
Hap...
Seseorang Membekap mulut Meira lansung dengan tangannya membuat Meira lansung melawan namun seketika itu dia melototkan matanya melihat siapa yang saat itu membekap mulutnya.pria itu perlahan melepaskan tangannya menutupi mulut meira.
"Kak El..Kau disini..?" Bisik Meira sedangkan Elvano tersenyum sembari mengangukan kepalanya.
"Sejak kapan kakak disini?" Tanya Meira.
"Aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan kamu..ikutlah denganku nanti aku ceritakan.." Ucap Elvano.
"Tapi kak..bagaimana kalau kak Ray mencariku.." Ucap Meira belum menyetujui ajakan Elvano.
"Nanti aku akan memberitahunya..Ayo.." Elvano mengambil jaketnya lalu memakaikan ketubuh Meira lalu menarik tangan Meira untuk mengikuti jalannya.kesempatan sekali untuk Elvano bisa keluar dari sana membawa Meira keluar,Raymond tengah berjalan menuju kearah toilet.
"Kita mau kemana kak..memangnya kakak Hafal kota ini..?" Tanya Meira beruntun.
"Kamu tenang saja..Aku sangat Hafal sekali kota ini..!" Ucap Elvano yang menyakinkan Meira.
Mereka berdua sudah pergi dari sana menuju suatu tempat.
"Beritahu aku kak..kakak kapan kemari..?" Tanya Meira.
"Aku sudah 2 hari disini.." Jawab Elvano melihat kearah Meira yang terkejut saat itu.
"Artinya kakak mengatakan akan pergi waktu itu,mau kemari..kakak sengaja mengikuti aku kemari..?" Ucap Meira membuat Elvano tersenyum.
"Kamu terlalu pede sekali..Meira.." Meira lansung tersenyum malu mendengar ucapan Elvano.
"Aku bercanda..Itu benar,aku kemari ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja dan kedua aku sedang melakukan pekerjaan disini bersama Papa..aku harap kamu merahasiakan hal ini dari semua orang nanti..Hmm..!" Ucap Elvano mencubit pelan hidung Meira.
"Baiklah..Kita mau kemana sekarang kak..?" Ucap Meira bertanya.
"Papa menyuruhku menjemput kamu.. Kita akan kerumah kami..!" Ucap Elvano.
"Kerumah kalian! Kalian memiliki rumah di kota ini..sejak kapan..?" Ucap Meira terkejut.
"Emm soal itu aku tidak tau..kakak belum lahir papa sudah memilikinya namun tidak satu orang pun yang tau..!" Ucap Elvano.
"Baiklah..Aku tidak sabar bertemu dengan Om Dante yang terkenal misterius itu.." Mendengar itu Elvano tertawa kecil.
"Papa memang seperti itu..dan berlanjut denganku..!" ucapnya membuat Meira tertawa.
"Baiklah.." Ucap Meira.
"Bagaimana dengan kakek..?" Ucap Elvano menanyakan keadaan Geril.
"Kakek tinggal pemulihan saja kak.." Ucap Meira.
__ADS_1
"Baiklah..Nanti kakak berikan obat untuk bisa cepat menyembuhkan kakek.." ucap Elvano mengusap kepala Meira.
"Baiklah kak..Kak kenapa kita masuk kedalam hutan..?" Tanya Meira bingung melihat jalan mereka.
"Kamu akan tau nanti..kakak tutup mata kamu dulu ya..akan kakak buka setelah kita sampai.." ucap Elvano.
"Baiklah kak.."Ucap Meira setuju.Elvano menutup mata Meira dengan kain hitam. Tidak lama mereka masuk kedalam hutan yang kemudian berubah menjadi tembok yang menjulang tinggi.
Di tempat lain.
Raymond marah sekali dengan Deysa dan Debora karena meninggalkan Meira.Dia sekarang tengah melihat semua Cctv di gedung tersebut bahkan meretas jaringan Kota itu.
"Sial Bedebah..siapa yang berani menculik adikku!!" Brak..Meja petugas di gedung itu hancur Raymond pukul membuat semua orang ketakutan lalu pergi dari sana. Raymond menatap nyalang kearah Deysa dan Debora yang ketakutan saat itu.
"Kenzi bawa mereka kerumah jangan biarkan mereka berdua pergi..!!" Ucapnya.
"Dengarkan Aku..Kami tidak merencanakan apapun..jangan salah paham..!!" ucap Deysa.
"Siapa yang tau dalam otakmu itu!" Serkah Raymond.
"Aku putri keturunan Gilbert,aku tidak pernah berbohong..!" ucap Deysa membuat Raymond meyeringai.
"Aku tidak akan melepaskanmu,ini semua karena kalian..cepat bawa mereka Kenzi!!" Pekik Raymond lalu segera Kenzi mengajak Deysa dan Debora pergi dari sana.
