Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Bab 66 PGD


__ADS_3

''Kamu tanya aku ngapain? Aku nungguin kamu di kampus dari pukul 10 sampai pukul 3 An, 5 jam aku nungguin kamu. Dan sekarang aku berada di sini kamu masih tanya ngapain?'' ucap Leon kecewa.


''Memangnya siapa yang nyuruh Mas Leon nungguin aku,'' ucap Ana membuat darah Leon seperti mendidih saat itu juga.


''Kamu kenapa sih An. Sejak ketemu sama Axel kemarin kamu berubah gini sama aku. Kamu suka sama dia?'' tanya Leon.


''Mas Leon bicara apa sih. Nggak jelas banget,'' Ana pun berjalan menuju meja riasnya untuk menyisir rambutnya.


''An! Kalau aku salah aku minta maaf. Tapi kenapa sikap kamu masih dingin gini sama aku, kamu udah nggak ada rasa sama aku, iya?'' tanya Leon menahan amarahnya. Namun Ana hanya diam, ia terlalu kecewa dengan sikap Leon yang kadang mau menang sendiri.


''Jangan diam aja An. Jawab!'' ucap Leon.


''Kenapa Ana diam saja. Apa benar jika ia sudah tak ada rasa lagi sama aku,'' batin Leon.


''Jadi benar kamu udah nggak ada rasa lagi sama aku An? Hah,'' Leon menghembuskan nafasnya kasar. Ana berdiri dari kursinya.


''Rasa ini masih sama Mas. Aku hanya kecewa saja sama Mas Leon,'' ucap Ana datar.


''Aku minta maaf An, apa salahku sudah tak bisa di maafkan?'' tanya Leon.


''Aku sudah memaafkannya Mas. Aku hanya lelah, aku ingin sendiri,'' ucap Ana yang tanpa sengaja mengusir Leon dari kamarnya.


''An, aku nggak bisa kamu cuekin kayak gini, sebenarnya kamu kenapa sih?'' tanya Leon berusaha meraih tangan Ana, namun Ana malah menghindar.


''Aku lelah Mas. Kenapa kamu nggak ngerti bahasa manusia sih,'' ucap Ana yang terlihat kesal dengan Leon.


''Ya sudah kamu istirahat aja, aku keluar dulu,'' ucap Leon pasrah. Leon tak mau jika ia terus menerus mendesak Ana, yang ada nanti Ana malah ilfeel dengannya.


''Maafin aku Mas Leon. Aku janji setelah ini aku nggak akan marah-marah lagi,'' batin Ana.


Ana pun segera berganti baju dan siap-siap untuk keluar berbelanja dengan Lufi.


Ceklek.


Pintu di buka dari dalam, Ana dan Leon sama-sama terkejut. Ana tak tau jika Leon sejak tadi tidak meninggalkan kamarnya. Leon malah bersandar di dinding dekat pintu kamar Ana.


''Mas Leon ngapain di sini?'' tanya Ana.


''Em, aku hanya,,, kamu mau kemana?'' tanya Leon melihat Ana yang sudah terlihat cantik dan rapi.


''Ehm, a aku keluar sebentar,'' ucap Ana setengah gugup.


''Ayo aku antar,'' ucap Leon.

__ADS_1


''Nggak usah Mas, aku sama Lufi kok,'' ucap Ana berjalan meninggalkan Leon.


''Iya nggak pa-pa, aku antar,'' ucap Leon menyusul Ana.


''Nggak usah Mas,'' tolak Ana.


''Kamu kenapa sih An, kenapa jadi aneh kayak gini. Aku semakin curiga sama kamu kalau kamu ngehindarin aku terus kayak gini,'' ucap Leon.


''Terserah deh Mas,'' ucap Ana menuju kamar Lufi tanpa menghiraukan Leon.


''An, Ana, aku belum selesai bicara An,'' Leon pun ikut masuk ke dalam kamar Lufi.


''Ana, aku belum selesai ngomong,'' ucap Leon.


''Ayo Fi, kita berangkat sekarang,'' ajak Ana.


''Oke,'' Ana dan Lufi meninggalkan Leon yang tengah membatu di tempatnya. Ingin rasanya ia marah, tapi di sini dia yang mengawali permasalahan ini sampai-sampai Ana bersikap dingin padanya.


