Pesonamu

Pesonamu
24


__ADS_3

Sesuai dengan ucapannya tadi pagi,


Devi memenuh permintaan Frans yaitu makan bersama di sebuah restoran tempat mereka makan malam sebelumnya. Devi dan Meira sedang menuju kesana dengan di belakang di ikuti mobil Kenzi.


"Beb kamu yakin,Si Bos Frans ikut?" tanya Devi sambil menyetir mobilnya.


"Aku yakin banget dia ikut beb,kalau ia berarti ucapanku benar beb."Jawab Meira.


"Ia Beb.."Ucap Devi kembali fokus mengendarai mobil mereka. Tidak lama mereka sampai disana,dan lansung masuk menuju ruangan VIP yang sudah Frans beritahu kepada Devi sebelumnya.


"Frans.." Sapa Devi melihat Frans tidak sendirian di ruangan itu,ada 1 pria lagi bersamanya.


"Silahkan duduk.." ucap Frans menyuruh Devi duduk.


"Sebentar ya,aku lagi nungguin teman aku,dia ikut tapi masih ketoilet sebentar." Jawab Devi membuat jantung Dean kembali berdegup kencang,Dean pun lansung berpikir apakah itu Reyna Zameira,wanita yang ingin dia cari tau identitasnya.


Tidak lama Meira masuk kedalam ruangan itu membuat Dean terpaku diam dengan matanya menatap Meira.


"kalian berdua silahkan Duduk." Ucap Frans lagi.mendengar itu Devi membawa Meira duduk berhadapan dengan mereka berdua.


Dia benaran ada disini...


Batin Dean bicara,senang melihat Meira ada disana.


Pria itu,kenapa dia mirip sekali dengan pria yang memberiku tumpangan waktu itu.tapi apa ia dia,ah taulah waktu itu wajahnya tidak terlihat.


Ucap Meira dalam hatinya kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Tania dan Nona Reyna,perkenalkan Ini Tuan Muda Dean." Ucap Frans memberitahu jika pria di samping dia adalah Dean Gilbert Edizon.


Devi dan Meira mendengar itu sama-sama sekilas menatap kearah Dean dengan mengangukan kepala mereka.Dean menatap Meira yang saat itu disadari Meira,kemudian Dean mengulurkan tangannya kearah Meira. Meira menatap uluran tangan Dean dan kemudian menatap kearah Dean lagi.


"Maaf Tuan,saya tidak pernah menerima jabatan tangan dari siapa pun kecuali keluarga inti saya." ucap Meira tegas.


"Baiklah." Jawab Dean mengerti maksud dari ucapan Meira padanya.


"Ems.Tania,kami sudah memesan makanan tapi tidak memesan punya kalian,karena aku tidak tau makanan yang mau kalian makan." Ucap Frans.


"Tidak masalah frans,kami bisa memesan sendiri." Ucap Devi kemudian mengambil daptar menu makanannya lalu bersama sama dengan Meira melihatya kemudian memberitahu pelayan mengenai pesanan mereka berdua.

__ADS_1


saat ini mereka berempat kembali terdiam,membuat suasana menjadi sunyi,namun Dean dan Meira sekali- sekali melirik satu sama lain.


"Tania..Bisa ikut aku sebentar ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu." Ucap Frans.


Tania belum menjawab,dia melirik kearah Meira.


"Aku keluar sebentar gimana?" bisik Devi yang saat itu di angguki Meira.


"pergilah tapi jangan lama." jawab Meira.


"Oke.." jawab Devi bangun yang lansung di ikuti Frans juga bangun dari tempat duduknya,kemudian mereka berdua berjalan keluar dan tinggallah Meira dan Dean berdua di dalam ruangan itu.


"Apa yang anda mau tanyakan dengan saya?" Ucap Meira menebak Rencana Dean dan Frans.Dean tersenyum tipis lalu menatap Meira tengah menatap dirinya saat itu.


"Kamu masih mengingat pria yang memberikan tumpangan waktu itu tapi kamu tolak?." Ucap Dean menanyakan Meira.


"Tentu saja aku mengingatnya.Aku tidak mengenalmu,itulah alasanku menolakmu." jawab Meira.


"Aku terima alasanmu,tapi sekarang kamu sudah melihat wajah asliku, lain waktu jika aku memberimu tumpangan apa kamu masih ingin menolakku..?" Ucap Dean menanyakan Meira lagi.


