
"Kita mau kemana kak?" Sejak tadi Dean mengendarai mobilnya namun belum juga sampai ketujuan mereka.
"Menemui Elvano.." Jawabnya membingungkan Davin.
"Untuk apa menemuinya?,bukannya kau tidak terlalu berhubungan baik dengannya..!" Davin mengingatkan kakak sepupunya.
"Kau yang membuatku untuk bersikap baik padanya,kau lupa..!" Ucap Dean menyadarkan Davin mengenai ucapannya sebelumnya memang dialah yang menyuruh kakak sepupunya itu untuk bisa menjalin hubungan baik dengan rivalnya.
"Ah ya..aku lupa,padahal aku yang menyarankan itu padamu..kalau aku boleh tau kau mau bicara mengenai apa dengan dia?" ucap Davin Ingin tau.
"Stefan..pria itu seperti bukan manusia!" Ucapnya membuat Davin menoleh kearahnya namun kemudian Davin tersenyum gelik.
"Kakak kau lucu sekali! Bagaimana bisa kau mengatakan dia bukan manusia hah,kalau bukan manusia lalu dia apa?" Ucap Davin menganggap ucapan kakaknya hal yang konyol.
"Kau tidak percaya terserah,tapi aku yakin dia memang bukan manusia!" Ucap Dean tetap yakin dengan dirinya.
"Baiklah,Lalu kalau bukan manusia terus dia apa,hantu,setan atau apa Iblis..!" Ucap Davin.
"Aku tidak yakin dengan apa yang aku yakinkan saat ini..itu sebabnya aku ingin menemui Elvano,Aku mau menanyakan dia mengenai Stefan,kau tau Stefan tadi memperlihatkan matanya yang lain dari matanya yang biasa dan itu pernah aku lihat sebelumnya seperti Elvano.." Ucap Dean membuat Davin serius menyimak apa yang Dean katakan.
"Elvano matanya bisa berubah..seperti apa,dan kapan kau melihatnya..!" Ucap Davin penasaran.
"Beberapa bulan lalu saat dia bicara dengan teman Meira yang bernama Morgan.." Ucap Dean memberitahu.
"Lalu menurut yang kau pikirkan, memangnya mereka siapa? Kenapa mereka bisa seperti itu.." Ucap Davin
"Sejak Aku membaca buku itu,aku merasa banyak hal aneh terjadi dan aku melihatnya.mengenai Elvano dan Stefan mereka sama-sama bisa merubah warna mata mereka.Aku merasa mereka seperti Vampir..!" Ucap Dean Mengejutkan Davin.
__ADS_1
"A..apa kau bilang kak,Vampir..?" Tanya Davin masih terkejut dengan ucapan kakak sepupunya itu.
"Ia..Ciri-ciri mereka sangat persis dengan apa yang aku teliti selama ini.. Tapi aku tidak tau mereka Vampir seperti apa,Apakah jahat atau pun tidaknya..Menurut legenda kalau Vampir itu tidaklah musnah melainkan bersembunyi di tempat yang bisa untuk mereka bertahan atau mereka begenerasi wujud manusia mengunakan perkembangan teknolagi maupun ramuan Ajiab." Ucap Dean sedikit banyak yang dia tau.
"Kalau begitu,kalau memang benar mereka Manusia Vampir,bukankah setau aku,mereka tidak bisa melihat darah,mereka pasti akan ingin meminumnya.matahari,mereka kan tidak bisa terkena matahari..lalu bagaimana Elvano dan pria itu.. Kenapa mereka bisa bertahan?" Ucap Davin ikut tertarik dengan apa yang kakaknya bicarakan.
"Mengenai itu,aku pun tengah mencari taunya Davin..tujuanku menemui Elvano selain menanyakan mengenai Stefan, aku juga ingin mencari tau mengenai Elvano.." Ucap Dean yang di pahami Davin.
"Tunggu kak,Aku pernah menguping pembicaraan kalian berdua..ahkir- ahkir ini Elvano sering mengatakan dengan kau agar selalu mengawasi Meira di saat Meira tidak dalam pengawasannya.
menurutku itu sangat Aneh kak,kau tidak merasa aneh kah..?" Ucap Davin melihat kearah Dean yang masih serius menyetir saat itu.
