Pesonamu

Pesonamu
82


__ADS_3

"Apa kakak tau maksudnya berbeda gimana kak.."?" Tanya Meira melihat kearah Elvano dengan matanya masih tertutup.


"Berbeda! kakak merasa tidak ada yang berbeda dengan kami..Mungkin itu perasaan kamu,Meira." Ucap Elvano.


"Perasaanku saja!lalu bagaimana dengan tadi,Om bilang hanya aku bisa membuka pintu itu yang sudah terkunci sejak belasan tahun..!" Ucap Meira terus ingin mencari tau ada yang janggal dalam hal itu.


"Soal itu Kakak tidak tau Meira..Kamu bisa menanyakan Daddy kamu,mungkin beliau tau soal itu.!" Ucap Elvano menoleh kearah Meira.


"Kita sudah sampai!" Ucap Elvano mengejutkan Meira.


"Sudah sampai?sampai dimana?" Tanya Meira.Elvano mendekatkan wajahnya kearah telinga Meira lalu membisikan sesuatu disana.


"Di rumah kakek kamu!" Ucap Elvano sembari membuka kain hitam menutupi mata Meira sejak tadi.Meira membuka matanya lalu terkejut melihat wajah Elvano begitu dekat dengan wajahnya saat itu.mereka berdua masih bersitatap namun kemudian Elvano menjauh.


"Kakak tidak bisa mengantarmu masuk! sampaikan permintaan maafku dengan Daddy Ger.." Ucap Elvano mengedipkan matanya kearah Meira membuat Meira terpaku namun kemudian tersadar lalu tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Berikan ini Kepada Daddy kamu..Ini dariku..Semoga kakek cepat sembuh!" Ucap Elvano.


"Baiklah..Kalau begitu Aku masuk..kakak berhati-hatilah,beritahu aku kalau sampai.." Ucap Meira tersenyum.


"Tentu saja aku akan memberitahu kamu..!" ucap Elvano tersenyum.Meira keluar dari Mobil Elvano kemudian masuk kedalam memberitahu penjaga yang lansung mereka buka Gerbang dan mengijinkan Meira masuk.melihat Meira sudah Masuk Elvano lansung pergi dari sana namun hal itu mengejutkan Meira karena Elvano lansung menghilang dari pandangan matanya.


"Mungkin Daddy tau segalanya..Daddy kan teman baik Om Dante..tidak mungkin dia tidak tau.!" Guman Meira masuk kedalam.


"Daddy.." Meira mengejutkan Gerson, Ayura dan Raymond yang duduk di ruangan tamu.Ayura lansung menghampiri putrinya lalu memeluk tubuh putrinya.


"Mom Khuatir sekali sama kamu sayang.." Ucap Ayura.


"Maaf ya Mom.." Ucap Meira mendapatkan anggukan kepala dari Mommy Ayura.


"Siapa yang mengantarmu sayang?" Tanya Daddy Gerson.


"Kak El.. Dad tapi dia tidak bisa ikut masuk karena ada pekerjaannya katanya." jawab Meira.


"Dasar pengecut! Dia hanya mengantar mu sampai depan,sudah berani membawa kamu diam-dima lalu dia tidak berani menampakan dirinya.. benar-benar pengecut!!" Ucap Raymond kesal.Mendengar itu Gerson menepuk bahu putranya.


"Daddy sudah katakan sebelumnya.. Daddy mengijinkan kamu menghajarnya itu kalau kamu bisa..sekarang kamu tau artinya?" Ucap Gerson.


"Dia sungguh pengecut Dad..Awas saja jika aku bertemu dengannya nanti.

__ADS_1


Menyesal tidak menghajarnya dulu!" Kesal Raymond bertambah.


"Kakak nggak boleh gitu..nggak baik kak.." Ucap Ayura mengingatkan putranya.


"Dia memang pengecut Mom.." Ucap Raymond masih kesal.


"Kakak Dia bukan pengecut..!" Ucap Meira ikut bicara.


"Lalu apa kalau bukan pengecut..!" Ucap Raymond.


"Siapa yang kau katakan Pengecut!" mereka lansung menoleh kesuara yang barusan mereka dengar.


"Kak El.." Ucap Meira terkejut melihat kehadiran Elvano dirumah itu.Elvano Mendekat Gerson dan Ayura.


"Om.."


"Tante.."


Elvano menyalami tangan Gerson kemudian menyalimi tangan Ayura yang tersenyum melihat Elvano.


"Bukannya tadi kakak bilang..?" Ucap Meira terhenti melihat Elvano memberikan ponselnya kearahnya.


"Putrimu selalu meninggalkan segala sesuatu di tempatku Tante.." Ucap Elvano tersenyum.


"Sepertinya.." Ucap Elvano.


"Kau sungguh sudah dewasa sekarang El dan tampan sekali..!" ucap Ayura tersenyum memuji ketampanan Elvano.


"Terimakasih pujianmu Nyonya..Anda membuatku terjebak Nyonya.. lihatlah pawangmu,matanya akan menghancurkanku!" Ucap Elvano meledeki Gerson yang saat itu lalu tersenyum.


