Pesonamu

Pesonamu
43


__ADS_3

"Gimana adik pa?"Tanya Elvano baru sampai di rumah sakit lansung bertemu dengan papanya.


"Adik kamu mengalami retak kaki bawahnya,nanti kalau sudah sering di bawa terapi dengan minum obat pasti akan cepat sembuh." Jawab Papanya.


"Ia pa,aku mau menemui adik pa..." Ucap Elvano yang di angguki papanya,kemudian mereka berdua berjalan masuk kedalam.


"Kak.."Elvano lansung mendekati adik kesayangannya dan duduk disisi adiknya tengah berbaring saat itu.


"Gimana mainnya sampai jatuh Hmm..?" Ucap Elvano membelai kepala adiknya.


"Tadi ngak sengaja tergelincir kak saat main sepatu roda sama teman.." Ucap adiknya.


"Lain kali berhati-hati ya.." Ucap Elvano kemudian mencium kepala adiknya.


"Ia kak,Oh ya kak Kata Papa,kakak jalan sama kakak cantik malam ini. mana kakak cantiknya kak? Kenapa ngak di ajakin kesini.." mendengar itu Elvano lansung menoleh kearah papanya yang saat itu baru mengingat putra sulungnya tadi sedang berkencan,sedangkan Mamanya mengernyitkan keningnya mendengar ucapan putra bungsunya.


"Kakak cantik? Siapa..El.."Ucap Mamanya menoleh kearah Elvano.


"Siapa El?"


Elvano menoleh lagi kearah papanya yang saat itu hanya tersenyum dengan mengarukan kepalanya. Elvano melihat lagi kearah Mamanya.

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa Ma,hanya teman kuliah..jangan dengarin papa,papa sering asal bicara." Ucap Elvano memberitahu Mamanya.


"Tidak masalah jika benar tapi Mama ngak suka kamu mempermainkan wanita El."Ucap Mamanya seperti biasanya mengingatkan putranya. maksud mamanya,Mama ngak mau Elvano seperti Morgan dan sepupu Elvano yang lain sering mempermainkan wanita.


"Aku selalu mengingatnya Ma,Mama tidak perlu khuatir."Ucap Elvano kemudian mendekati mamanya lalu memeluk dan mencium pipi Mamanya.


"Mama percaya kamu.mengenai itu, jadi..."Ucap Mamanya yang juga masih penasaran dengan apa yang putra bungsunya katakan.Elvano tersenyum kearah Mamanya.


"Hanya teman Ma..tadi aku baru saja mengajaknya makan malam bisa saja." Ucap Elvano selalu jujur mengatakan apapun dengan Mamanya.


"Siapa?" Ucap Mamanya menanyakan nama wanita yang baru saja putranya ajak diner berdua malam itu.


"Aku memanggilnya Reyna." Jawab Elvano membuat Mamanya menatap kearah suaminya yang saat itu menganggukan kepalanya mengatakan kalau Reyna itu putrinya Gerson.dalam hati Mamanya sangat terkejut mengetahui putranya baru saja berkencan dengan wanita memang sejak kecil Elvano inginkan tapi dia belum tau seperti apa dia setelah dewasa sekarang.


"Dia wanita yang cukup aneh menurutku Mam..?" Ucap Elvano kembali membuat Mamanya mengernyitkan keningnya.


"Aneh gimana maksud kamu?kalau


kamu merasa dia aneh,kenapa kamu mau mendekati dia?"Tanya Mamanya beruntun.


"Dia sepertinya cantik Ma,tapi El merasa dia sengaja menutupinya dengan setiap hari dia memakai rambut palsunya dan juga soflen matanya yang berbeda-beda warna

__ADS_1


,begitu juga pakaiannya membuatku merasa lucu melihatnya.dia sering memakai pakaian keberasan di tubuhnya Ma..menurut Mama bukankah itu sangat aneh..? Kenapa dia tidak berpenampilan biasa saja. kenapa harus seperti itu." Ucap Elvano menceritakan penampilan Meira kepada orangtuanya.Mamanya mendengar itu lansung tertawa kecil.


"Son...itu sih bukan aneh menurut Mama tapi melainkan fasionnya dia pinginnnya seperti itu.rasa Mama itu biasa saja di Negara kita ini. Bukan begitu suamiku..!" Ucap Mamanya lalu bertanya dengan suaminya.


"Papa sependapat dengan Mama kamu El..tidaklah aneh menurut papa. Mungkin saja dia bosan dengan gaya rambutnya biasa-biasa dan juga pakaiannya,makanya dia seperti itu." Ucap Dante membenarkan apa yang istrinya katakan.


"Itu penilaian kalian Pa,tapi tidak dengan El,aku merasa dia seperti wanita memiliki dua sosok yang berbeda.Aku juga sudah mencari tau mengenai identitasnya tapi anehnya aku tidak bisa menemukannya pa.. Itulah kenapa aku merasa dia sangat berbeda.sepertinya dia bukan wanita dari kalangan biasa,terlihat dari apa yang dia pakai,terus caranya bicara dan juga dia melakukan sesuatu.Dia berteman baik dengan Morgan Ma.." Ucap Elvano membuat Mamanya terkejut lalu melihat kearah suaminya namun lagi-lagi suaminya menyakinkan dia kalau Meira memang benar-benar berteman dengan Morgan.


"Berteman..?maksud kamu hanya berteman biasa?" Tanya Mamanya sengaja.


"Ia Ma teman biasa.anehnya waktu itu Morgan pernah bilang nama panjangnya Reyna Zameira.BM tapi yang bisa aku dapat informasi mengenai dia dan namanya Reyna Zameira saja tidak ada lain.mungkin papa pernah mendengar Nama ini?" Ucap Elvano lalu bertanya dengan papanya.


"Menurut papa,dia sepertinya anak seorang pengusaha terkenal maupun berpagaruh di belahan negara lain. papa rasa demi keselamatan putrinya orangtuanya melakukan ini son. Menurut papa,kau tidak usah mencari taunya,jangan membuat kesalahan son." Ucap Dante menanggapi ucapan putranya.


"Ia pa..Aku sangat penasaran pa.." Jawab Elvano jujur.


"Rasa penasaranmu jangan membuat kamu mendapatkan masalah son.." Ucap Papanya lagi.


"Ia pa,aku tau."jawab Elvano.


"kalau punya waktu luang,begitu juga dia,bawa dia menemui Mama. perkenalkan dia dengan Mama,Mama mau melihat dia son.." Ucap Mamanya.

__ADS_1


"Baiklah Ma.."Ucap Elvano lagi.


Mereka kembali mengobrol santai sampai larut malam.setelah itu mereka baru beristirahat bersama di ruangan putra bungsu Dante itu.


__ADS_2