Pesonamu

Pesonamu
10


__ADS_3

Kenzi sudah sampai membawa Meira dan Devi pulang keApartemen lagi.


"Sebaiknya nona segera berganti pakaian,supaya nona tidak sakit." Ucap Kenzi memberitahu Meira.


"Ia kak.terimakasih kak." Ucap Meira yang di angguki Kenzi,kemudian dia keluar dari Apartemen Meira kembali menuju Apartemennya. Setelah kepergian Kenzi,Meira segera masuk kedalam kamarnya untuk segera berganti pakaian.setelah itu,Meira keluar menuju kedapur membuatkan minuman untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin saat itu.


"Selesailah harapanku bisa menemukan siapa mereka itu,kalau aku nekat lagi pasti daddy akan marah." ucapnya kecewa sambil meneguk minumannya.


"Hmms..baiklah aku akan mengikuti ucapan daddy,lagi pula suatu saat aku pasti bisa bertemu dengan mereka." Ucap Meira memutuskan tidak lagi mencari informasi mengenai pemilik Gelang dan Liontin itu. Meira menghabiskan minumannya,setelah itu dia kembali masuk kedalam kamarnya mau melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya lagi.


Malam semakin larut,begitu juga dengan hujan semakin deras juga turun membasahi tanah.Meira yang masih mengerjakan tugasnya mulai


menguap beberapa kali karena rasa kantuknya mulai menyerang.Dia melihat jamnya yang ternyata sudah menunjukan jam 2 malam.Meira masih menahan rasa kantuknya karena dia ingin menyelesaikan tugas kuliahnya malam itu juga.Sampai kemudian,matanya tidak lagi bisa di ajak kompromi,ahkirnya dia tertidur bersama buku-bukunya.


Di lain tempat,Dean dan pria itu masih sama-sama terjaga memikirkan cara untuk bisa menemukan apa yang mereka cari,dengan rencana demi rencana yang akan mereka pikirkan.


"Apa perlu aku meminta bantuan daddy?" Guman Dean menatap langit kamarnya,dia berpikir ingin meminta bantuan daddynya mengenai masalahnya sekarang namun kemudian dia mengurungkan niatnya lagi,merasa tidak perlu juga meminta bantuan daddynya,yang ada nanti daddynya pasti akan mengejek dirinya.


Hais.."Mata Biru,kamu membuatku penasaran dimana kamu sekarang.


kenapa uncle Gerson begitu ketatnya menyembunyikan dirimu." Dean mengusap wajahnya merasa benar benar tidak bisa berpikir jernih saat itu untuk membuat rencana mencari cara menemukan Mata birunya. Dean memejamkan matanya namun ada sesuatu yang terlintas dalam ingatannya membuat dia kembali membuka matanya.


"kenapa aku tiba - tiba mengingat wanita tomboy itu."

__ADS_1


Dean bangun menyandarkan tubuhnya sambil memegang dadanya yang kembali terdengar detak jantungnya berdegup kencang.


"Ini sangat aneh.besok aku harus memeriksa jantungku." Dean kembali merasakan dadanya,detak jantungnya semakin kuat berdegup kencang. Dean berbaring kembali agar jantungnya tidak berdegup kencang.


"Lebih baik aku tidur." Dean mulai mencoba memejamkan matanya,


untuk bisa meghilangkan degupan jantungnya yang masih terasa kuat itu.perlahan Dean bisa terlelap tidur.


Di lain Apartemen,Pria itu masih belum tidur juga karena dia masih saja memikirkan cara menemukan keberadaan mata Birunya.namun tidak lama ponselnya berdering, mengalihkan matanya.


"Ada apa Raf..?" tanyanya.


"Tuan muda besok pagi anda disuruh Tuan besar menghadiri metting." Ucap Rafa memberitahu.


"Baiklah." Jawab Pria itu yang kemudian mematikan telepon asistennya.Pria itu membaringkan tubuhnya keatas tempat tidurnya mulai mencoba memejamkan matanya karena besok pagi dia akan menghadiri meeting penting bersama Papanya.


Hari pun kembali pagi.


Meira sudah bangun sejak jam 5 tadi pagi, karena hari ini dia akan awal berangkat kekampusnya.


Diatas Apartemen Meira,pria itu juga sudah bangun sama seperti Meira bahkan sudah bersiap ingin pergi menuju kantor papanya.


Meira dan pria itu,saat ini sama-sama tengah masuk kedalam lif untuk turun menuju kebawah.Sampainya di bawah mereka berdua tidak sengaja bertemu bahkan bertatapan saat itu.

__ADS_1


Deg! Jantung Pria itu tiba tiba berdetak kencang,membuat dia terdiam namun matanya masih menatap kearah Meira,sedangkan meira segera mengalihkan pandangannya lalu pergi menuju Restoran di samping untuk menyempat diri seperti biasa sarapan terlebih dahulu.


Wanita itu..?


Batin pria itu bicara dengan matanya masih melihat Meira yang berjalan kearah Restoran,kemudian dia kembali meneruskan langkahnya menuju parkiran.dia pun lansung melajukan mobilnya menuju perusahaan milik papanya yang terletak di sebelah timur kota itu.


Meira sudah menyelesaikan sarapannya,dia pun lansung pergi menuju kampus.


"Kak dia keluar." Ucap Davin.


Dean Dan Davin sejak pagi sekali memarkirkan Mobil mereka tidak jauh dari Gerbang Apartemen tempat Meira tinggal.Davin sampai mengatakan kakaknya sudah mulai gila,karena pagi pagi sudah mengajak dirinya pergi hanya untuk menunggu wanita yang belum mereka ketahui namanya adalah Meira.Dean lansung melajukan mobilnya mengikuti Meira menuju kampus.kurang lebih sekitar 20 meter Dean menghentikan mobilnya untuk melihat Meira masuk keFakultas mana,ternyata Meira masuk keFakultas Ekonomi dan Bisnis.


"Ternyata dia disini.."


Guman Dean mengukir senyumannya membuat Davin menjelingkan matanya malas.


"Ayo kak,aku sudah telat." Ucap Davin.tampa menjawab Dean melajukan lagi mobilnya menuju arah parkiran.


"Kenapa kakak tertarik sekali dengan wanita itu,penampilannya saja membuat mataku sedikit sakit." Ucap Davin yang lansung mendapat tatapan tajam dari Dean.


"Aku mengatakan hal benar.." lanjut Davin berucap.


Dean keluar dari mobil,lalu pergi meninggalkan Davin menganga mulutnya melihat kakak sepupunya.

__ADS_1


"Bukankah ucapanku itu benar,


Wanita itu memang sangat aneh penampilannya, lihatlah dia memakai pakaian besar di tubuhnya dan rambutnya berwarna ungu begitu." Davin mengeleng gelengkan kepalanya tidak habis pikir kenapa kakaknya bisa tertarik dengan wanita seperti itu.Dia segera mengejar kakaknya masuk kedalam kampus mereka.


__ADS_2