Pesonamu

Pesonamu
81


__ADS_3

"Temukan segera putri kita Ander..aku takut terjadi apa-apa.." Ucap Ayura masih menangis dalam pelukan suaminya.


"Tenanglah sayang..putri kita akan baik-baik saja..!" Ucap Gerson sembari mengusap belakang istrinya.bersamaan Ponsel Gerson berdering yang lansung dia lihat nomor rahasia menghubunginya.Gerson lansung mengetahui siapa pemilik nomor rahasia itu,dia pun lansung mengangkatnya.


"Kenapa kau mengunakan nomor ini menghubungiku..Ada apa?" Tanya Gerson yang sudah tau kalau itu adalah Dante sahabatnya.


"Bro aku minta maaf membuat kegaduhan,kau pasti sangat khuatir saat ini,Putri kau berada di tempatku saat ini, dia baik-baik saja..!" Ucap Dante membuat Gerson merasa lega mendengar kabar putrinya dan juga lansung kesal.


"Sialan Kau Dante..bedebah kau.. kenapa tidak bilang dari tadi hah,kau membuat istriku menangis bangsat..!" Pekik Gerson membuat mereka semua yang berada di ruangan Geril itu terkejut saling pandang bertanya-tanya kenapa Gerson kesal sekali bahkan menyebutkan nama Dante.


"Soryy Bro..Aku benar minta maaf Bro, aku menyuruh putraku membawa putrimu kemari,Aku sedikit meminta bantuan Putrimu,kau tau maksudku... Maafkan aku..nanti aku akan menyuruh Elvano mengantar Meira dengan selamat lagi." Ucap Dante.


"Bangsat kau..tidak bisakah kau beritahu aku dulu membawanya..!!Kau benar-benar bangsat..Jangan membuat putriku lecet sedikit pun..!lihat saja kalau dia terluka sedikit pun aku akan meratakan tempat kau itu.." Ucap Gerson mengancam.


"Tidak akan!!kau tenang saja..!Aku tutup" Dante pun lansung mematikan sambungan teleponnya dengan Gerson.


"Ada apa Ander..,Meira kita kenapa Nder..?"Tanya Ayura.


"Meira kita baik-baik saja sayang,saat ini Meira berada di kediaman Dante.." Ucap Gerson mengejutkan mereka semua sedangkan Dean lansung bisa menebak siapa yang melakukan itu.


"Dante! Dia berada disini..untuk apa dia membawa Meira..?" Ucap Juandra bingung.


"Apa kau lupa dia itu pria misterius..Dia memiliki tempat disetiap negara namun kita tidak tau tempatnya persembunyiannya dimana..!" Ucap Andreu.


"Aa..aku melupakan itu..!" Guman Juandra.


"Aku harus menghubungi Raymond.." Gerson mengirim pesan dengan putranya mengatakan keberadaan Meira sudah di ketahui.mengetahui itu,Raymond lansung kembali menuju rumah sakit.


"Maaf membuat kalian ikut panik karena putriku..selagi lagi terimakasih atas bantuan kalian semua..!" Ucap Gerson.


"Jangan sungkan Ger..aku yang meminta maaf karena putra putrikulah yang lalai.." Ucap Juandra menepuk bahu Gerson.


"Baiklah..kalau begitu kami pamit pulang..besok jangan lupa..!" Ucap Juandra.


"Tentu saja..!" Ucap Gerson.


Rombongan Juandra pergi dari sana kembali menuju rumah Nathan lagi.


Tidak lama Raymond datang keruangan kakeknya.

__ADS_1


"Dad..benarkah yang aku dengar?" tanya Raymond.


"Ia Ray..sialan Dante..membuat daddy khuatir saja..!" Ucap Gerson.


"Lalu bagaimana dengan Embul..kapan dia akan kembali..?" Ucap Raymond.


"Om Dante tidak mengatakan jam berapa dia akan mengantar Meira kita pulang tapi kamu tenang saja..Daddy percaya dengan Om kamu..!" Ucap Gerson.


"Kalau Elvano yang mengantar Embul, daddy jangan halangi aku untuk memberikan dia pelajaran padanya..!" geram Raymond membuat Gerson tersenyum.


"Silahkan..Daddy mendukung..!" ucap Gerson.


"Ger..kenapa Dante membawa Meira kemarkasnya..?"Tanya Geril


"Cucumu itu selain cantik,dia terlahir dengan hal Berbeda Pa..." Ucap Gerson yang di pahami Geril.


