
"Hemm baguslah,aku pikir kamu belum bangun..Selamat pagi untuk Om,tante dan juga Ray..Aku tau kalian sedang sarapan sekarang..maaf menganggu acara sarapan kalian.." Ucap Elvano membuat Meira maupun Ayura dan Raymond terkejut mendengar Elvano mengetahui kalau mereka memang tengah sarapan saat itu.
"Bocah tengik! Kemarilah! jangan membuat banyak pertanyaan membuatku tidak bisa menjawabnya!" Gerson mengomel membuat Elvano tersenyum disana.
"Aku akan masuk..!" Elvano mematikan teleponnya kemudian keluar dari mobilnya menuju pintu gerbang memberitahu penjaga rumah itu kalau dia sudah di ijinkan Pemilik rumahnya masuk kedalam.penjaga rumah Geril lansung membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan Elvano masuk.
"Dad..Bagaimana kak Elvano tau kita sedang sarapan..?" Tanya Meira sangat penasaran dan begitu bingung.
"Pria yang terlahir dari keluarga Sky Alexander memiliki kelebihan yang tidak bisa di miliki keluarga pada umumnya.." Ucap Gerson membuat Raymond dan Meira mendengar semakin membuat mereka penasaran dengan Keluarga Sky Alexander.Meira pun mengingat bagaimana Morgan yang selalu tau aktivitas dirinya.tak lama Elavano datang menghampiri mereka.mereka berempat berdiri menoleh kearah Elavano.Elvano mengulurkan tangannya menyalami tangan Ayura,Gerson kemudian dengan Raymond sedangkan dengan Meira hanya memberikan senyuman tampannya.
"Ayo Nak silahkan duduk,ikut kami sarapan..!" Ucap Ayura.
"Baik tante.." Ucap Alvano ikut mereka duduk di ruangan makan itu.Meira dan Raymond saling pandang sembari memakan kembali sarapan mereka lagi.
"Kamu sudah sarapan belum?" Tanya Gerson.
"Sudah Om..kalian lanjutkan saja sarapannya,sebenarnya aku hanya mampir sebentar.." Ucap Elvano.
"Benarkah! Om rasa tidak seperti itu, kau pasti sudah lama di luar El.." Tanya Gerson menyelidik membuat Elvano tersenyum.
"Kedatanganku kemari sebenarnya untuk memberikan hadiah kecil dari Papa untuk putra Tuan Juandra.." Ucap Elvano lalu mengambil sesuatu di dalam baju jaketnya lalu memberikan kotak itu kehadapan Gerson. melihat itu Gerson menghentikan makannya lalu menoleh kearah hadiah yang ada di depannya.
Gerson mengambilnya lalu melihat lihatnya.
__ADS_1
"Baiklah..nanti Om berikan dengan Juandra..!" Ucap Gerson lalu menyimpan kotak itu kedalam saku celananya.
Elvano melirik kearah Meira yang juga melirik kearahnya.
"Aku tidak bisa berlama-lama Om, tante.. Daddy pasti sudah menunggu.." Ucap Elvano bangun lalu berdiri begitu juga dengan Gerson dan istri dan anaknya ikut berdiri.
"Antar El kedepan sayang..." Ucap Gerson menyuruh putrinya mengantar Elvano.
"Baik Dad.." Ucap Meira patuh.
"Mari Om,tante.." Ucap Elvano membungkuk memberi salamnya lalu berjalan menuju pintu keluar yang di ikuti Meira di sampingnya.
"Kakak kapan pulang?" Tanya Meira.
"Ia kak..besok aku juga balik kesana, soalnya tugasku sudah banyak sekali.." Ucap Meira.
"Baiklah..sampai bertemu disana.." Ucap Elvano mengusap kepala Meira, lalu mereka saling memberika senyuman manis, kemudian Elvano melirik kearah lengan Meira yang masih memakai Gelang pemberiannya.Elvano menatap Lekat kearah Meira membuat Meira sedikit malu.
"Kenapa menatapku seperti itu kak..?" Tanya Meira yang di gelengi Elvano.
"Tidak,hanya ingin melihatmu..Baiklah aku pergi dulu..!" Ucap Elvano lalu masuk kedalam mobilnya.
"Berhati-hatilah kak.." Ucap Meira yang di angguki Elvano kemudian dia melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Geril itu.setelah keluarnya Elvano, barulah Meira masuk kedalam lagi.
__ADS_1
"Dad..Daddy tidak khuatir Elvano terlalu dekat dengan Meira..?" Tanya Raymond.
"Daddy pikir kamu terlalu berlebihan menghuatirkan Adik kamu Ray..!" Ucap Gerson.
"Aku tidak mau adikku kenapa-kenapa Dad..itu saja..!" Ucap Raymond.
"Awalnya Daddy sama seperti kamu,tapi Daddy berpikir lagi,Meira putriku sama seperti kamu.Kalian anak-anakku, Daddy memutuskan membiarkan semuanya berjalan semestinya,hanya saja Meira berada di Negara E tetap dengan Identitas palsunya.Daddy percaya adik kamu,Apa yang nanti kedepan terjadi itu adalah takdir adik kamu,takdir tidak bisa kita ubah Ray meskipun kita melakukan dengan cara apapun." Ucap Gerson memberitahu Putranya yang saat itu mendapatkan elusan belakangnya dari Ayura.
"Kalau Mom di suruh memilih atau pun menginginkan..Mom tidak akan bisa memilih maupun menginginkan..!" Ucap Ayura yang di pahami Gerson dan Raymond.
"Memilih Apa Mom..?" Tanya Meira baru saja datang mendekati mereka lagi.
"Memilih calon menantu sayang.. Calon untuk kakak kamu.." Ucap Ayura tersenyum.
"Hem..menurutku calon kakak ipar haruslah baik tentu denganku..!" Ucap Meira.
"Aku bahkan belum ingin terikat dengan siapapun Embul..bermimpilah kakak memiliki kekasih sekarang.." Raymond mengacak rambut adiknya itu.
"Iiih Daddy..lihat kakak kan rusak rambutku.." Rengekan Meira membuat Raymond kembali mengacak rambut adiknya lagi.
"Sudah kak.." Ucap Ayura lalu memeluk putrinya..
"Kakak ahh..iih.." Kesal Meira.
__ADS_1
"Baiknya kita bersiap-siap,kita akan pergi kerumah Opa Nathan." Ucap Gerson bangun dari tempat duduknya begitu juga Ayura dan anak-anaknya. Mereka menuju kamar masing-masing untuk berganti pakaian.