
Hidup memang penuh misteri dan teka teki kehidupan. Ada yang bahagia, ada yang bersedih. Ada yang bertemu dan ada juga yang kehilangan.
Namun semua itu tidak akan mengubah takdir hidup yang akan Allah berikan kepada hambanya. Suatu saat kebahagiaan akan menjadi kesedihan dan begitu juga sebaliknya suatu saat kesedihan akan menjadi sebuah kebahagiaan.
Di sebuah cafe tampak seorang gadis cantik yang saat ini duduk termenung menghadap ke arah jalanan yang ramai. Dia masih saja merasa sedih karena kehilangan orang orang yang sangat di cintai nya.
Meski pun sudah beberapa tahun berlalu, dia tetap saja merasa kehilangan. Dia merasa dunia sangat kejam kepada nya.
Apakah kesepian yang dia rasakan saat ini akan berlanjut atau kah akan segera berakhir. Yang dia pikirkan hanya sekedar bagaimana supaya dia bisa bertahan hidup di kota besar ini.
Dia merasa bahwa semua orang menghilang dari kehidupan nya.
"Kapan semua ini akan berakhir tuhan... Aku sudah tidak sanggup lagi menahan semua ini, aku udah lelah, aku capek banget." Sintya tampak mengeluarkan air mata nya, dia sudah tidak bisa membendung nya lagi.
Hari hari yang dilalui oleh wanita itu selama ini memang sangat pahit dan tidak ada kebahagiaan yang tersisa sedikit pun.
Tiba-tiba saja dia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dari tadi. Tapi siapa ya... Sintya hanya bisa berdialog dengan pikiran nya sendiri.
Dia beranjak dari tempat itu berniat membantu pemilik cafe membawa kan makanan ke pelanggan yang tampak ramai saat ini.
"Antar kan ke ruang VIP ya sin, itu pesanan bos besar." Kata pemilik cafe tersebut kepada Sintya.
__ADS_1
"Baik pak, saya antar sekarang." Dengan membawa beberapa makanan Sintya langsung berjalan menuju ruang VIP yang berada di lantai atas.
Tok tok tok... Sintya mengetuk pintu sebelum dia masuk. "Permisi.. Saya mau mengantarkan pesanan bapak." Ucap Sintya sopan.
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari dalam ruangan tersebut yang mengatakan kalau dirinya boleh masuk. "Masuk." Aura dingin sudah mulai terasa.
Sintya kemudian membuka pintu pelan dan langsung masuk dengan hati hati sambil menunduk kan kepala nya tanpa ingin melihat siapa yang ada di sana.
"Silahkan di makan pak." Kata Sintya basa basi sambil meletakkan makanan di atas meja.
Disaat Sintya ingin meletakkan makanan, seseorang mengelus tangan nya sambil berkata, " Wah.. tangan kamu halus sekali, kamu tidak cocok jadi pelayan. Siapa nama kamu cantik?"
Sintya mulai merasa takut dan berusaha menarik tangan nya pelan. " Na-nama sa-saya sin-sintya pak." Jawab Sintya mulai takut.
"Pak le-lepas kan ta-tangan aku, a-aku mau la-lanjut ke-kerja." Kata Sintya mulai berkaca kaca.
"Boleh dong kita bersenang-senang dulu, sambil minum disini." Laki laki itu mulai menarik badan Sintya ke pelukan nya.
Melihat kejadian itu rahang seseorang yang berada di sebelah nya mulai mengeras dan emosi nya sudah sampai ke ubun ubun. "Lepas kan gadis itu." Teriak nya seketika.
"Ayo lah bro kita bersenang-senang dulu dengan wanita cantik ini, kapan lagi kalau bukan sekarang." Jawab nya santai.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari orang itu, emosi Gilang makin tidak bisa di tahan lagi. Ternyata orang yang di sebelah itu adalah Gilang Ramadhan, orang yang selama disukai oleh banyak wanita karena ketampanan nya.
"Lepas kan gadis itu atau kerja sama kita batal." Teriak Gilang dengan mata memerah.
"Bro.. Masak gara gara gadis kampung ini kerjasama kita bisa batal, ayolah kamu pikir pikir lagi." Jawab orang yang bernama Alex Wijaya itu.
Melihat air mata Sintya yang sudah mengalir begitu banyak membuat Gilang merasa bersalah dan merasa kalau dirinya tidak berguna.
Gilang langsung menarik tangan Sintya dari Alex dan membawa Sintya pergi dari tempat itu. "Kerjasama kita batal." Seru Gilang penuh emosi.
"Ayo kita tinggal kan tempat ini."
Gilang mengajak Sintya ke sebuah taman yang tak jauh dari cafe itu untuk menenangkan pikiran nya terlebih dahulu.
"Udah jangan nangis lagi, ada aku disini. Aku akan melindungi mu." Gilang langsung menarik Sintya kedekapan nya.
Setelah merasa lebih baik, Sintya kemudian memberanikan diri untuk melihat orang yang berada di hadapan nya saat ini. Hati nya sangat berdebar ketika mengetahui orang yang selama ini ia rindukan berada di hadapan nya.
"Gilang..." Sintya semakin menangis sejadi jadinya.
"Udah kamu jangan nangis lagi, aku ada disini." Gilang mengusap pelan kepala Sintya.
__ADS_1
"Gilang... Aku aku.."
"Udah udah, lebih baik tenang kan dirimu terlebih dahulu." Gilang sangat paham apa yang dirasakan oleh wanita yang dicintainya itu saat ini.