
Elvano sampai di sekolah adiknya, bahkan dia juga mengantar adiknya sampai kedalam.setelah itu,dia kembali melajukan mobilnya menuju Apartemennya.sampai disana,dia berganti pakaian kemudian dia lansung pergi menuju kampusnya.
karena dia hanya kuliah satu mata kuliah,dia pun kembali menuju rumah sakit milik orangtuanya.selain melanjutkan kuliahnya,Elvano juga sudah bekerja menjadi seorang dokter seperti mamanya.
"Dokter El." Sapa Amara yang melihat Elvano baru saja sampai disana.
"Ada apa dokter Mara?"tanyanya tampa basa basi dengan wanita itu.
"Dokter ada waktu senggang,Kita nyantai bareng nanti malam sama yang lain.." ucap Wanita itu.
"Pergilah kalian duluan,nanti kalau aku sempat,aku akan menyusul." jawabnya kemudian berlalu dari hadapan Amara yang masih menatapnya.
"Aku pasti bisa mendapatkan hatimu Dokter El suatu saat,terus saja kau menghindar dariku saat ini." Guman Wanita itu yang kemudian berjalan menuju ruangannya.
Elvano masih sibuk dengan pemeriksaan pasiennya sekarang,
namun suara ponselnya mengalihkan matanya lalu melihat kearah ponselnya.
"Ia Raf..?" tanya Elvano.
"Tuan muda,Anda di suruh Tuan besar kemari sekarang" ucap Rafa.
"Aku tidak bisa sekarang,sebentar lagi jadwal operasi.nanti aku hubungi papa mengatakan padanya." Jawab Elvano,dia tidak bisa kesana saat itu.
"Baik Tuan muda." ucap Rafa kemudian mematikan teleponnya.
Elvano melanjutkan lagi pekerjaannya namun sebelum itu dia mengirim pesan kepada papanya kalau dirinya tidak bisa kesana saat itu dan juga mengatakan alasannya.Papanya mendapat pesan putranya,lansung dia dia balas mengatakan tidak masalah putranya tidak bisa kesana saat itu. Dia menyuruh putranya setelah dia selesai dari pekerjaannya.
***
Di tempat lain,Dean baru keluar dari perpustakaan lalu menuju kearah parkiran.sejak tadi pagi dia masih
tidak pokus kuliah,Pikirannya selalu memikirkan Meira yang samalam pergi tidak tau kemana.
__ADS_1
"Kemana dia semalam,bahkan dia hari ini tidak masuk kuliah?. "
Pikir Dean dengan melajukan mobilnya menuju cafe yang tidak jauh dari arah pulang keApartemennya.
disana Davin dan Frans dan juga Doni sudah menunggunya.
"Kak,kami sudah memesan minuman, tapi kau belum,aku takut salah pesan." Ucap Davin.mendengar itu Dean memanggil pelayan memesan minuman miliknya.
"Apa kalian sudah menemukan yang aku suruh?" tanya Dean.Dia menyuruh adik sepupunya berserta asistennya mencari tau mengenai pria yang tinggal di Apartemen yang sama dengan Meira.
"Maaf Tuan muda.kami berdua tidak bisa menemukan identitas pria itu Tuan muda."Jawab Frans
"Itu benar kak,informasi mengenai pria itu sama sekali tidak ada kak.
benar ucapan Opa,kalau pria itu kemungkinan keluarga yang berpengaruh di Negara ini kak. Atau begini saja,lebih baik kita ikuti dia saat dia pergi kak,itu cara yang bisa kita lakukan sekarang,karena apa?,karena kita tidak bisa melakukan lebih dari itu di Negara ini kak." Ucap Davin dengan penjelasannya dan rencananya.
"Ia Tuan muda,sebaiknya kita gunakan cara itu tapi dengan berhati hati,karena saya yakin pria itu sangat tajam pengelihatan mau penciuamannya mengenai gerak gerik lawamnya Tuan muda." Ucap Frans.
"Mengenai wanita itu,bagaimana Tuan muda..?" Ucap Frans bertanya.
"Aku juga belum menemukan identitasnya,semuanya cukup membuatku merasa janggal." Dean mengusap wajahnya karena belum juga menemukan identitas wanita yang tak lain adalah Meira.
"Kak Bagaimana kalau kita tanyakan dengan pihak kampusnya?." ujar Davin memberikan Idenya.
"Namanya saja aku tidak tau bagaimana kita mananyakan dia kesana.?" Ucap Dean.mendengar itu Frans malah teringat dengan teman wanitanya.
"Tuan muda,saya baru mengingat saya memiliki teman wanita yang kuliah di pakultas kampus dekat Nona itu.siapa tau dia bisa memberikan sedikit informasi yang kita cari." Mendengar itu,Dean melihat kearah frans.
"Cobalah kau hubungi dia tapi jangan tanyakan soal itu dulu.kamu ajak dia ketemuan saja,setelah itu baru kamu ajak dia bicara mengenai wanita itu." Ucap Dean memberitahu asisstennya.
"Baik Tuan muda." jawab Frans kemudian mengambil ponsel menghubungi Devi.
"Di Mension Meira,Devi masih tengah mengobrol bersama Mommy ayura dan Meira membahas masalah kuliah dan lainnya.Namun dia teralihkan dengan suara ponselnya berdering,
__ADS_1
yang dia lihat frans menghubungi dirinya saat itu.
"Aunty,Beb.Aku angkat telepon sebentar ya." Ayura dan Meira menganggukan kepala mereka.Devi berjalan menjauh dari mereka berdua.
"Iya Frans..." Jawab Devi.
"Ehem..Tania.kamu lagi ngapain?" tanya Frans yang saat itu tiba tiba gugup membuat Dean dan Davin saling pandang lalu tersenyum menyeringai.
"Aku lagi dirumah teman nih,tapi bentar lagi mau pulang KeApartemen. Kenapa Frans..?" ucap Devi.
"Aku hanya menanyakan kamu saja. ehems.Kamu ada waktu untuk ketemu ngak?,aku mau ngajakin kamu Dinner kalau kamu bisa.." Ucap Frans.
"Emm..,Bisa sih,kapan maunya..?" tanya Devi.
"Nanti malam bisa..?" tanya Frans.
"Bisa,bisa..,kalau aku sudah sampai keApartemen,aku kasi tau kamu,oke." Ucap Devi.
"Aku jemput kamu bagaimana?" Frans menawarkan dirinya menjemput Devi.
"Bisa..,nanti aku kasi tau kamu Alamat Apartemenku ya.." Jawab Devi membuat Frans tersenyum disana entah kenapa dia sangat senang sekali Devi mau diajak ketemuan.
"Baiklah,sampai ketemu nanti malam." Ucap Frans.
"Ia Frans." Frans pun mengahkiri teleponan mereka,namun dia lansung di kejutkan dengan tatapan Dean dan Davin yang seolah menanyakan dirinya.
"Aku merasa wanita itu bukan temanmu Frans?" Ucap Davin meledeki Frans membuat wajah frans berubah gugup.
"Tu..tuan muda,dia memang teman saya." Jawab frans kali ini membuat Dean yang tersenyum.
"Wajah kau tidak bisa membohongi kami frans,kau itu menyukai wanita itu" Tebakan Dean lansung menusuk hati Frans bahwa sebenarnya itulah kenyataannya.
"Perjuangkan,jika kamu merasa dia bisa kamu perjuangkan." Ucap Dean lagi lalu bangun lansung berjalan keluar Restoran itu,melihat itu,segera Davin dan frans juga Doni menyusul Dean.mereka pun kembali menuju Apartemen mereka.
__ADS_1