"Hallo Dad..?"Jawab Raymond Daddy Gerson menghubungi Raymond ingin mengetahui kabar putrinya menghilang.
"Kamu sudah menemukan jejaknya..?" Tanya Gerson.
"Kamu terus lihat setiap sudut Gedung itu..Daddy akan meminta bantuan Om Juandra dan Opa Nathan mereka tau betul wilayah mereka..Dad tidak menyalahkan kamu..!" Ucap Gerson mematikan teleponnya.
"Gimana Ander..bagaimana putri kita..?" Ucap Ayura khuatir bahkan sudah berderai air matanya.
"Ray tidak menemukan satupun jejak penculiknya sayang..!kamu tenanglah" Ucap Gerson.
"Ya Tuhan Cucuku..!" Ucap Mita dan Geril ikut khuatir dengan keadaan cucu mereka.
"Aku sudah meminta Meraka paman membantu mencari Meira..Ger.." Ucap Gerath.
"Siapa yang berani bermain denganku..!" Geram Gerath mengepalkan tangannya.
Disisi lain.
Juandra dan Andreu dan juga nathan berkalut mendengar putri Gerson menghilang.
"Bukannya Kau menyuruh Dean bersama mereka,bagaimana Dean tidak ada disana..?" Tanya Andreu dengan Juandra.
"Deysa bilang Dean menjemput putri Dego kebandara..sialan..siapa yang berani menculik Meira..yang aku bingung tidak ada yang tau putri Gerson selama ini..!" Ucap Juandra.
__ADS_1
"Kau benar..bahkan orang ini tidak meninggalkan jejak sedikitpun..Cctv juga dialihkan di ruangan lain..!" Ucap Andreu.
"Aku sudah mengerahkan semuanya untuk mencari keberadaa Putri Gerson kak.." Ucap Nathan.
"Kita harus meluruskan ini..Raymond menahan Deysa dan Debora di rumah Geril..dia tidak akan melepaskan mereka berdua sebelum Meira di temukan..!" Ucap Juandra.
"Kita harus ikut mencarinya Son.. Jangan masalah ini membuat hubungan kita dengan Gerson berselisih..!" Ucap Andreu.
"Ayo kita menemui Gerson..!" ucap Juandra lalu mereka kembali lagi kerumah sakit.Tidak lama mereka sampai dirumah sakit.
"Ger..aku minta maaf atas anakku..aku minta maaf..!" Ucap Juandra.
"Aku tidak menyalahkan anak-anak kalian..Putriku baru di Negara ini,bahkan kepergian kami tidak di ketahui siapapun selain keluarga disini dan kalian.ini sangat aneh..!"
"Kami sudah mengerahkan semuanya untuk menemukan putrimu Ger..!" Ucap Nathan.
"Terimakasih.." Ucap Gerson berusaha menenangkan hatinya agar tidak nampak kalau dia sangat menghuatirkan putrinya.
Di lain tempat.
Elvano membuka penutup mata Meira lalu menyuruh Meira membuka matanya. Meira membuka matanya yang saat itu lansung melihat seorang pria seumuran Daddynya tengah tersenyum kearahnya.
"Selamat datang Di tempat Om.." Ucap Yang tak lain yaitu Dante.
"Om Dante..?"Ucap Meira menebak.
"Benar nak..Aku Om Dante sahabat Daddy kamu..!" Ucap Dante tersenyum.
"Ternyata Om sangat tampan..!" Puji Meira membuat Dante tertawa.
"Pujianmu akan membuat putra Om cemburu nak..Bawa Dia masuk El.." Ucap Dante membuat Meira tersenyum.
"Ayo.." Ucap Elvano mengajak Meira masuk kedalam.
"Kamu pasti membawa Meira diam- diam El..kita harus segera beritahu Om Gerson kamu..dia pasti sangat menghuatirkan putrinya ini.." Ucap Dante.
"Ia Pa..El akan memberitahu Om.." ucap Elvano.
"Biarkan Papa memberitahu Om..kamu ajak Meira makan siang terlebih dulu El.." Ucap Dante.
"Baiklah Pa.." Ucap Elvano lalu mengajak Meira masuk menuju ruang makan.
Kembali kerumah sakit.
Dean mendapat kabar Meira hilang,dia lansung kerumah sakit menemui daddynya berada disana.
"Dad..bagaimana Dad..?" Tanya Dean Baru sampai.
__ADS_1
"Belum ada tanda-tanda keberadaan putri Om Gerson berada dimana boy..!" Ucap Juandra.Gerson kembali menghubungi putranya namun jawaban Raymond tetap sama seperti sebelumnya.
Pencarian anak buah Nathan dan juga Juandra juga sama tidak juga menemukan jejak keberadaan Meira dimana bahkan semua bandara mereka retas jaringannya namun tidak menemukan Keberadaan Meira. Mendengar itu Ayura semakin kuat menangis mengetahui keberadaan putrinya belum di ketahui.