''Ana, Lufi tunggu! Kalau kalian nggak mau aku antar, maka kalian nggak boleh pergi,'' ancam Leon.


''Kak Leon apa-apaan sih, ini urusan perempuan Kak, kenapa Kakak mau ikut sih. Kayak nggak ada kerjaan aja,'' Ucap Lufi tak terima.


''Kakak emang nggak ada kerjaan, ayo aku antar,'' ucap Leon.


''Enggak!! Kak Leon nggak boleh ikut, mending kamu di rumah aja An, biar aku sama Nino yang pergi,'' ucap Lufi.


''Udah nggak pa-pa. Urus tuh bayi besarmu!'' ucap Lufi meninggalkan Ana dan Leon.


Ana pun berbalik ingin pergi dari hadapan Leon. Namun Leon segera mencekal tangan Ana.


''Mau kemana, hem? Jangan bilang lelah, mau istirahat,'' ucap Leon.


''Aku mau masak, mau makan, laper,'' ucap Ana datar.


Leon membuntuti Ana kemana pun Ana pergi. Ingin rasanya ia memeluk tubuh yang selama ini menjadi candunya, namun Leon tak yakin jika Ana tidak bertambah marah dengannya.


''Mas, bisa nggak sih nggak ngikuti mulu, aku pusing kalau kamu ngintilin kayak gini terus,'' gerutu Ana.


''An, kamu nggak pernah protes lo selama ini. Kenapa sekarang kamu beda kayk gini,'' ucap Leon.


''Mas, cinta itu akan pudar dengan sendirinya dengan sikapmu yang selalu ingin menang sendiri, berlebihan dan tak pernah menghargai pasangannya. Apa Mas Leon nggak merasakan jika selama ini sikap Mas Leon benar-benar membuat aku nggak nyaman,'' ucap Ana menatap tajam ke arah Leon.


''Maksud kamu apa An?'' tanya Leon pelan.

__ADS_1


''Nggak ada maksud apa-apa Mas. Seharusnya seorang CEO perusahaan besar bisa ngerti apa yang aku ucapkan barusan,'' ucap Ana meninggalkan Leon yang masih mencerna ucapan Ana.


Ana berjalan setengah berlari menuju kamarnya. ia segera mengunci pintu kamarnya itu.


''Maafin Ana Mas, maafin Ana. Ana nggak bermaksud menyakiti hati Mas Leon. Cinta ini masih sama seperti kemarin-kemarin,'' batin Ana.


Di lantai bawah, Leon masih terngiang-ngiang ucapan Ana. Tiba-tiba air matanya menetes di pipi.


''Apa ini artinya hubungan kita berakhir An?'' gumamnya berbicara sendiri. Leon tak habis fikir jika hubungannya dengan Ana akan berakhir seperti ini. Di saat ia sangat mencintai kekasihnya, di saat itulah ia akan terluka.


''Apa hari-hari yang kita lewati selama ini nggak ada artinya di hatimu An? Apa sebenarnya kamu nggak pernah mencintaiku?'' gumamnya lagi.


Ia berjalan menuju kamarnya dengan langkah lunglai. Setelah sampai di kamar ia segera menutup pintunya dengan sangat kencang.


Bruakkkk.


Ana yang berada di dalam kamarnya pun ikut terlonjak kaget.


''Pasti Mas Leon saat ini sangat marah sama aku. Maafin aku Mas. Ini semua ide Lufi,'' ucap Ana.


Leon memilih menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Air mata yang tadi jatuh, kini jatuh kembali dengan sangat deras. Kecewa, marah dan sakit hati menjadi satu.


*


Sementara di tempat lain, Lufi saat ini berbelanja bersama Nino. Mulai dari ikan, ayam, jagung dan masih banyak lagi. Lufi akan mengadakan pesta kecil-kecilan di rumahnya nanti.


''Eh iya kita belum beli kuenya sayang,'' ucapnya.


''Ya udah kita beli sekarang,'' ucap Nino.


*


*


Udah bisa di tebak ya mereka mau ngapain.


He he he. 2 bab untuk mengakhiri tahun 2022.


Happy new years all.


Jangan lupa tinggalkan jejak nya di sini.


Like, coment, fav, vote dan beri hadiah.

__ADS_1


Lope you sekebon.


See youπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2