Pesonamu

Pesonamu
84


__ADS_3

"Ma Aku dengar Meira menghilang tadi.. Gimana ceritanya Ma..?" Tanya Rani saat itu sudah pulang kerumah sebelumnya pergi dengan Davin. Mereka berdua tidak tau apa yang terjadi tadi dengan Meira.


"Ia itu benar..Mama dengar Raymond sama Meira tadi di antar Deysa sama Debora jalan-jalan mengelilingi kota kita ini terus mereka pergi Keperpustakaan. Sampai disanalah kejadiannya Meira menghilang..Om sama Papa mencari Meira sampai di bantu Om Juand sama Om Bariel tapi mereka tidak juga menemukan Meira..terus sore tadi Om dapat telepon dari temannya,taunya Meira di bawa putra Om Dante kerumah mereka."Ucap Mama Rani.


"Di bawa putra Om Dante..siapa memang mereka itu?" Ucapan Mamanya membuat Rani bingung.


"Temannya Om Gerson kalian..kamu tidak mengenali mereka begitu juga mama sama,tau mereka dari cerita tante kamu saja..tapi Meira sekarang sudah berada di rumah,barusan tante memberitahu sama mama." Ucap Mamanya.


"Ia Ma. Syukurlah kalau dia sudah pulang.." Ucap Rani.


"Gimana jalannya sama Davin..?" Ucap Mamanya bertanya mengoda putrinya.


"Nggak ada gimana-gimana Ma.. Dia negajakin aku makan terus jalan- jalan..!" Ucap Rani memberitahu.


"Ah yang benar..nggak pdkt kalian berdua..?" Mamanya terus mengoda Rani.


"Mama Deh..ya nggak lah..benaran jalan doang Ma.." Ucap Rani memeluk tubuh Mamanya.


"Davin pria baik sayang.." Ucap Mamanya mengusap belakang Rani.


"Hmm..Aku hanya ingin berteman saja Ma..." Ucap Rani mendapat tatapan serius dari Mamanya.


"Mama tidak memaksa kamu sayang, mama percaya kamu akan mencari pasangan yang baik untuk kamu sendiri nantinya.." Ucap Mamanya.


"Makasih Ma..Aku masih ingin berteman saja Ma bukan hanya dengan Davin yang lain juga..." Ucap Rani masih memeluk tubuh Mamanya.


"Hemm Baiklah..tapi Mengenai Ricko gimana sayang?" Tanya Mamanya.


"Dia pria yang baik,sangat Dewasa..! Aku belum memberi jawaban mengenai dia mengungkapkan perasaannya sama Aku Ma.." Ucap Rani.


"Jangan lama tidak memberi jawaban nak..itu tidak baik,kalau kamu tidak menyukainya,terus terang katakan saja nak tidak,kalau kamu menerimanya katakan segera juga.." Ucap Mamanya mengingatkan.


"Ia Ma..Besok saja aku memberitahunya Ma.." Ucap Rani.


"Baiklah..pergilah tidur sana,ini sudah malam..!" Ucap Mamanya.


"Iya Ma..selamat malam ma..!" Ucap Rani menciumi pipi mamanya lalu berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan di rumah Geril.


"Embul..Apa kamu menyukai Elvano?" Tanya Raymond menatap Adiknya yang saat itu juga balik menatapnya.


"Menurutku Kak El pria yang baik kak.. mengenai pertanyaan kakak,ya Aku menyukainya..!" Ucap Meira membuat Raymond lansung berubah Dingin wajahnya.Melihat itu Meira tersenyum lalu tertawa kecil.


"Kenapa tertawa..?" Tanya Raymond.


"Kakak sih kenapa wajah kakak saat aku mengatakan aku menyukai Kak El, kakak lansung berubah kesal..?" Tanya Meira.

__ADS_1


"Aku belum siap kau memiliki kekasih apalagi dengan Elvano..!" Jawab Raymond.


"Belum siap..! Lalu dulu saat aku bersama Janson kakak biasa saja..!" Ucap Meira mengingat kembali kebelakang kisahnya.


"Itu berbeda dengan sekarang! Bagaimana dengan Dean,bukankah dia juga tampan sama seperti Elvano..?" Ucap Raymond membuat Meira kembali tertawa.


"Kakak..kau lucu sekali..tadi menanyakan mengenai Kak El,sekarang kakak malah menanyakan soal Dean.. Bahkan aku belum menjawab pertanyaan kakak sepenuhnya..!" Ucap Meira.


"Maksudnya..?" tanya Raymond.


"Kamu ini pura-pura tidak tau terus kak.. Aku memang menyukai kak Elvano tapi bagiku rasa suka ku seperti aku melihatmu kak.. Dia sangat baik,juga sangat menghormatiku.." Ucap Meira membuat Raymond kembali mengernyitkan keningnya.


"Jujur sama kakak kalau kamu menyukai Elvano karena kamu bukan menganggapnya sebagai kakak melainkan sebagai pria Idaman..Jawab Aku Meira..?" Ucap Raymond ingin mendengar lagi kejujuran adiknya. Meira menatap langit kamarnya itu lalu menghelakan napasnya.


"Aku tidak tau kak,tapi saat ini aku dekat bersamanya karena aku merasa nyaman saja.kenapa kakak menanyakan itu,kakak seperti merasakan ketakutan aku akan memiliki perasaan jatuh cinta dengan Kak El..kakak tidak setujukah..?" Ucap Meira balik bertanya dengan kakaknya.


"Bisakah kamu tidak jatuh padanya?"


Ucap Raymond membuat Meira menatapnya.


"Meira,kakak serius!!" Tekan Raymond.