"Baiklah.." Ucap Geril tersenyum.


Di tempat lain.


"Baby..." Meira menoleh kearah yang sudah tau dia siapa yang memanggilnya.


"Sorry..aku tidak bisa mengatakan sebenarnya..!sudah lama sampainya?" Ucap Morgan mengalihkan pembicaraan sahabatnya.


"Belum lama.." Jawab Meira.


"Kak..aku sudah melakukan pekerjaanku..!" Ucap Morgan.


"Beritahu papa.." ucap Elvano.


"Aku pergi dulu baby..bye.." Ucap Morgan berlalu dari sana menuju ruangan Dante.


"Boleh aku tau kalian melakukan apa disini kak..?" tanya Meira penasaran.


"Kami sedang menguji setiap obat yang akan di produksi..papa memiliki banyak Lab di setiap negara.." Ucap Elvano yang di pahami Meira.


"Apa kalian membuat serum suntikan mati..?" Tanya Meira.


"Kenapa menanyakan hal itu..kamu mau menyuntik mati aku?" Ucap Elvano yang lansung mendapat pukulan dari Meira.

__ADS_1


"Bukan begitu..tapi kalau kakak mau, aku bisa melakukannya..!" Ucap Meira membuat Elvano menatapnya dengan serius.


"Silahkan..kalau itu kamu yang melakukannya..!" Ucap Elvano dengan wajah Datarnya.


"Aku bercanda Kak..mana berani aku melakukannya,nanti aku bisa di bunuh Om sama Tante..!" Ucap Meira membuat Elvano tersenyum.


"kenapa tersenyum seperti itu..aku terlihat lucu..?" Ucap Meira.


Elvano lansung mengacak rambutnya lalu menggelengkan kepalanya.


"Ayo kita keruangan Papa.." ucap Elvano yang di angguki Meira. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruangan Dante dengan Elvano tidak lepas melihat wajah cantik Meira.


"Meira..kemarilah sayang.." ucap Dante yang perlahan membuat Meira mendekatinya.


"Saat kau bayi..tanganmu berdarah dan darahnya mengenai cincin milik Om,saat itu kamu berada dalam gendongan Om. Cincin ini kunci dari ruangan rahasia milik Om namun tidak bisa om gunakan karena Darah kamu membekukannya. Sekarang kau sudah 17 tahun artinya sudah saatnya..,bisakah kamu membantu Om membukanya." ucap Dante membuat Meira bingung.


"Bagaimana cara aku membantu Om..?" tanya Meira.


"Kamu terlahir dengan Darah yang berbeda dengan kami dan semua orang sayang..Kamu bisa menanyakan Daddymu nanti..Gunakan cincin ini di tanganmu,hanya kamu saja yang bisa membukanya sekarang.." ucap Dante. Mendengar itu Meira mengambil cincin itu lalu membuka segel ruang rahasia milik Dante.


"Good..terimakasih sayang..!" Ucap Dante mengusap kepala Meira yang saat itu memberikan senyuman manisnya kepada Dante.


"Sama-sama Om.." Ucap Meira.


"Antar Meira pulang dengan selamat El.. " ucap Dante.


"Baik Pa..Kalau begitu kami pergi.." Ucap Elvano.


"Berhati-hatilah..sampaikan salamku untuk daddymu sayang.." Ucap Dante.


"Baik Om.."Ucap Meira menyalimi tangan Dante.


Elvano membawa Meira pergi dari sana melalui jalan sebelumnya namun tidak Meira ketahui karena mata Meira kembali di tutupi Elvano.


"Kak Boleh aku menanyakan sesuatu..?" tanya Meira.


"Aku memberikan hak untuk kamu bertanya denganku Meira..?" Ucap Elvano menatap Meira.


"Maaf sebelumnya kak..Em itu..Aku lihat Kakak,Om Dante dan Morgan..kalian sama sepertinya suka makan daging masih setengah matang bahkan masih memerah dan emm.. tangan kalian terasa dingin aku sentuh sama seperti Morgan. Aku sering menanyakan hal itu dengan Morgan tapi morgan selalu menjawab karena keluarga kalian berbeda dengan keluargaku dan keluarga umumnya apalagi..Apa kaka tau maksudnya berbeda gimana kak.."?" Tanya Meira.

__ADS_1


__ADS_2