Pesonamu

Pesonamu
39


__ADS_3

Di kantor keluarga Sky Alexander tengah berkumpul membahas bisnis keluarga mereka.Dante tengah serius menyampaikan kesemua yang hadir di dalam ruangan metting itu apa yang di bahas dalam metting mereka.


"Elvano!." Panggil Dante namun Elvano tidak menjawab panggilan dari papanya,membuat semua orang menoleh kearahnya dengan tatapan pertanyaan di benak mereka.melihat itu,Rafa asissten Alvano menyentuh bahu Elvano tapi tidak juga menyadarkan atasannya dari lamunannya.


"Tuan muda." panggil Rafa memegang kuat bahu Elvano lagi, barulah membuat Elvano tersadar.


Ems.."Maaf semuanya.." Ucap Elvano membuat papanya menatap lekat kearahnya dengan tatapan bertanya, tidak biasanya putranya seperti ini disaat bekerja.


"Lanjutkan!" Ucap Dante menyuruh putranya maju kedepan melanjutkan pembahasan pekerjaan mereka. Elvano maju kedepan lalu menjelaskan pekerjaan yang tengah mereka bahas.semua yang mengikuti metting itu sangat menyukai apa yang Elvano jelaskan maupun perencanaan yang Elvano paparkan.


Merasa semuanya sudah cukup, Dante menutup metting itu kemudian mereka pun lansung keluar dari sana.


"El papa mau bicara." Ucap Dante menghentikan langkah putranya ingin keluar namun balik lagi kearah papanya.


"Ada apa pa?" Ucap Elvano.


"Tidak biasanya kamu seperti tadi El." Ucap papanya.


"Aku teringat sesuatu membuatku melamun sejenak pa,tapi tidak ada yang serius." Jawab Elvano.


"Apa itu mengenai seorang wanita lagi.?" Mendengar pertanyaan papanya,Elvano tersenyum.


"Ingin memastikan sesuatu pa.." Jawabnya membuat Dante mengernyitkan keningnya.


"Kamu mencurigai wanita itu?, karena kenapa?" Tanya papanya bingung.


"Aku merasa dia wanita yang sangat berbeda pa,aku sangat yakin dia menyembunyikan sesuatu pa.."Jelas Elvano.


"Baiklah,papa percaya sama kamu. Boleh papa tau siapa dia..?" Ucap papa bertanya mengenai wanita yang ingin dia cari informasinya.

__ADS_1


"Namanya Reyna Zameira.dia sedikit membuatku terganggu."Jawab Elvano membuat Dante saat itu lansung terkejut namun dia lansung mengubah ekspresinya agar putranya tidak menyadari keterkejutannya. Dante tidak menyangka putranya mencurigai putri dari sahabatnya sendiri yang selama ini dia cari.


"Baiklah,lakukanlah menurut kamu baik.papa mau keruangan dulu." ucap Dante kemudian meninggalkan putranya menuju keruangannya.


"Aku merasa papa menyembunyikan sesuatu,bahkan aku merasa papa terkejut saat aku menyebut nama wanita itu.pasti papa mengetahui sesuatu..!" Guman Elvano kemudian berjalan menuju kearah ruangannya. Elvano menjabat sebagai Direktur Produksi dan pemasaran mencakup seluruhnya sedangkan papanya masih memegang puncak kekuasaan tertinggi perusahaan yaitu menjadi Ceo dari perusahaan mereka itu. setelah kematian papinya,dia belum bisa sepenuhnya memberikan tanggung jawab penuh kepada putranya karena perusahaan mereka mencangkup banyak bidang.lagi pula putranya juga masih disibukan dengan studynya.


Elvano sampai di ruangannya,dia melanjutkan lagi pembicaraannya dengan Rafa,mengenai pekerjaan mereka sampai tidak terasa waktu sudah berubah sore membuat Elvano tersadar.Elvano melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukan pukul 5 sore.


"Kau boleh pulang Raf,tapi ingat kosongkan tempat yang mau aku kunjungi nanti." Ucap Elvano.


"Baik Tuan Muda." Rafa keluar dari ruangannya lansung keluar dari gedung pencakar langit itu untuk menjalan tugas dari atasannya.


