
Hari-hari pun telah berlalu, sudah 2 bulan ini Ana tidak bekerja. Ia memilih keluar dari pekerjaannya karna badannya yang terlalu lemah untuk di buat bekerja. Usia kandungan yang masih sangat muda membuat ia cepat kelelahan. Axel pun tak tega jika melihat istri yang paling di cintainya kelelahan sedikit saja.
Tringgg tringgg tringgg.
Bunyi ponsel miliknya berbunyi nyaring. Ia meraba atas meja untuk mengambil ponselnya.
''Halo,'' ucap Ana dengan suara khas bangun tidur.
''Halo An, gimana kabarmu?'' tanya Lufi.
''Alhamdulillah baik Fi. Ada apa?'' tanya Ana yang masih sangat mengantuk.
''Nggak pa-pa sih, cuma kangen aja sama kamu,'' ucap Lufi.
''Heleh, baru kemarin kita telponan Fi,'' ucap Ana. Hampir setiap hari Ana dan Lufi saling bertukar kabar. Ana juga sudah tau tentang rencana pernikahan Leon yang tinggal beberapa hari lagi. Dan Lufi juga sudah tau jika saat ini Ana tengah mengandung.
''Hehehe, gimana An. Kamu jadi kan ke Jakarta. Aku udah rindu berat loh sama kamu,'' ucap Lufi.
''Em, belum tau ya. Aku belum bilang sama Mas Axel,'' ucap Ana jujur.
''Ihh kamu dari kemarin belum bilang mulu sih An,'' gerutu Lufi yang terdengar kesal.
''Ya aku lupa mau bilang sama dia. Iya iya nanti aku tanyakan dulu, Mas Axel bisa apa enggak. Soalnya jadwalnya di rumah sakit padat,'' ujar Ana.
''Ya udah deh. Aku tunggu kabar baiknya. Sehat-sehat ya bumil sama calon debaynya,'' ucap Lufi.
''Aamiin aamiin, makasih doanya tante,'' ucap Ana menirukan suara anak kecil.
Ana pun mengakhiri panggilan teleponnya. Ia melihat jam yang ada pada ponsel miliknya.
''Akhh udah jam 3, bentar lagi Mas Axel pulang,'' gumam Ana langsung bergegas menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Ana keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh yang terlihat segar.
''Mas Axel di masakin apa ya?'' Ana berfikir sambil menyisir rambutnya. ''Udang aja deh, kan dia udah lama nggak makan udang,'' gumamnya.
Ia segera menuju dapur dan mengambil udang yang berada di kulkas. Saat ini membersihkan udang itu, tiba-tiba perut Ana terasa mual karna bau dari udang tersebut. Ana membekap mulutnya lalu setengah berlari menuju kamar mandi.
Hoek hoek hoek.
ART yang bekerja di sana pun langsung menghampiri Ana yang berjongkok di depan closet duduk.
__ADS_1
''Bu, Ibu nggak pa-pa?'' tanya ART itu dengan panik.
Hoek hoek hoek.
Ana tak menyahut ucapan ART nya. Ia fokus pada perutnya yang terasa di aduk-aduk.
''Aduh gimana ini,'' Bibi surti pun panik. Ia memijit tengkuk Ana.
''Udah Bi, Ana nggak pa-pa kok,'' ujar Ana lirih. Tenaganya lemah setelah ia mengeluarkan isi perutnya.
''Tapi Bu Ana lemas gini. Bibi bantu ke kamar ya,'' ucap Bibi Surti.
''Iya Bi,'' ucap Ana berdiri dan berjalan di dampingi Bibi Surti di dekatnya.
Sesampainya di kamar Ana merebahkan tubuhnya di atas kasur. ''Bi tolong masakin udang tadi ya. Mas Axel suka sekali dengan udang,'' ucap Ana sambil menahan agar ia tidak muntah lagi.
''Iya Bu. Biar Bibi masakin. Ibu istirahat saja ya,'' ujar Bi Surti.
''Makasih ya Bi,'' ucap Ana.
''Iya, sama-sama Bu,'' ucap Bi Surti.
