Pesonamu

Pesonamu
18


__ADS_3

Devi kembali menghampiri Meira dan ayura yang saat itu masih tengah mengobrol dengan asiknya,namun saat Devi kembali,Ayura yang berpamitan dengan mereka berdua mau pergi kekamarnya sebentar. Melihat mommynya sudah menjauh Meira menatap sahabatnya.


"Beb siapa yang menghubungi kamu?"mendengar pertanyaan sahabatnya itu Devi duduk mendekat mengikis jarak mereka berdua.


"Frans,dia bilang mau ngajakin aku ketemu nanti malam bahkan ngajakin aku Diner beb."Bisik Devi tampa menutupi apapun dari Meira membuat meira mengeryitkan keningnya.


"kedengarannya tidak biasa beb." pikir Meira dengan ada rasa curiga mendengar teman pria Sahabatnya tiba-tiba mau mengajak sahabatnya Diner.


"Mungkin memang mau ngajakin aku makan malam doang kali beb,tenang saja aku mikirin Brayen kok." Ucap Devi memainkan matanya di gerak gerakannya membuat Meira tersenyum.


"Terserah kau saja tapi ingat..." Meira menajamkan matanya yang di mengerti Devi maksud dari ucapannya itu.


"Ia Aku ingat.kau tenang saja,mulutku akan terkunci rapat" Devi memutarkan jarinya menutup mulutnya seolah di kuncinya.


"Baiklah aku percaya.berarti kamu jadi pulanglah ini?" tanya Meira.


"Jadilah,Aku besok juga ada mata kuliah pagi beb." Jawab Devi sambil memakan kue buatan mommy Ayura.


"Kenapa Sayang.." tanya Ayura yang datang lagi menghampiri mereka.


"Ini Mom,Devi mau duluan balik Apartemennya Mom."terang Meira.


"Owh,kamu mau pulang..?" tanya Ayura.


"Ia Aunty,besok aku ada kuliah pagi." jawab Devi.


"Baiklah,kalau sudah begitu mau gimana lagi." Ucap Ayura.


"Meira bilang kamu sudah punya pacar,siapa Sayang?,kenalin lah sama aunty..?" tanya Ayura kepada Devi.


mendengar itu Devi menatap tajam kearah Meira karena Meira sudah memberitahu hal itu kepada mommy Ayura sedangkan Meira hanya tersenyum.

__ADS_1


"Hanya teman Aunty..." jawab Devi tersenyum.


"Benaran juga ngak apa-apa,kalian kan sudah cukuplah umur memiliki kekasih,biar bisa menilai pria mana yang benar-benar baik atau tidaknya.


Tulus mau pun tidak dengan kalian,


hanya saja kalian harus ingat batasan kalian juga."Meira dan Devi kembali saling pandang mendengar Apa yang mommy Ayura beritahukan kepada mereka berdua.


"Iya aunty..,benaran kok aunty kami hanya teman" jawab Devi.


"Baiklah.." Jawab Ayura.


"Oh ya Aunty,sepertinya Aku mau pulang sekarang,soalnya nanti ada teman mau ngajak ketemu ngajakin ngerjakan tugas bareng." ucap Devi memberitahu Ayura.


"Baiklah sayang." Ucap Ayura.


"Aku besok pagi balik sekalian berangkat kuliah beb." Ucap Meira.


"Baiklah,Aunty, Devi pulang dulu.


"Baiklah sayang.." Ucap Ayura.


Mereka bertiga bangun dari tempat duduk lalu berjalan menuju kearah keluar mengantar Devi kedepan,Devi akan pulang diantar oleh anak buahnya Gerson.tidak lama Bik kasih datang membawakan koper milik Devi.


"Makasih ya bik,Aku pulang dulu." Pamit Devi yang di angguki bik kasih.


"Ia Nona,hati-hati non." Ucap Bik kasih.


Devi mendekati Meira lalu memeluk sehabatnya itu."Aku pulang duluan" Ucap Devi yang angguki Meira.


"Sampai lansung kabarin aku." Ucap Meira yang di iyakan Devi.Kini Devi kembali memeluk mommy ayura berpamitan dengan mommy sahabatnya itu,Setelah itu Devi masuk kedalam mobil,tidak lama mobil yang mengantar Devi melaju menuju kota bagian Barat.

__ADS_1


***


Di tempat lain,Elvano saat itu masih dalam perjalanan menuju kantor,untuk menemui papanya yang akan kembali mengajaknya membahas pekerjaan mereka.


sekarang dia pun tiba juga disana dan lansung masuk kedalam menuju keatas melalui lif yang lansung masuk kedalam ruangan papanya.


"Pa.."


Dante menoleh kearah putranya yang baru masuk keruangannya begitu juga Dengan Gerson.


"Om Gerson.." Elvano sedikit terkejut melihat sahabat papanya berada disana.Gerson hanya menganggukan kepalanya menanggapi ucapan putra sahabatnya.


"Duduklah El." Ucap Dante.


Elvano duduk menghadap kearah Gerson yang saat itu tengah menatapnya dengan tatapan tajamnya.


"Hal apa yang membuat Om kemari?" tanya Elvano yang di mengerti Gerson Arti dari pertanyaan sebenarnya.


"Om hanya mau menemui papa kamu." jawab Gerson.


Elvano menyunggingkan senyumannya yang menandakan dia tidak percaya dengan ucapan Gerson. Elvano kemudian mengambil minuman dan perlahan meneguknya.


"Kamu tidak percaya?" tanya Gerson.


"Aku percaya Om." jawab Elvano menatap mata Gerson lalu beralih melihat kearah papanya.


"Papa memanggilku kemari,ada apa pa..?" tanya Elvano.


"Kita akan membahas masalah kemarin lagi dengan Om mu." Ucap Dante.


Elvano kembali menatap Gerson,yang saat itu Gerson juga menatap kearahnya.mereka berdua saling Adu tatapan saat itu yang di sadari Dante dengan mengelengkan kepalanya. Dante tau putranya tidak percaya Gerson kemari, keNegara mereka hanya untuk menemui dirinya saja.walaupun kecurigaan putranya benar adanya,tapi Dante tidak mau memberitahu putranya.

__ADS_1


"Kalian seperti musuh yang ingin saling menyerang!" Ucap Dante duduk menengahi mereka berdua.


"Mari kita bahas masalahnya,masalah kalian berdua nanti saja kalian lanjutkan." Ucap Dante sedikit meledeki sahabat dan putranya yang ahkirnya bisa membuat Gerson menghentikan tatapannya kearah Elvano.


__ADS_2