Pesonamu

Pesonamu
Eps.107


__ADS_3

Raymond berdiri di luar tembok tinggi mengelilingi Vila itu untuk menunggu kedatangan Elvano yang sebelumnya mengatakan ingin bertemu dengan dirinya.


Tidak lama Elvano datang lansung berdiri sejajar dengan Raymond. Raymond yang belum terbiasa siapa sebenarnya Elvano membuatnya sedikit terkejut saat itu melihat kedatangan Elvano.


"Ada apa kau membawaku bertemu disini?" Raymond bertanya dengan Elvano.


"Aku ingin meminta sedikit darahmu!" Ucap Elvano serius menatap Raymond.


Mendengar itu,Raymond mengulurkan tangannya kearah Elvano tampa bertanya kenapa Elvano meminta sedikit darahnya karena dia sudah di beritahu Daddynya jangan bertanya apapun mengenai apa yang nanti Elvano inginkan.


"Kau sudah memberitahu adikku?" Ucapnya.


Set..terasa goresan di tangannya membuat Raymond memejamkan matanya saat itu karena Elvano menarik darahnya dengan kekuatannya lalu mengisinya kedalam botol kecil dan kemudian Elvano kembali menutup luka Raymond kembali seperti semula. melihat itu ada rasa tidak percaya Raymond melihat kejadian barusan dia lihat.


"Aku sudah memberitahu adikmu.." Jawab Elvano sembari mengambil sesuatu dalam jaketnya lalu meletakannya keatas tangan Raymond.


"Beri ini setelah aku benar-benar tiada..!"Ucap Elvano.


"Kau serius ingin tiada?" Ucap Raymond lansung menatap tajam Elvano,tidak percaya dengan apa yang barusan Elvano katakan.


"Kau pikir aku takut!aku tiada dari dunia ini apalagi untuk kebaikan bangsaku!" Ucapnya.


"Bagaimana dengan Adikku!Kau membuat hatinya tidak menentu!" Ucap Raymond.


"Bagaimana dengan dirimu sendiri?" Elvano ikut menyindir Raymond.


"Dean,dia pria yang baik dan tepat untuk Meiraku!Aku mengiklaskan kebahagiaanku dengan Dia.!" Ucap Elvano serius.


"Kau menyakiti adikku Vampir sialan!" Elvano lansung tersenyum mendengar Ucapan Raymond barusan.

__ADS_1


"Terimakasih Kau memberiku restu! Aku tau maksudmu tapi sulit bagiku berjanji padamu!Kau pasti sudah tau kan, jadi aku tidak perlu memberitahumu kedua kalinya!" Ucap Elvano.


"Aku tidak mengenalmu begitu baik seperti Daddymu dan Papamu..tapi sebagai Anaknya aku ingin kau tetap berjuang..Ini bukan hal yang pertama bagi kalian menghadapi masalah seperti ini." Ucap Raymond.


"Memang benar bukan masalah yang pertama tapi masalah ini sangat berbahaya dan bahkan bisa menghancurkan kehidupan kami semua.!" Ucap Elvano membuat Raymond lansung diam.


"Terimakasih!Jika aku tidak kembali ingat pesanku,mungkin bukan aku Jodoh adikmu tapi percayalah aku memcintai adikmu sampai kapan pun. Aku pergi!" Tampa menunggu jawaban Raymond,Elvano pun lansung pergi dari sana dengan kekuatannya yang lansung menghilang dari hadapan Raymond.


"Dasar Vampir sialan!!" kesal Elvano lalu berjalan masuk menuju kedalam lagi.


"Kakak darimana?" Raymond lansung menghentikan langkahnya terpaku, terkejut mengetahui Meira ada di belakangnya.


"Ems..Kakak,Kakak hanya melihat tembok ini seperti ada yang retak..!" Ucap Raymond membuat alasan. Mendengar itu Meira mengerutkan keningnya lalu berjalan mendekati kakaknya.


"Retak..?mana yang Retak kak?" Meira melihat kearah tembok itu dengan seriusnya.


"Oh ya ya..Ini harus di perbaiki kak.." Ucap Meira baru menyadari ada yang retak temboknya saat itu.


"Nanti kakak beritahu pekerja untuk memperbaiki tembok ini.Ayo kita masuk kedalam menemui Mom dengan Dad.." Ucap Raymond lansung merangkul adiknya itu lalu masuk kedalam Vila.


"Kak tadi saat Daddy bicara dengan Kak Elvano,kakak ada dengar mereka bahas apa?" Ucap Meira ingin tau.


"Ada apa denganmu?kamu ingin tau sekali mengenai Elvano hmm..Kamu menyukai dia?" Ucap Raymond lalu menatap adiknya itu membuat Meira gugup.


"Ti..tidak hanya ingin tau saja.." Ucap Meira.


"Selesaikan studimu jangan pikirkan anak itu..Kakak tidak tau mereka bahas masalah apa.kakak tidak ada disana tadi..!" Ucap Raymond membuat raut wajah Meira lansung berubah cemberut.


"Kamu tidak percaya,tanya Daddy sana, kalau kakak memang tidak ada di ruangan saat mereka berdua mengobrol dek..!" Ucap Raymond menyakinkan Adiknya.

__ADS_1


"Nggak percaya..?"sambung Raymond.


"Ia percaya,Aku mau kekamar saja.!" Meira lansung meninggalkan kakaknya yang saat itu mengeleng gelengkan kepalanya melihat adiknya itu mudah sekali kesal.


"Dasar Induk Lebah.." Ucap Raymond tersenyum sembari melanjutkan langkahnya ruangan Daddynya.


"Dimana Adik kamu?" Ucap Gerson melihat Raymond hanya datang sendiri.


"Katanya sih mau kekamar Dad,kesal dengan aku!" Ucap Raymond membuat Gerson menoleh kearah putranya itu.


"Kau suka sekali menganggu adikmu, Ray.."Ucap Gerson.


"Dad..salah paham!Dia kesal sama aku karena tidak percaya,kalau tadi saat Daddy bicara dengan Elvano,aku memang tidak ada di ruangan ini,Dad..!" Jelas Raymond.


"Kalau begitu biarkan saja,Mom akan memberitahunya pengertian." Ucap Gerson


"Ia Dad..Mengenai Proyek itu bagaimana Dad,Apa kita perlu kesana..?"Mereka berdua beralih membahas pekerjaan mereka.


"Tidak perlu,kita Awasi saja dari sini.Dad tidak bisa meninggalkan Adikmu disini tampa pengawasan kita.Malam ini Mantra itu Akan Om Dante hidupkan." Ucap Gerson.


"Secepat itu Dad..?" Tanya Raymond tiba-tiba merasakan sedikit ketakutan mengenai keselamatan adiknya.


"Bulan purnama semakin cepat bergeser,karena itu Om Dante mengatur semuanya lebih Awal.Dad berharap semua berjalan sesuai rencana mereka. Jujur Daddy tidak pernah membayangkan Kalau Om kamu pergi dari dunia selamanya." Ucap Gerson lalu berubah bersedih memikirkan sahabatnya.melihat itu Raymond mendekati Daddynya lalu mengusap belakang Daddynya dengan perlahan.


"Aku siap melakukan apapun perintah Daddy untuk membantu Om dengan Elvano,Dad.." Ucap Raymond mendapat tatapan dari Daddynya.


"Kau memang putraku,Ray.." Gerson tersenyum sembari menepuk bahu putranya itu.bersamaan Ayura datang keruangan itu.


"Dad,Apa ini?" Ucap Ayura mengejutkan suami dan putranya.

__ADS_1


__ADS_2