Bi Surti pun keluar dari kamar majikannya. Setelah ia menutup pintu, ia di kagetkan dengan datangnya majikan laki-lakinya di depannya.
''Ada apa Bi?'' tanya Axel.
''Eh itu, Ibu tadi muntah-muntah terus Pak, gara-gara mencium bau udang yang mau di masak,'' ucap Bi Surti.
''Kan aku udah bilang Bi. Jangan bolehin Ibu menginjakkan kakinya di dapur,'' ucap Axel mengingatkan.
''Tadi Bibi kebelakang sebentar Pak. Tiba-tiba Ibu udah ada di dapur,'' ucap Bibi menundukkan kepalanya karna takut kepada Axel.
''Terus gimana sekarang?'' tanya Axel.
''Ibu sedang istirahat di kamar Pak. Bibi permisi dulu,'' ucap Bibi Surti.
Axel pun masuk ke dalam kamar, ia mendapati istrinya sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
''Sayang,'' Axel mendekat ke arah ranjang.
''Mas Axel,'' Ana langsung duduk bersandar. Tak lupa ia mencium tangan Axel.
__ADS_1
''Kata Bibi kamu habis muntah-muntah lagi,'' ucap Axel.
Ana mengangguk pelan. ''Aku pengen masakin Mas Axel udang asam manis, makanan kesukaan Mas Axel. Tapi saat aku mencuci udangnya perut aku rasanya seperti di aduk-aduk Mas,'' ucap Ana dengan manja.
''Kan Mas udah bilang. Jangan pernah menginjakkan kaki di dapur selama kamu hamil. Biar Bibi yang masak sayang,'' ucap Axel lembut. Ia mengelus-elus rambut Ana dengan pelan.
''Ya kan aku juga mau masakin suami aku. Masa iya suamiku di masakin orang lain terus,'' gerutu Ana. Axel pun menahan senyum saat istrinya di mode ngambek seperti ini.
''Kamu cemburu sama Bibi?'' tanya Axel.
''Siapa juga yang cemburu, aku cuma mau masakin suamiku aja. Apa salahnya,'' raut wajah Ana pun terlihat kesal kepada Axel.
''Nggak salah sayang. Kan di sini ada debay. Dia itu terlalu sensitif. Cium bau parfum Papanya aja langsung mual. Apalagi cium bau udang,'' ucap Axel.
Ana hanya menekuk wajahnya dengan kesal. Di saat hamil seperti ini Ana sedikit-sedikit ngambek tidak jelas. Kadang Axel sampai kuwalahan dengan sikap Ana yang tiba-tiba berubah. Untung Axel cinta setengah mati, ia dengan sabar membujuk Ana agar tidak marah-marah lagi.
''Kita makan di luar aja ya. Kamu mau makan apa?'' tanya Axel sabar.
''Aku lagi nggak pengen apa-apa,'' jawab Ana ketus.
''Ya udah kalau gitu Mas mandi dulu. Nanti kalau kamu pengen apa-apa beritahu Mas ya,'' ucap Axel sabar. Axel pun masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Ana mengelus perutnya yang terasa lapar.
''Kok aku malah ngerasa lapar sih. Pengen ayam bakar tapi,,,''
Beberapa saat kemudian Axel keluar dari dalam kamar mandi. Ia melihat ke arah Ana yang tengah tersenyum kepadanya. Padahal beberapa saat yang lalu ia baru saja ngambek nggak jelas.
''Ada apa, hem?'' tanya Axel mendekat.
''Pengen ayam bakar Mas,'' rengek Ana seperti anak kecil.
''Ya udah kita beli ya. Kamu siap-siap dulu sana,'' ucap Axel.
''Horee, makasih Mas,'' Ana langsung mengecup pipi kanan Axel. Setelah itu ia segera bergegas ke kamar mandi.
Axel menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak menyangka Ana yang anggun dan lemah lembut berubah menjadi tukang ngambek dan suka marah-marah.
''Sehat-sehat di perut mamamu sayang. Kamu adalah penguat hubungan Mama dan Papa,'' gumam Axel menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kawan.
Jangan lupa mampir di karya baru AELESHA👍