Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Bab 60 PGD


__ADS_3

Ana dan Leon tidur dengan saling berpelukan. Mereka lupa jika di bawah sana ada orang tua Ana yang saat ini juga tinggal 1 atap dengan mereka.


Jam menunjukkan pukul 4 sore, Ibu Siti kebingungan mencari kamar Ana. Ibu Siti tak mendapati satu pun orang di rumah itu.


''Sepi banget, kemana ya semua orang?'' gumamnya. Ia menoleh ke sana kemari namun tak ada satupun orang.


''Ibu cari siapa?'' tiba-tiba Lufi nongol dari arah dapur.


''Eh, ya ampun Ibu sampai kaget!'' Ibu Siti mengelus dadanya karna kaget. ''Itu Nak Lufi, kamar Ana di mana ya? Kok Ana dari tadi nggak kelihatan?'' tanyanya.


''Oh, kamar Ana ada di atas Bu. Dari arah tangga kamar nomor 3, sebelah kamar Kak Leon,'' ucap Lufi.


''Ya sudah Ibu ke atas dulu ya Nak, mau bangunin Ana, pasti anak itu masih tidur,'' ucap Ibu. Lufi hanya menganggukkan kepalanya, ia tak tau jika Leon masih berada di kamar Ana.


Ibu Siti menaiki anak tangga, ia segera mencari kamar nomor 3 dari arah tangga.


''Aduhh rumahnya besar sekalii. Kakiku sampai pegal naik tangga sepanjang ini,'' keluh Ibu Siti.


Ibu Siti pun berjalan menuju kamar nomor 3 dari arah tangga.


''Pasti ini kamarnya,'' gumam Ibu Siti.


Tok tok tok.


''An, Ana, kamu ada di dalam kan? Ibu boleh masuk?'' tanya Ibu Siti sambil terus mengetuk pintu kamar.


Ana yang mendengar ada suara ketukan pintu tanpa sadar langsung mengerjabkan matanya.


''Ana, Ibu masuk ya,'' ucap Ibu lagi.


''Ibu!! Mampus aku,'' Ana panik karna masih mendapati Leon yang tengah tertidur pulas sambil memeluk pinggangnya.


''Mas, Mas Leon bangun. Ada Ibu Mas!'' Ana menggoyang-goyangkan tubuh Leon, namun Leon tidur seperti mati, tak ada pergerakan sama sekali di tubuhnya.


''Ya ampun gimana ini, Mas bangun!!'' Ana berucap di samping telinga Leon.


''Emmm, apa sih sayangg,'' Leon malah mengeratkan pelukannya di tubuh Ana.


''Mas!! Di luar ada Ibu. Ibu mau masuk kamarku Mas!!'' sentak Ana.


''Apa?!! Kenapa tidak bilang dari tadi. Terus aku harus ngumpet di mana?'' Leon langsung melompat dari ranjang. Ia langsung bingung mencari tempat persembunyian.


''Di bawah ranjang!'' ucap Ana, Leon segera menuju bawah ranjang, namun ia tak bisa masuk karna kolong yang terlalu sempit.


''Ngak bisa!'' ucap Leon.


''Kamar mandi Mas, cepet!!'' Ana mendorong Leon masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


''Huh, semoga ibu nggak curiga,'' Ana mengelus dadanya karna lega sudah mendapatkan tempat persembunyian untuk Leon. Ana segera berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu untuk Ibu Siti.


Ceklek.


''Lama banget sih Nak, ngapain aja di dalem,'' gerutu Ibu Siti.


''Maaf Bu, tadi Ana lagi di kamar mandi, jadi nggak kedengeran,'' ucap Ana beralasan.


''Ibu masuk ya,'' belum sampai Ana berkata ya, Ibu Siti sudah terlebih dulu masuk ke dalam kamar Ana.


''Wahh kamar kamu lebih besar dari pada kamar bawah An. Benar-benar sultan ini mah,'' Ibu Siti berjalan sambil memandangi kamar Ana dengan takjub.


''I iya Bu,'' ucap Ana.


''Eh ini kok foto Nak Leon ada di sini? Kamu naksir ya sama Nak Leon?'' ucap Ibu menatap Ana dengan tatapan penuh selidik.


''Foto?'' Ana mendekat ke arah Ibunya. Ana tidak pernah tau jika di kamarnya ada foto Leon.


