
Saat ini Geril di bawa Anak dan Menantu serta cucunya pergi periksa kerumah sakit.sebelum - sebelumnya Geril terus menolak kalau di bawa mita periksa.
Sekarang mereka sudah sampai dirumah sakit milik Andreu yang ada di Negara B itu.
"Ahkirnya kakek mau di periksa juga... baguslah.." Ucap Rani.
"Sudah kamu buat janjinya nak..?" Tanya Gerath.
"Sudah Pa..tunggu sebentar Dokter Arlan masih keluar sebentar." Ucap Rani.
"Coba dari kemarin-kemarin mau di periksa kek..kek.." Ucap Rani.
"Hah kamu ini.." Ucap Geril.
"Memang enak di omeli..makanya jangan keras kepala.."Ucap Rani
"Kalau dia tidak mau di periksa,kakinya mau aku lumpuhkan Ran.." Ucap Raymond.
"Kurang itu Ray..sekalian aja di potong saja kakinya,habisnya nggak bisa diam, suruh istirahat malah pergi sana sini.." Ucap Rani mengomeli kakeknya.
"Rani...!"Tekan Mamanya untuk tidak bicara tidak sopan dengan papa mertuanya.
"kakek minta maaf,kakek memang keras kepala..kakek nggak mau aja kalian khuatir dengan keadaan kakek..." Ucap Geril yang saat itu lansung mendapatkan pelukan dari Meira.
"Tapi menyembunyikan sakit juga nggak baik pa..itu akan membuat kami merasa semakin bersalah karena nggak tau papa sakit..kalau di periksa begini kan biar tau penyakitnya apa,biar bisa cepat di tangani.." Ucap Ayura.
"Ia nak..papa minta maaf sama kalian semua.." Ucap Geril.
"Ia pa.."
"Ia kek.."
Ucap mereka semua menanggapi permintaan maaf Geril.
"Dokter Rani.." Mereka semua menoleh kearah siapa yang memanggil Rani saat itu.
"Dokter Arlan..ini kakek saya mau periksa.."Ucap Rani.
"Okey..mari masuk.." Ucap Dokter Arlan.
"Bisakah kami ikut masuk semua..?"
__ADS_1
"Tent...RAYMOND...KAU..!" Ucap Arlan terkejut melihat temannya berada disana. Arlan dan Raymond lansung berpelukan saat itu membuat keluarga Raymond saling pandang.
"Hey..rupanya kau bersembunyi kemari hah..sialan kau..!!" Ucap Raymond sembari menepuk belakang Arlan.
"Sialan kau..aku bukan bersembunyi, hanya ingin mencari pengalaman disini.. jadi kau...?" Ucap Arlan lalu melihat kearah Rani dan keluarganya Raymond.
"Rani sepupuku lah,dan ini keluargaku.." Ucap Raymond yang di angguki Arlan mengerti lalu berjabat tangan bergantian dengan keluarga Raymond.
"Tidak istriku anak muda!" Tatap Gerson membuat Arlan tidak jadi mengulur tangan kearah ayura.
"Mommyku tidak boleh ada yang menyentuhnya selain aku Ar.." Ucap Raymond meledeki Daddy.
"Okey..aku paham..anda sama hal dengan papiku..kau sungguh posesif Tuan tapi itu sangat bagus!!" Ucap Arlan tersenyum kearah Gerson yang saat itu menjabat tangannya.
"Kau fotokopi papimu sekali Arlan..!" Ucap Gerson.
"Ternyata anda mengenali papiku,tentu saja.." Ucap Arlan tersenyum.
"Baiklah..ayo kita periksa kakek..aku hampir saja melupakan tugasku.." Ucap Arlan.mereka semua masuk keruangan Arlan untuk segera memeriksa kesehatan Geril.Sampai di dalam,Geril lansung disuruh Arlan berbaring untuk mulai memeriksanya.
"Kakek apa disini sakit..?" Tanya Arlan saat menekan perut Geril.