"Beri aku alasan kenapa kakak melarangku memiliki perasaan lebih dengan Kak El..?" Ucap Meira.


"Aku tidak memiliki alasan tepat saat ini tapi percayalah,kalau kamu benar jatuh cinta dengan Elvano..kakak takut kamu dalam bahaya,kakak pun tidak tau bahaya apa yang akan terjadi Dek.. Kakak merasa ada sesuatu yang besar akan terjadi kalau kamu memilih Elvano." Ucap Raymond serius.


"Kekhuatiran kami demi kebaikan kamu Dek.." Ucap Raymond.


"Sudahlah jangan pikirkan itu..tidur ini sudah malam.."Meira memilih memejamkan matanya tidak ingin membahas apa yang kakaknya bicarakan.Raymond pun ikut berbaring mendekati adiknya lalu memeluk tubuh adiknya.


"Embul kakak menyayangi kamu.." Raymond membubuhkan ciuman di kepala adiknya lalu dia memejamkan matanya ikut tidur bersama adiknya.


***


Siang harinya.


"Pagi Mom.."Meira mencium pipi Mommy Ayura kemudian Daddynya lalu duduk mendekati Daddynya lalu memeluk Daddynya.


"Kenapa putriku yang cantik ini pagi- pagi cemberut Hmm.." Gerson memegang pipi Meira.


"Dad Aku bermimpi buruk sekali semalam..!" Ucapnya.


"Ceritakan dengan Daddy..?"Ucap Albert.


"Aku bermimpi Aku di kurung dalam sangkar dan di luarnya aku di jaga ratusan orang bertopeng.." Ucap Indira bercerita membuat Gerson terpaku diam.


"Kamu kelelahan sayang makanya kamu bermimpi buruk..minum dulu!" Ucap Ayura memberikan minuman dan roti kehadapan putrinya setelah itu menoleh kearah suaminya dengan tatapan penuh arti.Meira mengambil gelas minuman Mommynya berikan lalu meminumnya.

__ADS_1


"Apa yang Mom bilang benar sayang.. kamu kelelahan kemarin makanya kamu bermimpi buruk.." Ucap Gerson mengusap kepala putrinya.


"Mungkin saja Dad.." Ucap Meira masih memeluk Daddynya.


"Kakak kamu mana sayang..?" Mommynya bertanya.


"Kakak masih kekamarnya Dad.. semalam tidur di kamarku Dad..Dad jam berapa acara putra bungsu Om Jundra di mulai Dad..?"Ucap Meira lalu beralih menanyakan acara ulang tahun Daren.


"Jam 10 nak..Bentar lagi kita akan kesana?" Ucap Gerson.


"Baiklah pa.."Ucap Meira.


Dari arah belakang Raymond bergabung duduk dengan mereka.


"Pagi Dad..Mom.." Ucap Raymond mencium pipi Mommynya lalu Duduk di dekat daddynya juga.


"Ikut nenek di rumah sakit siapa Dad?" Tanya Meira mengingat kakeknya masih berada di rumah sakit.


"Nanti Dokter Arlan menunggu Kakek di rumah sakit karena nenek akan ikut kita sebentar menghadiri acara ulang tahun Daren."Ucap Gerson di angguki Meira.


"Jam berapa memangnya kita akan kesana Dad?" Tanya Raymond


"Sebentar lagi kita akan berangkat kesana..Kalian berdua bersiaplah setelah ini.." Ucap Gerson.


"Ia Dad.."Jawab Raymond dan Meira bersamaan.Mereka berempat mulai sarapan bersama pagi itu.


"Besok kita bertiga duluan balik, Mom masih berada disini sampai Kakek kalian benar-benar pulih barulah Daddy jemput Mommy..." Ucap Gerson.


"Baiklah Dad.."Jawab Mereka berdua bersama lagi.


"Meira mau lansung balik kenegara E Dad..bisakan Dad sama kakak antarin aku..tugas kuliahku sudah menumpuk banyak ini Dad.." ucap Meira.


"Tentu saja bisa Frinces Dad..Kami akan mengantar kamu lansung kembali kesana.." Ucap Gerson.


"Hmm Mom bakalan rindu sama kalian.." Ucap Ayura berpura Cemberut. Mendengar itu Meira lansung memeluk Mommynya.


"Meira juga bakalan rindu sama Mom.. Kalau Daddy sama kakak berkumpul dengan Mom..sedangkan aku hemm jauh dari kalian..!" Kini Giliran Meira cemberut membuat Daddy,Mommy dan kakaknya tersenyum.


"Itu demi kebaikan kamu sayang.." Ucap Ayura mengusap lembut belakang putrinya.


"Aku tau Mom.." Jawab Meira tersenyum,bersamaan Ponsel Meira berdering yang lansung dia lihat ternyata Elvano yang menghubungi dirinya. Gerson mengambil ponsel putrinya lalu mengangkatnya bahkan mengaktifkan speakernya.


"Selamat Pagi...Kamu sudah bangun?" Ucap Elvano sedangkan Gerson menyuruh Putrinya menjawab.Dengan keraguan Meira menjawab pertanyaan ucapan Elvano.


"Pagi kak..Aku sudah bangun.." Jawab Meira.


"Hemm baguslah,aku pikir kamu belum bangun..Selamat pagi untuk Om,tante dan juga Ray..Aku tau kalian sedang sarapan sekarang..maaf menganggu acara sarapan kalian.." Ucap Elvano membuat Meira maupun Ayura dan Raymond terkejut mendengar Elvano mengetahui kalau mereka memang tengah sarapan saat itu.

__ADS_1


__ADS_2