Pesonamu

Pesonamu
40


__ADS_3

Meira sampai di bawah,dia lansung bertemu dengan Elvano yang saat itu sudah menunggunya di depan.


"Kenapa menatapku seperti itu..?" Tanya Meira karena melihat Elvano terus menatap kearahnya.


"Tidak.ayo.." Hanya itu jawaban dari Elvano kemudian berjalan keluar menuju arah parkiran yang di ikuti Meira dari sampingnya.sampai di mobil Elvano membukakan pintu mobilnya untuk Meira.setelah Meira masuk,barulah dia masuk kedalam kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang namun kemudian dia menyadari mobil Meira melajukan mengikuti mereka.


"Kau mengajak pengawalmu mengikuti kita?"Tanya Elvano membuat Meira terkejut karena Elvano tau Kenzi pengawalnya.


"Aku tau dia bukan kakakmu. bukankah itu benar?" ucap Elvano lagi menatap sekilas kearah Meira lalu kembali melihat kearah depan lagi.


"I..ia.dia bukan kakakku melainkan pengawal pribadiku."Jawab Meira membenarkan ucapan Meira.


"Bagaimana kakak tau?"Tanya Meira.


"Dari caranya padamu aku sudah bisa tau." Jawab Elvano.


"Kakak tidak keberatan kan' mereka ikut bersama kita?.aku tidak bisa meninggalkan mereka karena itu perintah orangtuaku."Ucap Meira.


"Tidak masalah."Jawab Elvano.


"Kakak sering kesana?"


"Tidak juga,tempatnya membuatku merasa tenang berada disana."Jawab Elvano mengerti pertanyaan dari Meira.


Meira hanya menganggukan kepalanya bingung mau bicara apalagi saat itu,begitu juga dengan Elvano.


Tidak lama mereka sampai di tempat tujuan mereka.Elvano duluan turun kemudian membuka pintu untuk Meira.


"Kalian tetaplah berada disini,aku akan menjaga Nona kalian dengan baik." Ucap Elvano membuat Kenzi menatap kearah Meira yang saat itu menganggukan kepalanya menyuruh kenzi mengikuti apa yang Elvano katakan.


"Ayo.."Meira lansung mengikuti langkah kaki Elvano masuk menuju kedalam.

__ADS_1


"Ini pertama kalinya aku kemari.." Ucap Meira sambil melihat dalam ruangan yang mereka lewati.


"Sudah berapa lama kamu tinggal disini?"Tanya Elvano.


"Hampir 3 tahunan.kalau kakak?" Tanya Meira sengaja padahal Meira sudah tau kalau elvano sepupunya Morgan yang pastinya asli orang Negara itu.


"Saya asli orang disini,sama seperti Morgan temanmu."Jawabnya.


"Ia kak."Ucap Meira.Elvano sangat kaku sekali pikir Meira bicaranya membuat dia bingung mau mengajaknya bicara.mereka berjalan menuju kedalam menyusuri setiap ruangan itu.di tiap langkah Meira mengikuti Elvano,sebentar-sebentar dia melirik kearah Elvano yang tidak terlihat sepenuhnya wajahnya karena Elvano selalu memakai maskernya namun saat itu kacamatanya tengah di bukanya. Elvano menyadari tatapan Meira padanya namun dia membiarkan Meira melakukan itu


"Selain kuliah apa kegiatan kamu?" tanya Elvano.


"Tidak ada kak."Jawab Meira.


"Bagaimana kamu bisa mengenal Morgan?" tanya Elvano.


"Aku tidak sengaja dulu pernah menolongnya.itulah pertama kali aku bertemu Morgan dan lalu kami berteman sampai sekarang.kakak bisa tau kami berteman bagaimana?"" Ucap Meira ingin mendengar jawaban Dari Elvano.


"Apa kamu tau arti lukisan ini..?" Ucap Elvano menunjukan kearah lukisan yang saat ini tengah mereka lihat.


Meira memandang lukisan itu dengan sangat saksama.