''Ini,'' Ibu memperlihatkan foto Leon yang sedang memakai celana pendek dan kaos oblong serta kaca mata yang bertengger di hidungnya.


''Sejak kapan ada foto Mas Leon di sini?'' batin Ana.


''Kamu naksir ya sama Nak Leon sampai-sampai kamu menyimpan fotonya,'' ucap Ibu Siti lagi.


''I Ibu apaan sih, mana ada aku naksir sama dia,'' ucap Ana dengan gugup.


''I iya Bu,'' Ana menghela nafas panjangnya.


''Terus foto ini kenapa ada di sini?'' tanya Ibu lagi.


''Bu, rumah ini kan milik Mas eh Kak Leon, ya terserah dong fotonya ada di mana saja,'' ucap Ana.


''Iya juga ya,'' ucap Ibu menganggukkan kepalanya. ''Tapi kenapa harus ada di dalam kamar kamu?'' tanya Ibu.


''Ya ini kan bekas kamar Kak Leon,'' ucap Ana mencari alasan.


''Oh ini bekas kamar Nak Leon?'' Ibu melanjutkan melihat lihat ruang kamar yang ada di sana.


''Ibu mau kemana?'' Pekik Ana saat Ibu Siti ingin membuka kamar mandi.


''Ibu mau lihat kamar mandinya An. Pasti beda sama yang ada di bawah,'' ucap Ibu sambil memutar knop pintu kamar mandi.


''Bu bu bu, jangan. Em itu, anu---


''Apaan sih An, orang ibu cuma mau lihat kok,'' ucap Ibu.


''Bu, bu jangan!!!''

__ADS_1


''Kenapa sih An, ada yang kamu sembunyikan sama Ibu?'' tanya Ibu Siti.


''Enggak gitu Bu---


Tiba-tiba Bapak Husein nongol di dekat pintu.


''Ternyata Ibu di sini toh? Bapak cari kemana-mana nggak ketemu,'' ucap Bapak masuk ke dalam kamar.


''Kok Bapak tau kalau Ibu ada di sini?'' tanya Ibu.


''Tadi ada Nak Lufi yang sedang asik nonton Tv, Bapak tanya deh sama dia,'' ucap Bapak.


''Aduhhh, Bapak malah ikutan ke sini lagi. Gimana ya caranya agar mereka berdua pergi dari kamar ini,'' batin Ana mencari ide di kepalanya.


''Pak, Bu, kalian turun dulu ya, aku mau mandi soalnya,'' ucap Ana beralasan.


''Ibu masih mau di sini An, kalau kamu mau mandi ya sudah sana mandi,'' ucap Ibu.


''Em, anu Bu, em Kak Leon nanti malam mau ajak Ibu dan Bapak keliling Jakarta, mending sekarang Ibu dan Bapak siap-siap deh, Ana juga mau mandi nih,'' ucap Ana.


''Beneran Nak Leon mau ajak Ibu dan Bapak keliling jakarta?'' tanya Ibu dengan mata berbinar.


''Eh, iya Bu,'' ucap Ana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Aduuhhh, maafin Ana ya Mas,'' batin Ana.


''Ya udah kalau gitu Ibu dan Bapak siap-siap dulu. Kamu cepetan mandinya,'' Ibu pun menarik Bapak keluar dari kamar Ana, Ana merasa lega karna Ibu dan Bapaknya tak mengetahui tempat persembunyian Leon saat ini.


''Gimana ya ngomongnya sama Mas Leon, aku bener-bener nggak enak nih,'' gumam Ana.


''Nggak enak kenapa, hem?'' Leon tiba-tiba muncul dan memeluk Ana dari belakang.


''Ihhh, Mas Leon ngagetin aja sih!'' gerutu Ana.


''Hehehe Maaf, cepet mandi! katanya mau keliling Jakarta,'' ucap Leon tengah tersenyum kepada Ana.


''Mas Leon denger tadi?''


''Hem, ya udah cepet mandi sana! Kasihan Bapak dan Ibu nanti nungguin lama,'' ucap Leon.


''Makasih ya Mass, ihhh tambah cinta deh,'' Ana memeluk tubuh Leon sambil sesekali mencium pipi Leon.


''Mulai nakal!!''


*


Jangan lupa vote nya hari senin yaaa..

__ADS_1


__ADS_2