Pesonamu

Pesonamu
26


__ADS_3

"Kau lama sekali perginya bray, kami kangen kau tau.." Ucap Devi kembali memeluk tubuh Morgan.


"Kau merindukanku atau Uangku.." Ucap Morgan sambil mengacak rambut Devi,membuat Meira seketika itu tertawa yang membuat Devi mengerucut mulutnya.


"Kau dengar Beb,apa yang Morgan katakan benar..kau itu merindukan uangnya." Ucap Meira kembali tertawa.


"Ck..,memangnya kau ngak kayak gitu.." Ucap Devi kesal Meira karena terus mentertawainya.


"Kalau aku merindukan tubuh Morgan tidak dengan uangnya." Ucap Meira mendapatkan gelengan kepalanya dari Morgan karena melihat tingkah gila kedua sahabatnya.


"Apa!!,dia bilang merindukan tubuh morgan!!,apa maksud ucapannya?" Ucap Elvano terkejut mendengar Ucapan Meira,menganggap ucapan Meira serius padahal dia hanya bercanda mengatakan hal itu.


Morgan kembali merangkul pinggang Meira yang masih tertawa.


"Kalian ini,Sudahlah.Ayo kita balik,aku sudah lelah sekali ini." Ucap Morgan kemudian merangkul Devi dan Meira di samping kiri kanannya menuju mobil Meira.


Meira dan Devi duluan masuk kedalam,sedangkan Morgan tiba- tiba menghentikan langkahnya lalu melihat kearah kiri kananya merasa melihat seperti ada seseorang mengintai mereka saat itu.


"Ada apa Tuan muda Morgan?" tanya Kenzi.


"Tidak ada Kenzi." jawab Morgan.


"Kenapa aku merasa melihat mobil Kak Elvano tadi ya..,tapi kalau dia, untuk apa coba dia kemari..?" pikir Morgan lalu kembali melihat kearah kiri kanannya lagi tapi tidak melihat satu pun yang mencurigakan.


"Bray kenapa sih??" Ucap Meira bertanya melihat temannya terus melihat kiri kanan saat itu.


"Tidak Ada apa-apa." Ucap morgan kemudian masuk kedalam mobil dan kemudian mobil mereka melaju menuju Rumah Morgan yang di ikuti Kenzi dari belakang mereka.


"Bagaimana magangmu menyenangkan..?" Tanya Meira.


"Lumayan menyenangkan,tapi aku tidak bisa bermain disana." Jawabnya yang membuat Meira lansung memukuli bahu Morgan sedikit kuat.

__ADS_1


"Sakit bodoh!."pekik Morgan.


"Kau yang bodoh,terus saja main celup sana sini,aku doakan kau diserang penyakit baru kau rasa." geram Meira karena sahabatnya belum juga sadar dengan julukan casanovanya.


"Gimana ya aku berhenti,rasanya enak beb.." Ucap Morgan mengarukan kepalanya.


Plak..kali ini Devi yang memukuli kepala Morgan dengan kuat membuat morgan kembali mengeluh sakit.


"Sakit sialan..." pekik Morgan mengusap kepalanya.


"Bertobatlah bray,sebelum batangmu itu membusuk atau kami potong. sebagai sahabat kau,kami berdua minta kau berhentilah bray.apa kau mau kami di gitukan sama pria di luaran sana seperti kau melakukan dengan wanita-wanita itu."Ucap Devi.


"Awas saja kalian berani bermain dengan pria-pria di belakangku!!." Ucap Morgan menatap tajam.


"kalau begitu berhentilah bray..,kami mau kau menjadi pria yang menghargai wanita meski dia seorang ****** bray.." Ucap Meira menepuk bahu Morgan.


"Akan aku pertimbangkan." jawabnya.


"Meira..,kenapa kau merubah penampilkan kau seperti ini..?" Ucap Morgan baru menyadari Penampilan Meira tidak seperti sebelumnya.


"Tidak kenapa-kenapa,hanya pengen saja." Jawab Meira.


"Aku tidak percaya.Apa ini ada kaitannya dengan Janson?."Ucap morgan menebak.


"Jangan menyebut Nama brengsek itu!" Ucap Meira Dingin.


"Kenapa??" tanya Morgan penasaran.


"Bukannya kamu baik-baik saja sama pria itu?."Sambung Morgan.


"Pria kau sebut itu sudah mati."

__ADS_1


Seketika itu Morgan menatap wajah Meira dengan sangat serius.


"Ceritanya sangat panjang,yang pasti intinya aku menerima dia menjadi kekasihku bukan karena aku menyukainya,tapi karena misi kak Raymond.sudah jangan bahas itu." Ucap Meira yang tidak ingin morgan mengajaknya membicarakan masalah Janson lagi.


"Baiklah..,berarti kau menjomblo lah sekarang??" Tanya Morgan namun sedikit mengejek.


"Memang selama ini aku merasa begitu terus.kenapa...?,jangan ingin merencanakan sesuatu padaku." Ucap Meira menatap tajam Morgan.


"Tidak....aku kan hanya bertanya." Ucap Morgan tersenyum.


"Jangan salah bray,sekarang sepertinya Tuan putri kita ini ada yang menyukainya tapi kau tau lah dia ini seperti apa.." Ucap Devi ikut bicara. Morgan menatap Meira dengan tatapan menyelidik.


"Benar kah beb,Siapa..?"Ucap morgan


"Siapa Apanya..?" Tanya Meira malah bertanya balik.


"Baru di tinggal 5 bulan aku tinggal, kau sudah berani main sembunyi dariku beb..." Ucap Morgan.


"Serius,Aku ngak tau apa yang kau maksud,kau suka sekali percaya ucapan Devi." Ucap Meira.


"Beb..,Aku merasa Tuan muda Dean suka deh sama kamu beb,itu maksud ucapanku." Ucap Devi.


"Siapa itu?" tanya Morgan.


"Jangan bahas masalah pria itu." Ucap Meira membuat morgan melirik kearah Devi,yang saat itu lansung Devi beri isyarat Meira tidak menyukai bahas masalah pria itu.


Tidak lama mereka sampai di Mension milik keluarga Morgan.Mereka masuk kedalam secara diam-diam,sengaja ingin mengejutkan Mommy Morgan dengan kepulangan Morgan keNegaranya.


Mommy Morgan sampai kesal karena ulah mereka bertiga mengejutkannya saat itu tengah bersantai dengan daddy Morgan di taman belakang.


Namun Hal itu membuat mommy juga bahagia putranya sudah kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2