Pesonamu

Pesonamu
108


__ADS_3

"Dad,Apa ini?" Ucap Ayura mengejutkan suami dan putranya.Mereka berdua melepaskan pelukan lalu menoleh kearah Ayura.Gerson memberi kode agar istri tercintanya itu mendekati dirinya.saat itu juga Ayura mendekati suaminya.


"Aku masih merasa putra kita ini masih bayi yang gembul dulu,sayang.." Ucap Gerson membuat Ayura tersenyum.


"Ais..Dad..jangan bilang mau mengingat masa kecil konyolku?" Tatapan Raymond tidak menyukai orangtuanya membahas masa kecilnya yang sangat nakal dulu.mendengar itu Gerson sedikit tertawa.


"Kenapa harus malu,memang faktanya kamu bayi gembul kami yang begitu aktifnya dulu..sekarang kau tumbuh dewasa dan mengikuti Daddy yang tampan,bukan begitu Mom sayang.." Ucap Gerson menoleh kearah istrinya.


"Tentu saja,bahkan putraku ini jauh lebih tampan darimu suamiku..!" Gerson melebarkan matanya kearah istrinya.


"Jadi aku tidak tampan lagi..?" Tanya membuat Ayura yang kali ini sedikit tertawa.


"Bukan!bukan seperti itu,kamu suka sekali salah paham..tentu saja kamu tetap tampan bahkan tidak ada yang bisa menyaingi ketampanan suamiku ini tapi Putra kita hasil dari penyatuan kita, karena itu dia tampan karena gen ku juga kan..?" Ucap Ayura membuat suaminya itu tertawa lagi.


"Ah ya aku melupakan itu.." Ucap Gerson membuat Raymond melihat kemesraan orangtuanya tiba-tiba teringat wajah Deysa namun dia lansung menyudahi ingatannya itu.


"Sayang,bagaimana kalau nanti kita besanan dengan Juandra kamu setuju..?" Ucap Gerson membuat Raymond menatap Daddynya.


"Maksud kamu?" Ucap Ayura belum tau maksud ucapan suaminya.


"Sepertinya salah satu dari anak kita akan membuat kita besanan dengan Juandra nanti istriku..." Lagi-lagi ucapan Daddynya membuat Raymond melebarkan matanya karena tatapan Daddynya melirik kearahnya.Ayura yang mengerutkan kening namun melihat kemana arah tatapan suaminya lansung berubah raut wajahnya menjadi senyum.


"Emm Mom sudah paham.. Jadi.. kakak?" Ayura menjeda ucapannya dengan alis sedikit terangkat mengoda putranya.


"Ja..jadi apa Mom?,Mommy jangan salah paham,Mommy kan tau Daddy suka sekali mengodaku..!" Ucap Raymond berusaha tidak gugup saat itu karena tatapan orangtuanya.Ayura semakin mengembangkan senyumannya melihat tingkah putranya yang salah tingkah saat itu.


"Dad..Mommy menyukainya,dia sangat cocok jadi menantu kita Dad..." Ucap Ayura membuat Suaminya lansung tertawa dan Raymond kembali mengingat Deysa lagi.


"Kau dengar Boy,Mommy menyukainya apa kau akan menolak permintaan Mommymu?" Gerson terus mengoda putranya yang saat itu berubah merah wajahnya menahan gugupnya.


"Apaan sih kalian,Aku..Aku tidak memiliki hubungan dengan wanita aneh itu!" Raymond lansung pergi meninggalkan kedua orangtuanya keluar dari ruangan itu.Melihat itu Gerson dengan Ayura kembali tertawa.


"Dia menyukai Deysa,istriku tapi dia belum menyadarinya..!" Ucap Gerson.


"Hmm Aku menerima siapa pun nanti pilihan anak-anak kita suamiku!" Jawab Ayura.


"Begitu juga aku.."Gerson lansung menautkan bibirnya dengan bibir istrinya.


"Aku belum mendapatkan jatah.." Ucap Gerson di selah ciuman mereka.

__ADS_1


"Jangan disini,di kamar saja.." Ucap Ayura.


"Baiklah,diatas 2 jam.." Ucap Gerson.


"Bahkan aku masih sanggup lebih dari itu..." tantang Ayura membuat suaminya itu semakin gemas melihat istrinya lalu dia pun lansung mengendong tubuh istrinya membawanya menuju kamar mereka.


Di taman belakang,Raymond tengah menggerutui orangtuanya yang mengodanya dengan Deysa.


"Ah sial,Aku terus mengingat wajah wanita itu..!"Kesalnya lalu ingin mengambil minumannya namun bersamaan ponselnya berdering membuatnya lansung mengambil ponselnya.Raymond mengerutkan keningnya melihat nomor yang menghubungi saat itu.


"Baru saja aku ingin mengalihkan wajahmu tidak perlu aku ingat,kau malah menghubungiku.sepertinya kau perlu aku beri hukuman karena sudah membuatku memikirkan wajah anehmu itu.!" Gumanan Raymond masih belum mengangkat telepon yang ternyata dari Deysa.


