
"Sial..sial..." Gerutu Dean saat itu masih berada di ruangan Alif.Dia menyesali kecerobohannya yang membuat daddynya marah padanya.di tambah lagi dia belum tau siapa yang meretas data daddynya.
"Tuan muda kita harus segera kembali..ini perintah Tuan_"
"Aku tau..."kesal Dean masih memijat keningnya.
"Alif..."Ucap Dean menatap Alif yang lansung di pahami Alif.
"Anda yakin Bos..?" Tanya Alif ragu dengan rencana Tuannya ingin mengunakan kode rahasia baru mereka rancang untuk penelitian program mereka.
"Aku yakin sekali Alif..anggap kita sedang mengujinya..jika bisa berarti ini pembuatan senjata yang sungguh luar biasa.Sekarang!" perintah Dean.
Davin dan juga Frans serta Doni saling pandang.mereka mengetahui apa yang Dean suruh kepada Alif,mereka juga takut kode rahasia itu gagal kembali mereka membuatnya.
Alif tengah mengotak atik laptopnya kemudian menekannya dengan perasaan yang tidak tenang menunggu kode Rahasia itu memindai apa yang Dean Inginkan.
"YESS berhasill..." Triak mereka semua begitu bahagianya.Kode Rahasia rancangan Dean bisa beroperasi dengan sempurna tampa di ketahui sistem lain.
"Masukan nomor plat Mobil itu..dengan Nomor plat mobilnya aku bisa menemukan siapa dia sebenarnya." Ucap Dean yang lansung Alif masukan dan tidak lama.
Tit......terbukalah Informasi yang selama ini Dean inginkan.
"Elvano sky Alexander???" Guman Dean masih bisa terdengar oleh mereka semua yang ikut Dean di ruangan itu.
__ADS_1
"Sky Alexander...bukankah..." Ucap Frans terhenti.
"Dante sky Alexander...,Dia putra Om Dante...??" Ucap Dean sangat terkejut begitu juga Davin,Frans dan juga Doni dan Alif.
"Gila...kak,sangat gila sainganmu sangat berat kak,ini benar -benar berat kak.." Ucap Davin begitu terkejutnya.
Dean masih terdiam saat itu dengan di benaknya kembali mengulang pertemuannya dengan Elvano kemudian sampai sekarang.Dean mengotak atik Komputernya dan tidak lama dia kembali terkejut melihat siapa yang sengaja membobol jaringan milik daddynya.
"Jadi Dia meretasnya..Kenapa dia memusuhiku,bukankah aku tidak pernah melakukan sesuatu dengannya..?" pikir Dean.
"Tuan muda,aku rasa dia membalas anda kemarin.." Ucap Alif terhenti.
"Aku tau kak..."Seru Davin membuat mereka semua menoleh kearah Davin.
"Kau Benar Davin.."Ucap Dean namun tiba-tiba kembali teringat dengan Meira dan saat itu Dean lansung menegang.
"Mata Biru..?akan kau mata biruku yang tengah menyamar..?" Guman Dean membuat mereka Davin kembali saling pandang.
"Apa maksud kakak?" tanya Davin.
"Alif kirim semua ke Emailku.." Tampa menjawab ucapan Davin Dean beranjak dari sana yang lansung di kejar Davin dan juga Frans serta Doni.
"Kak...kau mau kemana?" Triak Davin mengejar.
__ADS_1
"Tentu saja kembali..aku mau memastikan sesuatu lagi.." Jawabnya berjalan menuju keluar dari Markas milik daddynya.
"Aku saranin kakak,jangan menganggap remeh lawanmu kak.." Ucap Davin mengingatkan kakak sepupunya itu.
"Aku tidak meremehkan dia,aku akan menantangnya jika dia benar ingin memulai semuanya.." Ucap Dean.
"Aku tidak yakin Daddy akan setuju kak.."
"Aku tau,tapi Opa mendukungku..!" Ucapnya lagi.Davin mengelengkan kepalanya melihat kegilaan kakak sepupunya itu.
Kini mereka masuk kedalam mobil yang tidak lama mobil itu lansung berjalan menuju Bandara tempat jet pribadi mereka berada.
"Bang Tuan Muda benar-benar berambisi sekali jika menyangkut Mata Birunya.aku sangat penasaran dengan wanita itu,secantik apa sih sampai Tuan muda menggilainya.." Bisik Doni.
"Jaga bicaramu..mata elangnya selalu memindai apapun.pendengarannya mendengar bahkan sekecil apa kita bicara.jangan pernah kau menanyakan wanitanya jika kamu masih ingin hidup.." Ucap Frans tegas kepada Doni.
"Maaf Bang..aku mengaku salah." Jawab Doni tidak berani lagi bicara.
***
Di kantor Elvano melihat kelip ponselnya mempelihatkan sesuatu di layarnya.
Elvano meraih ponselnya lalu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Ternyata dia sudah menemukan informasi mengenai siapa aku sebenarnya.Baiklah aku sangat siap menantikan apa yang akan kau lakukan padaku Dean Gilbert Edizon." Ucapnya.