Pesonamu

Pesonamu
46


__ADS_3

"Kita ngapain kesini kak?" Tanya Meira ketika mereka memasuki Restoran itu.Raymond menarik pelan tangan adiknya.


"Kita mau makan malam disini." Raymond menuntun adiknya menuju meja mereka dan untuk duduk disana. Meira masih melihat kearah kakaknya dengan penuh pertanyaan.


"kak kau tidak salah pilih tempat.." Ucap Meira karena kakaknya mengajaknya makan malam di tempat terbuka,tidak seperti biasanya makan di ruangan tertutup.


"Ganti suasana.." hanya itu kata yang Raymond ucapkan kemudian dia mengambil lembaran menu makanan untuk segera memesan makanannya.


"Apa yang ingin kakak rencanakan sebenarnya..?" Meira masih saja mencurigai kakaknya.mendengar itu Raymond tersenyum.


"Aku tidak memiliki rencana apapun, hanya ingin mengajakmu seperti orang biasa makan di tempat terbuka seperti ini.sungguh sangat nyaman juga ternyata.." Ucap Raymond menjelaskan namun tidak membuat Meira mudah percaya begitu saja dengan ucapan kakaknya. Setelah memesan makanan,tidak lama berapa menit kemudian makanan mereka berdua datang yang kemudian mereka berdua mulai memakannya.


Di depan datang 2 pria tengah sama-sama keluar dari mobil mereka yang saat itu lansung saling pandang.


"Kau juga kemari..?" Ucap Dean menanyakan Elvano.


"Kau mendapatkan pesan sepertiku..?" Ucap Elvano malah bertanya kepada Dean.


"Sepertinya." Jawab Dean. Mereka berdua lansung bergegas masuk kedalam areal Restoran terbuka itu bernuansa hutan.tidak lama mereka menemukan Meira yang saat itu tengah duduk bersama seorang pria. Dean Dan Elvano saling pandang lalu kemudian bersama berjalan menuju arah tempat duduk Meira dan Raymond.


"Reyna.."


Huk..huk..Meira lansung tersedak makanan karena mendengar suara yang memanggil namanya,dia sangat mengenal siapa kedua suara itu. Di sampingnya Raymond memberikan air minum untuknya yang saat itu di lihat Oleh mereka berdua. Setelah meminum airnya,Meira menoleh kearah sampingnya terkejut melihat Elvano dan Dean berada di dekat mereka.

__ADS_1


"Ka..kalian!" Meira masih melihat kearah Elvano dan Dean kemudian dia menatap tajam kearah Kakaknya yang hanya menampilkan wajah datarnya saja saat itu.tampa meminta ijin bergabung Elvano dan Dean lansung menarik bangku lalu ikut duduk bersama Raymond dan Meira.


melihat itu,Raymond menghentikan makannya lalu menatap kearah Elvano dan Dean bergantian.


"Apa kalian tidak memiliki sopan santun?" Ucap Raymond.


"Bahkan dia tidak melarang kami duduk disini.." Ucap Dean.


"Katakan pada mereka sayang,aku tidak mengijinkan mereka duduk bergabung dengan kita,bukankah tempat laim masih banyak yang kosong." Ucap Raymond menatap Meira yang saat itu sudah Geram dengan kakaknya memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Katakan padanya Reyna,siapa yang berani mengerjai kami maka dialah yang harus menyingkir dari sini.." Ucap Elvano. Raymond menyeringaikan senyumannya lalu memangku kedua tangannya kemudian kembali menatap kedua pria di depannya itu.


"Mengucapkan kata yang menuduh, apa kita saling kenal sehingga aku bisa mengerjai kalian dan lagi pula apa untungnya..! Sebaiknya kalian pergilah jangan menganggu acara makan malam ini." Ucap Raymond membuat Elvano dan Dean sama-sama memanas.


"Ikut aku.." Ucapnya,namun saat itu juga Dean pun menarik sebelah tangan Meira.


"Kau harus ikut aku.." Ucap Dean. Meira sungguh ingin menendang kakaknya karena membuat masalah saat itu.melihat itu Raymond tersenyum kecil karena melihat rencananya berhasil.


"Lepaskan tangan Reyna,Dean!" Ucap Elvano menajamkan matanya.


"Seharusnya kau yang harus melepasnya.." Ucap Dean tidak mau melepaskan pegangannya di tangan Meira.Meira sungguh pusing melihat perdepatan mereka.


"Stop..!!" Meira menghempaskan kedua tangan Elvano dan Dean bersamaan. Raymond mengemgam tangan Meira mendekat kemudian lansung dia rangkul pinggang Meira.

__ADS_1


"Kalian datang kemari hanya ingin membuat kekacauan,sebaiknya pergilah.Reyna akan tetap bersamaku,karena dia pergi kesini bersamaku jadi pulangnya dia tetap akan bersamaku.lagi pula kalian siapa..berani sekali menyentuh tangan kekasihku!" Ucap Raymond.


"Reyna.."Elvano menatap Kearah Meira seolah dia memohon agar Meira mau bersamanya.Meira tidak meresponnya,tapi dia bergantian menatap keduanya.


"kalian pulanglah.." Ucap Meira dingin.


"Baliklah bersamaku.." Ucap Dean serius.


"Maaf aku tidak bisa.please kalian pergilah..atau aku yang akan pergi..!" Ucap Meira.mendengar itu Elvano menatap tajam seakan mau membunuh Raymond saat itu,begitu juga Dean.ingin saja dia saat itu memberikan bogeman kepada wajah Raymond.Mereka berdua bersama keluar dari Areal Restoran itu menuju arah parkiran dan lansung masuk menuju mobil masing-masing.


Bugh..Keduanya sama-sama memukuli stir mobil melempiaskan kekesalan mereka karena Raymond.


"Sialan pria itu,siapa sih dia?? Kenapa Reyna bisa mematuhi sekali ucapannya,apa mungkin dia benaran kekasihnya..tidak!ini tidak mungkin..." Kesal Elvano kemudian mulai melajukan mobilnya sedangkan Dean sudah duluan melajukan mobilnya tadi dengan mengerutu kesal karena Raymond.


"Tunggu saja aku pasti akan memberimu pelajaran..!" Guman Dean masih kesal kepada Raymond.


Bugh bugh..Aukh.."Sakit Embul...kenapa memukuliku." Ucap Raymond meringis karena adiknya terus memukuli perutnya.


"Kakak kenapa melakukan itu hah, sudah puas melihat mereka memperebutkan aku dan di lihat semua orang..?" Kesal Meira kemudian mencubit kuat lagi perut kakaknya.


Aukh...aukh...uhh.."Sakit Embul..sakit..." Triak Raymond sungguh sakit sekali perutnya karena di cubit oleh Meira berulang kalinya.


"Syukurin..Pulang!" Meira lansung melangkahkan kakinya menuju mobil yang saat itu lansung di susul Raymond.

__ADS_1


__ADS_2