"Aku mau melihat berapa kali kau mau menghubungiku!" Ucapnya masih melihat upaya Deysa menghubunginya saat itu.Raymond sedikit tersenyum melihat saat itu Deysa menghubunginya yang ketiga kalinya.


"Okey..berarti kau sudah siap menjadi tahananku,wanita aneh!" Gumanannya lalu menekan tombol hijau.


"Ray..Ahkirnya kamu mengangkat telepon dariku!" Ucap Deysa merasa senang saat itu.


"Ada Apa?" Tanya Raymond.


"Emm..itu,aku bisa meminta bantuan kamu..?" Ucap Deysa.


"Apa perlu memberikan imbalan meminta bantuan kamu?" Ucap Deysa menanggapi serius ucapan Raymond. Mendengar itu Raymond tersenyum saat itu.


"Apa yang bisa aku bantu?" Ucap Raymond lagi.


"Kamu tidak keberatan membantuku?" Deysa malah balik bertanya.


"Katakan saja?" Ucap Raymond.


"Baiklah.Kita kan satu fakultas,Aku kesulitan memahami materi yang Dosen shanum berika bahkan dia tidak mau mengulangnya.."Ucap Deysa menjelaskan.


"Apa dia mengancammu jika tidak bisa mengerjakan tugasmu Itu,jujur saja..?" Ucap Raymond membuat Deysa terdiam sesaat.


"Emm tidak,dia tidak mengancamku!" Jawab Deysa.


"Bodoh! Kau kira aku tidak tau! Kirim saja milikmu ke Emailku nanti dan kau kedepan jangan pernah mau di tindasnya..Kau mendengarku?" Ucap Raymond.


"Emm I..Ia..Ba..bagaimana kamu bisa tau?"Jawab Deysa gugup.

__ADS_1


"Tidak penting darimana aku tau! Kirim sekarang..!" Ucap Raymond.


"Baiklah,terimakasih sudah mau membantuku,Aku kirim sekarang." Ucap Deysa.


"Imbalannya,mulai saat ini jangan berani memikirkan pria lain di otakmu itu lagi.. Because you are now mine,Mine!" Raymond lansung mematikan teleponnya semantara Deysa terpaku saat itu mendengar ucapan terahkir yang Raymond katakan padanya.


"A..apa dia bilang barusan?,Ak..aku nggak salah dengar..?" Deysa masih memikirkan ucapan terahkir Raymond barusan.


"Apa maksud dia mengatakan begitu?, aku nggak salah dengar kan dia bilang because you are now mine,Mine!. Maksudnya apa coba..?" Deysa menarik napasnya lalu membuangnya.


"Ahh Dasar pria aneh,tapi dia baik sih mau bantuin aku.." Ucap Deysa tersenyum lalu melihat ponselnya yang saat itu ada satu pesan masuk dari Raymond yang mengirimkan Emailnya. Deysa mengirim tugasnya keEmail Raymond namun setelah mengirim tugasnya Raymond yang balik menghubunginya.


"Tunggu 5 menit,Aku akan menyelesaikannya." Ucap Raymond membuat Deysa tiba- tiba gugup saat itu.


"Kau tidak mendengarku?" Ucap Raymond lagi.


"A..aku mendengar,Ia aku menunggu!" Ucap Deysa yang semakin gugup apalagi saat itu Raymond menghubunginya dengan Vedio call.


"Ray.." Ucap Deysa terhenti.


"Apa yang mau kamu tanyakan?" Raymond sudah bisa tau apa yang mau Deysa bicarakan.


"Emm..Ak..aku,Aku mau bertanya soal perkataanmu tadi yang terahkir?.Ucap Deysa memberanikan dirinya bertanya dengan Raymond lansung saat itu.


Mendengar itu,Raymond menatap Deysa membuat Deysa semakin bertambah gugup.


"Kau sudah tau artinya tidak perlu aku jelaskan lagi..!" Ucap Raymond kembali serius melihat laptopnya.


"Ak..aku tidak tau artinya!" Ucap Deysa.


Raymond kembali menatap Deysa yang saat itu meski tidak merias wajahnya namun wajah cantiknya sangat membuat Raymond terpesona.


"Lupakan saja,Aku hanya bercanda!" Ucap Raymond membuat Deysa tiba- tiba merasa sakit di dadanya mendengar ucapannya barusan.


"Be..bercanda maksud kamu?" Tanya Deysa.


"Kalau kau tidak mau aku bercanda jadi kau harus menganggap Ucapanku adalah serius tadi.Aku juga bukan pria yang suka bercanda!" Ucap Raymond membuat Deysa terdiam dan Raymond memahami apa yang Deysa rasakan saat itu.


"Aku serius! Aku akan mengatakan lansung dengan Daddymu,Aku serius dengan kamu!"

__ADS_1


Deg! Dengan bersamaan detak jantung berdegup,Deysa menatap Raymond tampa berkedip.


__ADS_2