Pesonamu

Pesonamu
37


__ADS_3

"Jawab aku Brayen!" Ucap Meira dingin.Brayen melihat kearah Morgan yang saat itu menganggukan kepalanya menyuruh Brayen mengatakan kepada Meira dan Devi siapa dia sebenarnya.


"Sebenarnya namaku bukan Brayen melainkan Bryan Kayden


Deg! Devi sangat terkejut sekali mendengar pengakuan Brayen mengatakan namanya bukan Brayen. Devi terus menatap kearah Brayen dengan perasaan yang bercampur aduk saat itu.


"maksud kau Bryan kayden Royaluis ?" Ucap Meira menebak nama panjang brayen yang saat itu menganggukan kepalanya lalu menatap kearah Devi yang saat itu masih menatap kearahnya.


"Maafkan aku..menyembunyikan identitas asliku dari kalian.terutama kamu Devi,tapi aku punya alasan untuk itu." Ucap Brayen meminta maaf kepada Meira dan Devi.


Meira menghembuskan napas beratnya lalu beralih melihat kearah Devi yang saat itu masih terdiam dalam keterkejutannya.


"Aku tidak menyalahkanmu.kalian selesaikan masalah kalian berdua ini." Ucap Meira kemudian pergi dari sana lalu di ikuti Morgan dari belakangnya.

__ADS_1


"Tunggu beb,kau marah padaku?" tanya Morgan.


"Kau tau sejak awal tapi kenapa tidak memberitahu kami..." Meira pun lansung pergi meninggalkan Morgan menuju Apartemennya.


"Kenapa jadi begini jadinya.." Ucap Morgan sambil mengaruk kepalanya bingung,perlahan dia melangkahkan kakinya menuju Apartemennya.


Di dalam Devi masih terdiam di tempat duduknya.melihat itu Brayen mendekat kearah Devi lalu memegangi kedua tangan Devi dengan berjongkok di depan Devi.


"Devi maafkan aku tidak jujur mengatakan sama kamu,siapa aku sebenarnya."Ucap Brayen menatap Devi yang masih mematung diam saat itu.


"Aku masih ingin memastikan apa kau wanita yang tepat untukku perjuangkan atau tidak.Aku pernah kecewa sebelumnya,aku tidak mau mengulangi kesalahanku yang kedua kalinya kalau kau mengetahui siapa aku sebenarnya."Ucap Brayen jujur.


"Jadi selama ini kau menanggapku sama dengan wanita yang hanya ingin mengincarmu karena kekayaanmu.begitu??"ucap Devi marah.

__ADS_1


"No..no..bukan begitu Devi,aku melakukan ini karena aku ingin melihat ketulusan kamu padaku bukan dengan identitas asliku.aku mau melihat apa kamu benar-benar menyukaiku tampa embel-embel namaku,kekayaaan dan nama keluargaku.Aku pernah kecewa karena itu Devi,dia menginginkanku karena uangku bukan karena benar -benar mencintaiku.Bertemu sama kamu membuatku kembali percaya bahwa wanita tidak semua sama seperti itu.please percaya padaku Devi.." Ucap Brayen masih mengemgam kedua tangan Devi.Devi masih terdiam karena kecewa Brayen tidak jujur padanya. Devi melepaskan tangannya dari Brayen kemudian menuju kamar mandi.


"Devi...,Devi maafkan aku Devi..." Ucap Brayen.


"Pulanglah,aku mau sendiri." Triak Devi.


"Tapi Devi..." Ucap Brayen membuat Devi kembali berteriak. "Aku bilang pulang sana,aku mau sendiri...!!!" Ucap Devi.mendengar itu Brayen menjadi sedih sekali,kejujurannya malah membuat hubungannya dengan Devi menjadi seperti sekarang.


"Baiklah,Aku pulang.nanti aku ada hubungi kamu..jangan lama mandinya sayang.."Ucap Brayen kemudian berjalan dengan lesu keluar dari Apartemen Devi.


"Rasaain...memang enak aku kerjaain..!!,siapa suruh ngak jujur sama aku."Ucap Devi tertawa kecil di dalam kamar mandi,sebenarnya dia tidak marah dengan Brayen.Devi hanya kesal saja,kekasihnya itu tidak mau jujur dengannya dari awal.


"Brayen..brayen..,baru kali ini aku melihat pria seperti kamu lansung ketakutan melihat aku marah.pria yang culun membuatku lansung menyukaimu,kadang-kadang membuatku malas sama kamu karena kamu lamban,tapi meskipun begitu aku malah suka sama kamu bahkan sangat mencintai kamu bray.., Tidak menyangka aku mencintai seorang putra tunggal Royaluis black. Mimpi apa aku semalam.." Ucap Devi kemudian membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi dan bergantu pakaian,Devi lansung segera menghubungi Meira menceritakan semua sama Meira mengenai Brayen tadi dengan mereka berdua tertawa bersama sambil bercerita waktu itu.

__ADS_1


Di Apartemen,Meira tengah tersenyum setelah berteleponan dengan Devi mengetahui Devi mengerjai kekasihnya.Meira kembali ingin membaca buku yang Elvano pinjam kepadanya namun tiba-tiba Ponselnya berdering yang lansung dia lihat namun membuat keningnya lansung mengernyit.


__ADS_2