"Lukisan ini memilik kepribadian ganda.Apa dugaanku benar?" Tanya Meira menatap Elvano yang saat itu juga tengah menatap kearahnya. tatapan Elvano membuat Meira gugup namun kemudian Meira cepat mengalihan tatapannya kearah lukisan tadi.Meira tidak menyadari Elvano menyunggingkan senyuman tipisnya di balik maskernya itu.


"Lukisan ini seperti dirimu.." Ucap Elvano lalu berjalan lagi membuat Meira mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Elvano.


"Apa maksud kakak?" tanya Meira sudah sejajar lagi dengan Elvano berdiri saat itu.


"Tidak ada."Jawab Elvano. Bersamaan dengan itu mata tajamnya tidak sengaja melihat seseorang tengah mengintai mereka dengan mengarahkan sesuatu kearah mereka berdua.Elvano lansung menarik tangan Meira membawa Meira bersembunyi.hal itu membuat Meira sangat terkejut.


"Kak__"Elvano meletakan jarinya di tengah bibir Meira memberitahu Meira untuk jangan bersuara dulu.Meira kembali gugup karena saat itu melihat rangkulan tangan Elvano berada di tubuhnya.

__ADS_1


Elvano saat itu masih sibuk dengan ponselnya,tidak menyadari kegugupan Meira.


"Raf kau sudah mengerjakan apa yang aku suruh tadi..kenapa masih ada orang masuk..!" Ucapnya dingin bicara dengan asisstennya.


"Sudah Tuan muda,saya sudah melakukan apa anda minta.biar saya melihat lokasi anda lagi.." Ucap Rafa.


"Segeralah!"Ucapnya kesal kemudian mematikan teleponnya lalu menatap kearah Meira menatapnya sejak tadi.


"Ada apa!!"Ucap Elvano namun dia baru menyadari tangannya masih merangkul tubuh Meira.bukannya melepaskan rangkulannya dari tubuh Meira,Elvano malah mengeratkannya lalu menghempitkan kearah dinding membuat Meira menatap lekat wajah Elvano.mereka berdua masih saling bertatapan saat itu.


"Bisa lepaskan aku!" Ucap Meira.


Mendengar itu Elvano perlahan melepaskan Rangkulan tangannya dari tubuh Meira.


"Apa ini pertama kali?" tanya Elvano.


"Maksudnya..?" Ucap Meira tidak mengerti ucapan Elvano.


"Bukan apa-apa.Ayo."Ucap Elvano kembali membawa Meira berjalan lagi.dia barusan mendapatkan pesan dari Rafa kalau apa yang Elvano lihat tadi orangnya sudah di amankan lansung oleh anak buahnya.


"Bisa tidak bicaranya tidak membuatku bingung?" Ucap Meira menghentikan langkah Elvano lalu dia melihat kearah Meira.


"Ini pertama kali aku berdekatan dengan seorang wanita sepertimu bahkan sedekat ini,jadi jika kau merasa aku sangat kaku itu karena aku juga tidak mengerti memulai pembicaraan selayaknya sepasang kekasih."Ucap Elvano membuat Meira terdiam.Dia memahami apa yang Elvano katakan,tapi dia merasa tidak yakin kalau Elvano tidak pernah berdekatan dengan seorang wanita bahkan sedekatnya sekarang.


"Kalau di pekerjaanku,itu karena aku seorang dokter."lanjut Elvano lagi.


"Ems.baiklah aku mengerti."Ucap Meira menanggapi apa yang Elvano katakan.Elvano berjalan lagi menuju kearah keluar.


"Apa kita akan pulang?"Tanya Meira.


"Apa kamu masih ingin bersama denganku..?" Elvano malah bertanya balik kepada Meira membuat Meira terdiam,jujur entah kenapa dia merasa belum ingin pulang ataupun berpisah dengan Elvano.

__ADS_1


"Kita belum pulang,aku mau mengajakmu kesuatu tempat." Ucap Elvano membuat Meira tersenyum tipis.mereka pun kembali meneruskan langkah mereka menuju kearah parkiran.


__ADS_2