Masih di kantor,Elvano lansung menghubungi Meira saat itu.


"Jam 7 aku jemput kamu." Ucap Elvano.


"Pakailah baju yang tebal,di luar udaranya cukup dingin."Mendengar itu Meira tersenyum.


"Emm..terimakasih sudah mengingatkan." tampa menjawab lagi Elvano mematikan teleponnya membuat Meira melototkan matanya.


"Ya ampun begitu kaku sekali ini orang,bilang apakah kalau mau di matikan..,kenapa aku senang ya mau jalan sama dia,padahal aku ngak pernah ngerasa kayak gini." Guman Meira bingung dengan perasaanya sendiri.


"Lebih baik aku segera mandi." Meira bangun lalu berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.setelah selesai,dia segera beganti pakaian dan memakaikan mek up tipis di wajahnya supaya Elvano tidak mencurigai siapa dia sebenarnya.tidak lama Morgan datang menemuinya,saat Meira membuka pintu Apartemennya, Morgan lansung terkejut melihat penampilan Meira sedikit berbeda malam hari itu.


"Beb kau kenapa seperti ini,apa kau mau pergi..?" tanya Morgan.


"Menurutmu bagus ngak penampilanku..?" ucap Meira belum menjawab pertanyaan dari sahabatnya.Morgan melihat penampilan Meira dari kaki sampai kerambutnya.


"kamu selalu tetap cantik di mata aku beb." Ucap Morgan tersenyum membuat Meira ikut tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih pujianmu,aku mau pergi dengan kakak kamu,dia mengajakku jalan-jalan keMuseum."


"What!! Ka..kamu mau pergi sama kak Elvano,maksud kamu..?" Meira menganggukan kepalanya


"Ia..sama kak Elvano." Jawab Meira membuat Morgan lansung memeriksa kening Meira untuk memastikan Sahabatnya itu.


"Apaan sih kamu bray.." Ucap Meira.


"Beb..benaran kamu mau pergi sama kakak aku,kamu ngak bohong?" tanya Morgan lagi belum percaya.


"Benaran Morgan..,ngapain aku berbohong.kakak kamu ngajakin aku pergi tadi siang dia ngubungi aku.." Jelas Meira membuat Morgan masih terus menatap Meira dengan lekat.


"Yang bikin aku aneh,kenapa kamu mau jalan sama dia?kamu kan wanita yang super-super ngak pernah mau di ajak pergi begitu saja dengan seorang pria apalagi baru kamu kenal.kayak sekarang contohnya.tapi ini kenapa kamu mau pergi sama kakak sepupu aku." Ucap Morgan masih tidak percaya sahabatnya lansung mau dia ajak Elvano pergi.


"Kamu mau tau,kenapa aku ingin pergi dengannya?" Morgan menganggukan kepalanya ingin tau alasan Meira mau pergi dengan Elvano. "itu karena aku ingin melihat wajah aslinya.kamu lihat dia selalu memakai masker sama kacamatanya, membuat aku penasaran sekali seperti apa wajah aslinya Morgan...!"


Ucap Meira.


"No..no..,aku merasa kamu bukan penasaran karena dengan wajahnya beb,tapi memang kamu sudah menyimpan sesuatu yang berbeda sama kakak sepupu aku beb,tapi kau tidak menyadarinya." Ucap Morgan menebak.


Ahh.."Ngak sama sekali.Intinya aku mau lihat dia seperti apa rupanya." Ucap Meira.


"Baiklah,semoga kau beruntung bisa melihat wajahnya,dan kencan kalian lancar.Ingat! kakakku memiliku kejeniusan cukup tinggi,kau berhati-hatilah Beb.." Ucap Morgan berpesan dengan sahabatnya.


"Ialah..kau ngak mau ikut?barengan Kak Kenzi.." Ucap Meira menawarkan morgan ikut bersamanya.


"Ngak! malas,aku mau pulang!" Morgan lansung keluar lagi dari Apartemen Meira.


Bersamaan dengan itu ponsel Meira berdering yang ternyata Elvano mengirim pesan mengatakan dia sudah menunggu Meira di bawah. Meira segera berjalan menuju kebawah untuk menemui Elvano.

__ADS_1


__ADS_2