Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Penawaran 2


__ADS_3

Sintya tampak berfikir sejenak dan kemudian berjalan kearah dapur. Entah apa yang dia lakukan saat ini hanya dia yang tau.


Beberapa saat kemudian dia keluar dengan membawa dua gelas juz alpukat dingin dan meletakkan di atas meja dekat Gilang duduk.


"Silahkan di minum, kamu pasti suka walaupun gak merasa haus sama sekali." Sintya menyodorkan gelas itu kepada Gilang.


" Kamu masih ingat aja favorit aku, kalau tau gini langsung aku minta dari tadi." Gilang langsung menyeruput habis juz alpukat yang sudah berada di tangan nya.


"Aahhh... Alhamdulillah enak banget juz alpukat buatan kamu. Makasih ya.." Gilang meletakkan kembali gelas yang sudah kosong sambil tersenyum.


"Iya sama sama.. Mau nambah lagi?" Tanya Sintya.


"Oh iya kenapa kamu bisa tau aku suka juz alpukat?" Tanya Gilang penasaran.


"A-aku .. "Sintya mulai gugup. Dia pasti akan sangat malu kalau sampai ketahuan menyukai Gilang dari dulu dan mencari tahu apa aja yang disukai dan tidak disukai oleh Gilang.


"Jujur aja kali, gak papa kok. Aku gak akan marah.." Goda Gilang.


Tiba-tiba saja Sintya ingat sesuatu yang membuat dia yakin bahwa Gilang memang sangat menyukai juz alpukat.

__ADS_1


*Flash back on


Ketika Sintya berlari sana sini mencari sahabat nya, tanpa sengaja dia melihat seorang pria yang sedang duduk di kursi kosong sebuah taman di belakang sekolah.


Sintya berpikir sedang apa pria itu disana, diam diam Sintya memperhatikan gerakan pria itu.


Ada dua gelas juz alpukat yang terletak di dekat pria itu, kemudian terdengar pria itu berkata. "Kok lama banget sih, aku udah gak bisa nunggu lagi. Pengen cepat cepat menghabiskan juz nya." Kata pria tersebut.


Sintya terus memperhatikan nya sampai akhir nya pria itu meminum satu gelas juz tanpa sisa. " Enak banget sih, mau nambah. Mumpung orang nya gak ada, aku habisin aja kali ya."


Tanpa pikir panjang lagi, pria itu langsung menyeruput habis juz yang kedua. " Akhirnya kenyang juga, enak banget. Siapa suruh buat aku nunggu lama, aku habisin kan jadi nya." Pria itu tampak tersenyum sedikit.


*Flash back off


...****************...


Sintya tampak tersenyum mengingat kejadian itu. Dia merasa sangat lucu melihat seorang Gilang Ramadhan yang terkenal cuek dan pendiam ternyata menyukai juz alpukat.


"Kenapa kamu senyum senyum, kamu nertawain aku ya.. " Tanya Gilang.

__ADS_1


"Gak kok, lucu aja gitu." Jawab Sintya.


"Lagian aku juga gak nyangka kalau ada orang yang melihat kejadian itu, aku kira hanya aku aja yang tau." Ucap Gilang.


Beberapa saat kemudian tak terdengar suara seorang pun, mereka sama sama diam dengan pikiran nya masing-masing.


Sampai akhir nya Gilang bersuara. " Sin, gimana kalau kamu kerja sama aku aja. Aku takut terjadi sesuatu pada mu. Aku gak akan bisa memaafkan diri aku sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi lagi pada mu." Penawaran Gilang yang tiba tiba membuat Sintya kaget sekaligus bahagia.


Dia terlihat gugup sambil menahan jantung nya yang berdetak sangat kencang." Ta-tapi a-aku..." Sintya tampak gugup.


"Tapi kenapa Sin, kamu gak mau kerja sama aku gitu." Gilang terlihat sangat kecewa dengan keputusan Sintya.


"Bukan begitu lang, aku kan masih bekerja di cafe. Aku gak enak aja gitu, takut nya nanti repotin kamu juga." Jawab Sintya kemudian.


Gilang terlihat sedih mendengar keputusan Sintya yang tidak mau menerima tawaran nya.


Sintya merasa tidak enak dengan Gilang sahabat masa SMA nya itu sekaligus orang yang selama disukai oleh nya. Kemudian dia berfikir sejenak bagaimana agar Gilang tidak kecewa.


"Lang sebenarnya aku gak enak sama kamu, takut repotin kamu. Tapi aku pikir pikir dulu ya." Jawab Sintya kemudian.

__ADS_1


Mendengar jawaban yang diberikan oleh wanita itu membuat suasana hati Gilang menjadi lebih tenang lagi. Dia kemudian sedikit menyungging senyum tanpa disadari oleh Sintya.


__ADS_2