel langsung menggendong Ana ala bridal style. Ana pasrah saja, ia tak mau berontak lagi.
Setelah sampai di kamar, Axel merebahkan tubuh Ana di ranjang dengan pelan. Axel berada di atas Ana dan menatap Ana dengan tatapan sayu penuh gairah.
''Apa kamu ingin melakukannya malam ini?'' tanya Axel. Ana hanya mengangguk pelan dan malu-malu.
''Berdoa dulu ya,'' ucap Axel. Mereka pun berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri. Setelah berdoa, Axel mencium seluruh wajah Ana tanpa ada yang terlewat.
''Semoga setelah ini kamu bisa mencintaiku An,'' ucap Axel di dalam hati.
Ciuman yang awalnya hanya di wajah, sekarang turun menuju leher dan semakin turun menuju dada. Axel meraba kancing baju milik Ana dan melepasnya satu persatu. Setelah kancing baju terlepas semua, Axel menatap gunung kembar itu dengan nafas naik turun. Ia segera membuka penutup yang berwarna hitam itu dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.
Suara laknat terus keluar dari mulut Ana. Ia seperti merasakan terbang ke atas awan. Apalagi mereka melakukannya sudah sah menjadi suami istri, rasa nikmat itu bertambah 10 kali lipat walaupun Ana belum sepenuhnya mencintai Axel.
Skip aja ya cari aman๐
Hampir 1 jam mereka melakukan malam pertama yang seharusnya di lakukan bulan lalu. Saat ini mereka berdua tidur saling memeluk satu sama lain. Walaupun Axel bukan orang pertama, Axel tak masalah. Ia bahagia karna bisa memiliki Ana seutuhnya.
Pagi pun menjelang, Ana merasakan ada benda berat menimpa perutnya. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya.
''Ini di mana?'' gumam Ana yang nyawanya belum terkumpul semua.
''Pagi kesayangan,'' sapa Axel yang semakin memeluk Ana dengan erat.
''Kita di mana Mas?'' tanya Ana yang tiba-tiba penyakit pikun mampir di otaknya.
''Kamu lupa? Kita di rumah baru sayang. Jangan bilang kalau kamu juga lupa kita semalam ngapain aja,'' ucap Axel.
''Eh, aku ke kamar mandi dulu Mas,'' ucap Ana mengalihkan pembicaraan yang akan membuatnya malu. Ana malu mengingat kejadian tadi malam saat ia merintih nikmat saat Axel berada di atasnya.
''Olah raga pagi yuk Yang,'' ajak Axel yang tiba-tiba menarik tubuh Ana hingga ia berada di atas tubuh Axel.
''Mas ini udah siang,'' ucap Ana menutupi kedua asetnya.
''Hari ini kan libur. Olah raga dulu aja,'' ucap Axel. Axel mengoyang-goyangkan tubuh Ana yang berada di atasnya. Sampai akhirnya kejadian tadi malam terulang kembali pagi ini.
๐
__ADS_1