Pesonamu

Pesonamu
99


__ADS_3

"Kenapa kau memanggilku mendadak seperti Ini..ini bukan masalah bisnis kita kan?"Lalu Gerson duduk sembaru mengambil minuman kemudian meneguk minuman di depannya.


"Aku mau memberitahu kau hal yang sangat penting dan ini menyangkut putrimu!" Ucap Dante membuat Gerson terdiam dengan matanya menatap serius kearah Dante.


"Mereka akan datang,mereka akan melakukan persembahan..maafkan aku itu artinya ramalan mengenai Putrimu kemungkinan bisa terjadi Ger.." Mendengar itu Gerson sangat terkejut namun dia menutupi itu dari Dante.


"Kurang lebih 3 minggu lebih lagi bulan purnama merah akan terjadi,malam itu lebih dari 1000 tahun lalu sudah di tunggu mereka yang haus akan kehidupan abadi.seperti apa yang pernah aku katakan mereka harus meminum darah manusia yang suci dan terpilih.Jujur aku sangat khuatir akan hal ini Ger,karena jika itu terjadi maka kami akan mengulangi kisah lamaku..Aku cukup bahagia tinggal bersama kalian selama ini.Aku dan putraku dan yang lain akan berusaha mengagalkan rencana mereka.Aku tidak mau putrimu menjadi tumbal keinginan mereka." Dante menatap kearah jendela lalu meminum minumannya.


"Jika kami semua tidak bisa lagi menahan mereka,berusahalah tetap sembunyikan putrimu ketempat yang sudah pernah aku katakan padamu Ger.." lanjut Dante lalu menatap Gerson yang sedari tadi masih menatap Dante.


"Apa tidak ada jalan lain?" Ucap Gerson serius.


"Kau tau aku sudah mengembangkan senjataku untuk memusnahkan mereka tapi aku tidak yakin apakah itu bisa membunuh Rodolfir..Ikuti saja ucapanku Ger,Bawa pergi putrimu dari sini dan bawa dia ketempat yang sudah aku katakan padamu,aku sudah melapisi tempat itu dengan mantra.Aku mohon jangan biarkan putrimu melewati batasnya selama malam purnama merah itu terjadi." Ucap Dante menatap Gerson.


"Aku akan membawa putriku ketempat itu,tapi biarkan aku membantumu..kau tau aku tidak ingin kau dalam bahaya Dante.." Ucap Gerson membuat Dante tersenyum.


"Jika aku pergi,Aku mau kau meneruskan mengurus apa yang aku lakukan di dunia kalian ini..Kau masih ingat semuakan apa yang aku pelajari.."


Bugh...


Gerson lansung meninju bahu Dante kemudian menarik Dante kedalam pelukannya.


"Hey..Apa-apaan ini..kau menangisiku?" Ucap Dante.


"Sialan kau!Bukankah kau tidak bisa mati..?"Kesal Gerson kembali membuat Dante tersenyum bahkan tertawa kecil.


"Saat waktu itu terjadi,salah satu dari kami harus mati Gerson..Aku bukan Rodolt memiliki keinginan hidup abadi. Kami juga bisa mati.." Ucap Dante membalas pelukan Gerson namun kemudian mereka berdua menguraikan pelukan mereka.


"Aku memiliki banyak senjata Kau bisa mengunakan itu Dant.."Ucap Gerson.


"Terimakasih Ger,maaf aku mengatakan ini tapi Senjatamu tidak akan bisa memusnahkan mereka." Ucap Dante jujur. Mendengar itu Gerson menegadahkan wajahnya keatas,lalu memejamkan matanya namun kemudian membuka matanya.


"Tidak perlu terlalu perpikir mengenai kami Ger,kau cukup lakukan apa yang aku katakan.."Ucap Dante.

__ADS_1


"Dan kau berjanjilah padaku,untuk tetap hidup bersama keluargamu Dante.. Aku akan membantumu,aku akan mengerahkan semua anak buahku untuk membantu melawan mereka." Dante tersenyum mendengar itu.


"Kau lupa kami siapa Ger,meski 1000 anak buah kau kerahkan membantuku, itu tidak akan mampu menghentikan mereka.itu akan menghilangkan nyawa mereka yang tidak berdosa saja Ger.." Ucap Dante membuat Gerson terdiam.


"Lalu apa gunanya kau menciptakan teknologi dan obat-obatan tapi untuk membantu dirimu sendiri kau tidak bisa HAH.." Kesal Gerson.


"Kau selalu melupakan apa yang pernah aku katakan Ger.selama Aku di berikan kesempatan hidup di dunia kalian ini,aku berjanji akan menjadi berguna yaitu bisa membuat kalian merasakan apa yang aku cipatkan,apa yang aku lakukan meski aku sangat sadar aku tidak bisa membuat apapun untuk kami sendiri. Kenapa aku mengajari seluruh apa yang lakukan selama ini denganmu,karena aku yakin saatnya tiba aku akan pergi meninggalkan semuanya Ger.." Ucap Dante.


"Tidak! Kau harus berjanji akan hidup dan kau harus menepati janjimu,jika tidak maka aku tidak akan mau mengambil dan mengurus semua milikmu.Ingat Itu!" Ucap Gerson serius.


Mendengar itu,Dante menatap Gerson namun kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain lalu dia mengambil minumannya lalu meneguknya lagi.