"Mungkin akan aku pikirkan.." Jawab Meira.


Tidak lama makanan dan minuman mereka berdua datang.Dean mengambil minumannya lalu meneguknya dengan matanya terus menatap kearah Meira.


"Aku juga tidak tau kenapa,mungkin seseorang yang aku cari selama ini berada disini,jadi itulah membuatku pergi kemari." Jawab Dean.


mendengar itu Meira tidak lagi menanyakan Dean.


"Apa aku boleh tau namamu?" Ucap Dean ingin tau nama Meira padahal sebenarnya dia sudah tau dari Frans.


"Kamu bisa memanggilku Reyna." Jawab Meira yang di angguki Dean kepalanya.


"Nama yang bagus." Ucap Dego memuji namun membuat Meira tersenyum menyeringai.


"Pujianmu mengandung arti lain Tuan Muda Dean.." ucap Meira menatap Dean.


"Tidak...,Artinya aku hanya ingin lebih mengenalmu saja,mungkin kamu bisa mempertimbangkan niatku." Ucap Dean kembali membuat Meira tersenyum menyeringai.


"Apa yang anda mau cari dari saya Tuan muda Dean,Saya tidak cantik dan seksi seperti wanita-wanita di luar sana yang mungkin banyak mengantri ingin mendapatkan anda." Ucap Meira dengan meminumkan Minumannya.

__ADS_1


"Ucapanmu sangat benar.tapi jika aku hanya menginginkan dirimu!!"


Huk..huk..huk..


Meira tiba-tiba tersedak minumannya, membuat Dean duduk mendekati dirinya."Kamu tidak apa-apa..?" Tanya Dean.


"Ems Aku oke.." jawab Meira tiba-tiba sedikit gugup di dekati Dean saat itu.


"Ayo kita makan dulu." Ucap Dean mengambil piring makanan milik Meira meletakannya di depan meira, sesudah itu dia mengambil piring miliknya.


"Tidak menunggu De..maksudku,Tania dan temannya." Ucap Meira.


"Mereka makan di ruangan lain." Jawab Dean membuat Meira melototkan matanya."Kamu merencanakan ini?" ucap Meira menatap Dean.


"Frans asisstenku,dia mengerti apa yang aku inginkan.jangan salah paham,aku sunguh ingin makan berdua dengan kamu biar kita bicara tampa ada kecanggungan."Ucapan Dean kembali membuat Meira gugup.


"Makanlah,atau kamu mau aku suapi?"Ucap Dean membuat mata Meira kembali melotot kemudian dia lansung memakan makanannya.Hal itu membuat Dean tersenyum lalu perlahan tangannya terangkat mengusap lembut samping bibir Meira karena ada makanan menempel.


"Makanmu seperti anak kecil." Ledek Dean.Apa yang Dean lakukan padanya,membuat Meira kembali gugup.


"Me..menjauhilah sedikit dudukmu,


aku tidak bisa makan kalau begini." Ucap Meira beralasan.


"Baiklah.." Ucap Dean mengeserkan tubuhnya sedikit menjauhi Meira. Mereka pun mulai makan namun sesekali saling memberikan tatapan.


sepuluh menit kemudian mereka baru selesai makan.Meira terus melihat jam tangannya dengan gelisah.


"Temanmu pulang bersama Frans." Ucap Dean membuat Meira menoleh kearahnya.


"Apa kita bisa pulang sekarang,Aku masih ada tugas kuliah belum aku selesaikan." Ucap Meira Jujur.


"Baiklah,Aku akan mengantarmu." Ucap Dean.


"Tidak perlu,kakakku sudah menungguku di depan." Ucap meira membuat Hati Dean sedikit kecewa,


Padahal Dean sudah berharap satu mobil dengan meira saat itu tapi malahan gagal.


"Baiklah,aku akan mengikuti kalian dari belakang.Ayo." Ucap Dean kemudian mereka berdua keluar bersama menuju parkiran.sampai disana ternyata Kenzi sudah menunggu Meira,Meira pun lansung menuju kearah Kenzi.

__ADS_1


Meira masuk kedalam mobil Kenzi yang tidak lama di susul Kenzi masuk dan lansung melajukan mobilnya.


begitu Dean,dia lansung menyusul Meira.


__ADS_2