"Sebelum kau merasa semuanya aneh, aku sudah lama merasakan itu Davin..itu kenapa aku ingin tau lansung dari Elvano,siapa dia sebenarnnya..!" Ucap Dean.
"Baik kak,itu lebih bagus aku setuju..!" Ucap Davin menanggapi Ucapan kakak sepupunya.
Setelah 1 jam perjalanan mereka pun sampai di tempat yang di beritahukan Elvano dengan Dean sebelumnya.
"Tempat apa ini,kenapa seperti tempat Biologi?" Gumanan Davin melihat setiap tempat yang mereka lewati.
"Kak.."Davin memanggil Dean untuk menanggapi ucapannya barusan.
"Aku tidak tau!"Jawab Dean membuat Davin sedikit kesal dengan kakak sepupunya itu.
"Selamat datang Di tempatku!" Ucap Elvano melihat kedatangan mereka berdua.Dean dan Davin mendekati Elvano yang saat itu tengah duduk di ruangannya.
"Silahkan Duduk! Igo buatkan kami minum.." ucap Elvano lalu memerintahkan anak buahnya membuat kan minuman untuk mereka.
__ADS_1
"Ada apa kau mau menemuiku?" Ucap Elvano lansung dengan inti pembicaraan mereka.
"Aku bertemu dengan Stefan..!"Ucap Dean mengantung ucapannya dan Elvano menunggu kelanjutan apa yang ingin Dean bicarakan.
"Aku memperingatkan dia untuk tidak mendekati Meira tapi dia balik mengancamku.Aku tau Kau pasti tau siapa dia sebenarnya..?" Ucap Dean yang di paham Elvano pertanyaan Dean.
"Jadi kau menemuiku kemari ingin menanyakan Siapa Stefan?" Ucap Elvano.sedangkan Dean tidak menjawab melainkan menunggu Elvano melanjutkan Ucapannya.
"Aku merasa dia bukan pria yang baik, itulah kenapa aku menyuruh Meira menjauhinya." Ucap Elvano.
"Itu bukan jawaban yang ingin aku dengar,Kau berbohong Elvano!" Ucap Dean menekan.
"Aku mengatakan sebenarnnya!" Jawab Elvano.
"Kau harus jujur padaku,siapa kau sebenarnya dan Stefan itu.Aku pernah melihat matamu berubah dan stefan juga seperti itu tadi saat memberi ancaman padaku!" Ucap Dean membuat Elvano sedikit terkejut namun dia bisa menyembunyikan keterkejutannya.Elvano tersenyum saat itu lalu melihat kearah Dean.
"Mungkin kau salah melihatku! Kenapa bisa aku mengubah mataku,bisa jadi kau melihat saat aku mengunakan Soflen."Ucap Elvano.Kali ini Dean yang tersenyum menyeringai.
"Mengunakan Soflen! Bagaimana kau mengantikannya dalam waktu 5 detik dan 1 menit kemudian matamu kembali berubah seperti sekarang..Mengunakan Soflen katamu!!!" Dean terus menekan Elvano menyinggungnya mengenai perubahan warna bola mata Elvano.
"Mengenai Meira,kau terus mengatakan untuk memperhatikannya..Aku bukan orang bodoh Elvano,Aku tau kau menyembunyikan sesuatu yang besar menyangkut mengenai Meira dariku. Jika benar,aku berhak mengetahuinya. Artinya itu juga kewajibanku melindungi wanita yang aku cintai..!" Lanjut Dean menatap Elvano.
Mendengar itu Elvano menatap Dean lalu kemudian kearah Davin.
"Aku mau bicara berdua dengamu,akan aku katakan semua padamu..!" Ucap Elvano.
"Dia sepupuku,Dia sangat bisa menjaga rahasia..!" Ucap Dean tau Elvano ingin menyuruh Davin keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Mendengar itu Elvano menatap Dean dan Davin bergantian.
"Baiklah,Akan aku beritahu siapa aku tapi sebelumnya aku akan memberitahu Siapa Stefan dan apa hubungan dia dengan kami..!"