
"Bro..." Ucap Brayen pelan dengan matanya menatap kearah depan mereka membuat Morgan ikut melihat kearah pandangan Brayen,siapa yang saat itu Brayen lihat dan ternyata orang yang mereka lihat adalah Dean,Frans,Davin dan Doni yang tidak mereka berdua kenal saat itu.mereka baru saja tiba di Bar tersebut.
"Kak bukankah itu Morgan..?" bisik Davin melirik sebentar kearah Morgan namun Dean tidak menjawab,dia hanya diam tapi matanya melirik kearah Morgan dan pria yang tidak dia kenal disamping morgan. di samping Dean,Frans lansung memanas hatinya melihat Brayen yang sebelumnya bertemu dengannya juga berada disana. Mereka berempat mencari tempat duduk yang tidak jauh dari Morgan Dan Brayen duduk.tidak lama pelayan Bar mengantar minuman mereka kearah meja depan mereka.
"Kau mengenal pria satunya Frans?" bisik Davin.
"Dia Brayen kekasihnya Tania." Mendengar itu Davin lansung menyemburkan minumannya lalu tertawa kecil mengetahui fakta baru.
"Sudah aku bilang,kau jangan sampai telat Frans ginikan jadinya!" Ucap Davin.
"Mereka sudah lama menjalin hubungan Tuan." jawab Frans lagi.
"Masih ada kesempatan sebelum menjadi istrinya,Frans!" kali ini Dean yang memberitahu Frans.Dean bangun lalu berjalan menuju kearah Morgan dan Brayen duduk saat itu.
"Mereka kemari Bro.." Bisik Brayen.
"Aku tau." Jawab Morgan berpura-pura tidak menyadari Dean kearah mereka.
"Apa kami boleh bergabung...?" Ucap Dean yang lansung di angguki Morgan kepalanya mempersilahkan rombongan Dean duduk bersama dengan mereka berdua.
"Kita bertemu lagi Frans.." Ucap Brayen menyapa Frans.
"Tentu saja,ini kan tempat Umum." jawab Frans membuat Brayen tersenyum menyeringai.
"Kalian saling kenal?"tanya Dean berpura-pura,membuat Morgan yang kali ini tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"saya rasa anda terlalu jelas berpura-pura tidak tau Tuan tapi saya sangat baik hati jadi saya akan menjelaskan kepada kalian siapa saya." Ucap Brayen menghentikan ucapannya lalu menatap dingin kearah Frans.
"Wanita yang kalian kenal dengan nama Tania,dia kekasihku!!" Ucap Brayen.mendengar itu Dean,Davin dan Frans dan Doni saling pandang.
"Apa tujuan anda kemari Tuan Muda Dean Gilbert??" Ucap Morgan bertanya dengan Dean mengalihkan suasana ketegangan antara Brayen dan Frans.
"hanya ingin bergabung minum,apa harus memiliki tujuan?" Jawab Dean kemudian meneguk minumannya dengan matanya menatap kearah morgan."Apa aku harus percaya!!" Ucap Morgan.Dean masih menatap kearah morgan dengan mata tajamnya.
"katakan saja jika anda memiliki pertanyaan untukku?" Ucap Morgan lagi.
"Dimana Reyna??" Morgan lansung tersenyum mendengar pertanyaan Dean,mengerti maksud pertanyaan Dean.menyadari pasti Dean juga mengikutinya seperti Elvano tadi saat mengantar Meira kesalon tadi.
"Apa kau sudah jadi penguntit sekarang Tuan Dean?" Ucap Morgan menatap Dean yang saat itu juga masih menatap kearahnya.
"Kadang-kadang kita harus berubah menjadi apapun jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan,bukan begitu!!" Ucap Dean kembali membuat Morgan tersenyum.
"Apa aku terlihat seperti orang yang suka bermain?"Ucap Dean lagi.
Mereka yang melihat Dean dan Morgan bicara hanya saling pandang, sedangkan Brayen dan Frans saling memberikan tatapan tajam mereka.
"Jika kau menanyakan padaku soal itu aku tidak tau,tapi jika kau menanyakan apa hubunganku dengan Reyna,ya aku sahabatnya." Ucap Morgan memberitahu Dean,namun Dean bukan orang yang mudah percaya begitu saja.
"Aku tidak percaya kau tidak tau siapa sebenarnya dia?,kenapa dia bisa menghilang tadi..?" Ucap Dean.
"Disetiap hubungan kau tentu mengenal sesuatu yang artinya privasi jadi aku rasa kau sangat tau betul aturannya.maaf soal itu aku tidak bisa memberitahu kau dan mengenai tadi, aku tidak tau dia kemana karena aku pergi untuk menuntaskan kegiatanku yang kau tau seperti apa aku ini." Ucap Morgan kembali meneguk minumannya.
__ADS_1
"Baiklah.Kau tidak keberatan aku mendekati temanmu?" Ucap Dean mengatakan kepada Morgan keinginannya mendekati Meira.
"Silahkan,Itu hakmu" Ucap Morgan.
Bersamaan dengan itu,ponsel Brayen berdering membuat mereka beralih melihat kearah Brayen.
"Halo sayang" Brayen sengaja bersuara sedikit kuat saat itu mengangkat telepon Devi yang membuat Frans semakin panas hatinya.
"Lama sekali sih,aku udah ngantuk ini, pulanglah jangan lama disana,awas kamu ya kalau berani berselingkuh di belakang aku..!" Ucap Devi mengomeli Baryen membuat brayen menjauh ponsel dari telinganya membuat Morgan tersenyum.
"Ia aku pulang sekarang sayang..aku mencintaimu."
"Cepaaaat!!" triak Devi kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Pulanglah sana,harimau betinamu sudah mengamuk Bro,biar kali ini aku yang bayar." Ucap Morgan.
"Aku tidak percaya kau tidak mampu membayar minumanmu sendiri." Ejek Frans membuat Brayen dan Morgan tersenyum lalu saling pandang.
"Jika kau tidak tau,jangan pernah mudah meremehkan seseorang." Ucap Brayen kemudian pergi dari sana tidak memperdulikan ucapan Frans padanya.
"Maaf sepertinya aku juga harus pergi.untuk minuman kalian tidak perlu membayarnya.Brayen mengratiskan untuk kalian." Ucap Morgan bangun lalu pergi meninggalkan mereka berempat masih duduk disitu.
"Lain kali jaga bicaramu Frans,kau tidak tau siapa yang kau remehkan.
Royaluis black,kau pasti tau siapa pemilik perusahaan itu.?" Ucap Dean kemudian bangun lalu pergi keluar dari Bar itu.
__ADS_1
"Kendalikan Emosimu bro.." Ucap Doni menepuk bahu Frans kemudian mereka keluar menyusul Dean dan Davin yang sudah duluan melajukan mobil mereka pulang menuju Apartemen.