"Aku memberikanmu kesempatan..Apa membuatmu menampakan diri seperti ini El?" Tanya Gerson yang di mengerti Elvano.


"Ingin memastikan kalau Kunci utamamu masih kuat Om..!" Jawab Elvano membuat Ayura,Meira dan Raymond bingung dengan pembicaraan mereka berdua.


"Tentu saja masih kuat! Terimakasih menepati janjimu nak.." Ucap Gerson.


"Tentu saja! Baiklah,aku masih ada kerjaan jadi aku harus segera pergi.." Ucap Elvano di angguki Gerson lalu Elvano menoleh kearah Raymond yang menatap tajam kearahnya.


"Kau mau menghajarku..waktunya sangat tepat pengeran Lion Golden.." Ucap Elvano tersenyum kearah Raymond.

__ADS_1


"Aku mengurung niatku dan berubah pikiran!Apa yang sudah terikat kita bisa meneruskannya!" Ucap Ryamond di pahami Elvano lalu tersenyum.


"Okey..Besok Aku akan menjemputmu sebagai Awalnya..!" Ucap Elvano yang mendapat senyuman dari Raymond lalu mereka berdua berpelukan membuat Gerson dan Ayura saling pandang dan Meira malah kebingungan tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnnya dengan kakaknya lalu mau berpelukan dengan Elvano. Mereka berdua menguraikan pelukan sembari masih memberikan senyuman.


"Aku pergi dulu Om..tante.." Ucap Elvano yang di angguki Gerson dan Ayura sedangkan Meira menatap bingung melihat keanehan saat itu.


"Dad aku mau menanyakan sesuatu yang penting Dad..?" Ucap Meira melihat Daddy Gerson.


"Bagaimana Tempat Om Dante, Bagus?" Ucap Gerson mengalihkan ucapan Putrinya.


"Dad..ayolah jangan mengalihkan pembicaraanku Dad..? Kalian membuatku bingung.." Ucap Meira merengek.


"Kamu mau menanyakan apa sayang?" Ucap Gerson.


"Aku sangat bingung,Siapa sebenarnya keluarga Om Dante..kenapa mereka sangat berbeda dengan kita?" Ucap Meira ingin tau.


"Berbeda? Berbeda bagaimana Dek?" Ucap Raymond ikut bicara.


"Berbeda kak...Dad..beritahu aku Dad..?" Ucap Meira lagi.


"Tidak ada yang berbeda dari keluarga mereka dengan kita sayang..Bersihkan tubuhmu ini sudah malam!,Dad sama kakak mau mengerjakan pekerjaan Daddy.." Ucap Gerson lalu memberikan kode dengan Raymond untuk dengannya lalu mereka berdua pergi menuju ruangan Geril.


"Mom..Mommy pasti tau sesuatu?" Tanya Meira.


"Mom tidak mengerti apa yang kamu bicarakan sayang..ayo kita kekamar kamu,kamu harus segera mandi setelah itu Mom temanin kamu makan malam ya..!" ucap Ayura.


"Kalian Jahat..tidak mau memberitahuku!" Kesal Meira membuat Ayura tersenyum.


"Kamu melihat mereka memakan daging setengah matang,Emm bahkan masih mentah dan meminum anggur merah?" Meira lansung menoleh kearah Mommy Ayura mendengar Mommynya tau soal itu.


"Ia Mom..makanan mereka sangat berbeda dengan kita Mom..?" Ucap Meira.


"Yang Mommy tau,Itu aturan keluarga Sky Alexander sayang..semua keluarga mereka seperti itu sejak dari nenek buyut mereka dan mereka harus mengikuti aturan keluarga mereka bahkan sampai keketurunan mereka sampai nanti.Kamu tidak perlu merasa aneh melihatnya.Ingat sayang..setiap keluarga pasti ada aturan begitu juga dengan keluarga mereka.!" Ucap Ayura memberitahu putrinya. Mendengar itu Meira menganggukan kepalanya mengerti apa yang Mommy Ayura jelaskan.


"Pantasan saja mereka semua seperti itu ya Mom..karena sudah sejak Dulu?" Ucap Meira.


"Betul sekali sayang.. Mandi sana, Mom tunggu..!" Ucap Ayura.


"Baiklah Mom.." Ucap Meira berjalan menuju kamar mandinya untuk segera membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa aku tetap merasa aneh ya..Tunggu! tadi Kak El mengantarku pulang bahkan waktunya tidaklah lama.. Bagaimana mungkin Dia mengantarku secepat itu bukannya tadi perginya jaraknya jauh..perasaan kami belum lama pergi dan kemudian kak El bilang sudah sampai..ini sangat aneh sekali."Meira sampai termenung mencari kejanggalan mengenai apa yang dia pikirkan saat itu.


"Ah tau ah..mungkin benar kata Mom.. Perasaanku saja!" Guman Meira lalu membersihkan tubuhnya.


__ADS_2