"Lupakan apa yang terjadi padaku.Aku akan usahakan agar tetap hidup tapi kau harus terima sebuah takdir tidak akan di hindari jika akan terjadi Gerson.


"Apa pengorbanan darah putriku bisa menghentikan ini terjadi.?" Ucap Gerson membuat Dante seketika itu merubah raut wajahnya dan bahkan matanya.


"JANGAN GILA KAU,GERSON!Bukan hanya darah yang mereka inginkan tapi tubuh putri kaulah BODOH! Kau pikir aku gila mengorbankan putrimu untuk hidup kami..Kau pikir aku Gila GERSON.." Dante sangat kesal sekali dengan Gerson karena membicarakan mengenai putrinya.


"Kalau begitu,jangan kau mengatakan hal bodoh itu lagi.."Ucap Dante.


"Jangan beritahu apapun dengan putrimu mengenai kami.." Ucap Dante membuat Kening Gerson mengerut.


"Elvano tidak memberitahu putriku sebenarnya kalian?" Ucap Gerson balik bertanya.


"Aku melarangnya mengatakan itu,Aku tau putraku mencintai putrimu tapi aku sudah memperingatkan putraku,antara dia dan kalian berbeda.Aku tidak mau putrimu tau membuat dia memiliki rasa kasian dengan putraku!" Ucap Dante membingunkan Gerson.


"Kenapa kau bicara seperti itu,biarkan putramu mengatakannya.."


"Putrimu akan lebih baik bersama Putra Juandra di bandingkan putraku..jangan bertanya alasannya,kau sudah tau.." Ucap Dante.


"Kau ini,sudahlah." Ucap Gerson lalu memejamkan matanya semantara Dante melanjutkan melihat pekerjaannya.


***

__ADS_1


"Baiklah,Akan aku beritahu siapa aku tapi sebelumnya aku akan memberitahu Siapa Stefan dan apa hubungan dia dengan kami..!"Elvano menatap Dean dan Davin.


"Stefan Rodolfir.Dia bukan orang bisa kalian remehkan dan bisa kalian lawan dengan kekuatan biasa.." Elvano menghentikan Ucapannya.


"Kekuatan biasa? Kenapa bisa seperti itu?Memangnya dia siapa?" Ucap Davin yang penasaran mendengar apa yang Elvano katakan.


"Katakan Siapa dia sebenarnya?" Ucap Dean.


"Sejujurnya aku belum yakin,tapi mendengar apa yang kau katakan barusan sepertinya dia bagian dari bangsa kami." Ucap Elvano membingungkan Dean dan Davin lagi.


"Bangsa kalian! Apa maksudmu,jelaskan dengan benar Elvano jangan membuatku bingung!" Ucap Dean menatap Elvano.


"Kami bukan manusia seperti kalian, melainkan Vampir..!"


Dean dan Davin begitu terkejut sekali mendengar apa yang barusan Elvano katakan bahkan Dean dan Davin sampai mematung saat itu.


"Va..Vampir?" Ucap Dean pelan lalu menatap Elvano dengan sangat lekat namun kemudian Dean tertawa terbahak bahak.


Hahahahhahaha....


Davin menoleh kearah kakaknya sedang tertawa sedangkan Elvano tetap diam di posisi duduknya.


"Kau jangan bercanda gila seperti ini dengan kami El...Hahahahaha..itu tidak mungkin!" Ucap Dean masih tertawa.


Saat bersamaan Elvano menghilang dari tempat duduknya lalu seketika itu berdiri di belakang Dean membuat Dean sangat terkejut melihat itu dan melihat mata Elvano berubah.di samping Dean, Davin menjadi ketakutan saat itu bahkan kakinya bergetar.


"Aku mengatakan sejujurnya padamu, dan kau bisa lihat sekarang!" Ucap Elvano kemudian menyeret Dean mendekati balkon ruangannya.


"A..apa yang mau kau lakukan?" Ucap Dean karena dirinya berdiri bersama Elvano mengantung saat itu bukan diatas balkon melainkan di sebelah balkon.


"Stefan Rodolt bagian dari Vampir mata hitam,mereka mengunakan mantra jahat sedangkan kami,kami dari bagian Alexansky,Vampir bermata cokelat yang ingin memusnahkan mereka sejak ribuan tahun yang lalu karena Mereka selalu ingin memusnahkan kami dan seluruh manusia di bumi Alexansky ini agar mereka berkuasa.kau mau bertanya kenapa mereka muncul kembali setelah ribuan tahun menghilang? Itu karena Mereka ingin menemukan manusia yang sudah terpilih yang tertulis dalam buku mantra Suci untuk di jadikan tumbal menghidupkan Mantra Keabadian namun mantra itu jika salah di gunakan akibatnya akan membuat kami menjadi Jahat bahkan tidak bisa kami bayangkan.." Ucap Elvano memberitahu mereka berdua membuat Dean terkejut mendengar apa yang Elvano katakan padanya.saat itu Elvano kembali membawanya Dean masuk kedalam.Sampai di dalam mereka bertiga terdiam duduk membisu.


"Mengenai kau menyuruh selalu memantau Meira,apa itu ada kaitannya dengan kalian?" Ucap Dean setelah beberapa menit sebelumnya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2