
"Reyna!"Meira menoleh kearah yang memanggil namanya,pria itu lansung menarik tangannya.
"Hey kamu mau bawa aku kemana..?" Ucap Meira yang saat ini tangannya di tarik Dean yang membawanya menuju kearah mobilnya.
"Masuklah,aku mau bicara denganmu?" ucap Dean saat itu sudah membuka pintu mobilnya.
"Aku ada kelas,bisakah kamu melepaskan gengamanmu,kau menyakitiku." Ucap Meira yang perlahan membuat Dean melepaskan tangannya memegang lengan Meira.
"Bisakah sekali ini saja kau memenuhi permintaanku!" Ucap Dean menatap Meira.
"Begini,aku masih ada kelas penting sekarang.bisakah setelah itu okey..aku janji!" Ucap Meira serius.
"Apa kau bisa di percaya?" Dean meragukan ucapan Meira mengatakan mau mengikutinya nanti.
"Aku tidak pernah berbohong maupun mengingkari janji kepada siapa pun. Kau bisa menghubungiku jika kau tidak percaya atau menungguku disini. 2 jam lagi aku keluar." Ucap Meira yang saat itu menatap Dean masih diam.
"Baiklah.aku akan menunggumu disini 1 jam lagi." Ucap Dean tersenyum.
"Ia terserah kamu.aku masuk dulu.." Meira lansung pergi dari hadapan Dean yang saat itu tersenyum kecil karena senang Meira mau ikut bersamanya nanti.Dean masuk kedalam mobilnya untuk segera menuju kampusnya.
"Kak kau darimana saja?" Tanya Davin yang masih menunggu kakak sepupunya itu di parkiran.
"Menemui Reyna.." Davin melongo mendengar jawaban Dean.
"Kau menemui dia,kenapa lagi..?" tanya Davin penasaran.
"Tidak perlu kau tau." Ucap Dean kemudian melangkahkan kakinya menuju kelas mereka.
"Seperti tidak ada wanita lain saja kau kak,memperebutkan wanita aneh itu.." Guman Davin yang terdengar oleh Dean yang lansung memberikan tatapan tajamnya kepada Davin.
__ADS_1
"Jaga bicaramu Davin!" Ucap Dean dingin.
"Aku masih heran saja kau begitu menginginkan wanita itu,kau tidak risih melihat penampilannya.mataku saja sakit kak.."Ucap Davin lagi.
"Kau urus,urusanmu jangan mencampuri urusanku." Ucap Dean kemudian benar-benar meninggalkan Davin masuk kedalam kelasnya, sedangkan Davin menghelakan napasnya,berpikir masih saja tidak mengerti jalan pikiran kakak sepupunya itu.
Di kelas Devi menghubungi Meira yang saat itu sudah mulai pelajarannya.
"Beb,aku lihat kau tadi di hampiri Dean. Kenapa dia?" Ucap Devi penasaran, mereka berkomunikasi mengunakan Earphone mereka yang terpasang di telinga mereka masing-masing.
"Dia mau mengajakku pergi,tapi aku ngak tau dia mau mengajakku pergi kemana.." Jawab Meira.
"Terus kamu menerima ajakannya?" Ucap Devi penasaran.
"Aku sudah menolaknya beberapa kali, jadi aku iakan tadi.lagi pula dia sepertinya tidak bermaksud yang aneh-aneh.." Jawab Meira lagi.
"Baiklah..berhati-hatilah saja.Emm aku nanti mau pergi juga sama Brayen.." Ucap Devi memberitahu kalau dia sudah baikan dengan kekasihnya.
Dua jam kemudian,Meira baru keluar dari kelasnya yang lansung menuju arah parkiran,dimana Dean dan kak Kenzi sudah menunggunya.
"Kak aku mau pergi bersamanya,kakak pulang saja.tenanglah dia tidak akan menyakitiku." Ucap Meira.
"Maaf nona,saya tidak bisa melepaskan Nona begitu saja.." Jawab Kenzi menolak permintaan Meira menyuruh tidak mengikuti kemana nonanya akan pergi,bisa-bisa dia di penggal Tuan Gerson kalau tidak menjaga nonanya.
"Baiklah,kalau begitu ikuti saja kami dari belakang." Kenzi menganggukan kepalanya lalu masuk kedalam mobilnya sedangkan Meira mendekat kearah mobil Dean yang saat itu juga Dean keluar lalu membukakan pintu untuk Meira.
"Tidak bisahkah mereka tidak ikut?" Ucap Dean melihat kearah Kenzi dan anak buahnya.
"Maaf..tidak bisa,mereka akan mengikuti kita dari belakang."Jawab Meira.
__ADS_1
"Baiklah.masuklah.." Ucap Dean yang di ikuti Meira masuk kedalam mobilnya. Dean pun masuk juga kemudian melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
"Kita mau kemana..?" tanya Meira.
"Kepantai..." Jawab Dean Fokus menyetir.
"Apa kau mau membawaku kepantai pasir putih..?" tanya Meira melihat arah jalan mereka yang sudah bisa Meira tebak kemana mereka akan pergi.
"Kau lebih tau Negara ini,kau tidak keberatan kan kalau aku ajak jalan seperti ini.." Ucap Dean melirik sekejap kearah Meira.
"Bisa,kalau aku ada waktu luang." Jawab Meira.
"Baiklah kita akan sering pergi bersama kalau begitu.." jawaban Dean membuat Meira melihat kearah Dean.
"Bukan begitu maksudku..!" bantah Meira tidak setuju dengan apa yang Dean katakan.
"Kau sudah setuju jadi tidak bisa di tarik kembali.." Ucap Dean melirik lagi kearah Meira yang ingin kesal dengan Dean. Dalam hatinya berpikir,kenapa dia harus di pertemukan dengan Dua pria yang sama-sama pemaksa dan aneh. pertama Elvano yang kedua ini Dean.
Meira menghelakan napasnya membuat Dean melihat kearahnya.
"Kenapa,kau seperti sedang tertekan..?" tanya Dean.
"Aku tidak apa-apa.." jawab Meira membuang wajahnya kearah sampingnya dengan melihat pemandangan yang mereka lewati.
Tidak lama mereka sampai disana dan turun dari mobil.
"Kita makan dulu,aku tidak mau membuat anak orang kelaparan jalan bersamaku.." Ucap Dean berjalan mendahului Meira yang saat itu menganga melihat sikap Dean padanya. dengan kesal Meira menyusul Dean.
"Yang membawaku kesini siapa! Dia malah meninggalkanku.." Gerutu Meira yang membuat Dean tersenyum di depannya mendengar semua gerutuan Meira.Mereka sampai di Restoran yang tidak jauh dari pantai itu.
__ADS_1
"Pesanlah makananmu..?" Ucap Dean. Tampa menjawab ucapan Dean,Meira memesankan makanan untuknya.
"Reyna!" Meira menegang mendengar suara yang memanggil namanya, begitu juga Dean lansung bergemuruh Dadanya mengetahui siapa yang memanggil Meira saat itu.