"Tidak nak..sebenarnya kakek suka mengalami keram perut kanan.. " Ucap Geril memberitahu keluhannya yang sebenarnya.
"Ia nak..dan Ahkir ini sering kambuh dan aku tidak menghiraukannya.." Ucap Geril lagi.
"Dokter Rani,saya perlu memeriksa kakek lebih lanjut,kita perlu tes darah kakek dan juga lainnya.Ini masih dugaanku..kemungkinan kakek mengidap Radang usus buntu (apendisitis).." Ucap Arlan membuat mereka semua terkejut.
"APA!!" Pekik mereka bersamaan.
"Ini masih dugaanku..untuk lebih memastikannya,aku perlu memeriksa kakek lebih lanjut." Ucap Arlan lagi.
"Kakek...sejak kapan anda merasakan sakit?" Tanya Arlan.Geril melihat kearah keluarganya.
"Sebenarnya sudah lama saya merasakan sakitnya,mungkin sekitar 6 bulan yang lalu.." Jawab Geril membuat mereka semua terkejut lagi.
"Kakek berbohong padaku..keterlaluan kau kek.." Ucap Rani kesal.
"Kenapa kamu sembunyikan sakitnya selama ini pa..?" Ucap Mita kecewa dengan suaminya.
"Maaf..Aku tidak mau kalian khuatir.." Ucap Geril merasa bersalah membohongi istri,anak bahkan cucunya.
__ADS_1
"Bagaimana Arlan,tindakan selanjutnya..?" Tanya Raymond.
"Kakek harus segera Operasi tapi seperti yang aku katakan sebelumnya, kita perlu memeriksa lebih lanjut untuk memastikan apakah benar dugaanku atau mungkin ada sakit yang lain.." Ucap Arlan memberitahu.
"Lakukan saja sekarang tindakannya Arlan!" Ucap Gerson.
"Baik Om..Kakek harus rawat inap.., aku akan mengambil semple darah kakek kemudian melakukan pemeriksaan Rontgen untuk melihat lebih lanjutnya. kalau itu benar Radang Usus buntu,kita harus segera melakukan Operasi namun sebelum operasi kakek akan berpuasa terlebih dahulu sekitar 8 jam untuk memastikan kelancaran saat Operasi nanti..itu artinya Operasi akan di lakukan sore nanti.." Ucap Arlan menjelaskan kepada keluarga Geril.
"Lakukan yang terbaik untuk papaku, Dokter Arlan.." Ucap Gerath.
"Baik Om.." Jawab Arlan.
"Rani kamu persiapkan ruangan untuk kakek.." Ucap Arlan.
"Baik Dokter.."Ucap Rani lalu keluar dari sana menyiapkan ruangan inap untuk kakeknya.
"kakek..lain kali kalau kakek ada keluhan sakit segera beritahu ya..ini untung saja mereka cepat membawa kakek kemari, Kalau benar kakek terkena Radang Usus buntu,jika sampai pecah di dalam, itu akan sangat membahayakan kondisi kesehatan kakek yang lain..Mereka semua akan lebih kecewa jika tidak tau sejak awal kakek sakit.." ucap Arlan memberitahu Geril.
"Kau dengar itu..,Kau bodoh sekali nyembunyikan sakitmu sudah selama ini..jahat sekali..!" Pekik Mita marah dengan suaminya.
"Maaf sayang..maaf..aku memang bersalah.." Ucap Geril sangat bersalah sekali saat itu,perlahan memegang tangan Istrinya.
"Sebaiknya Kita bawa kakek keruangan dulu,setelah itu kita akan melakukan tesnya.." Ucap Arlan yang di angguki semua keluarga Geril.Mereka mengikuti Arlan dan Raymond membawa kakek menuju ruangan inapnya.
Geril melihat kearah Ayura yang sejak tadi tidak mau bicara padanya,dia tau putrinya itu marah padanya.
"Jangan marah sayang..kasian papa,dia melakukan ini menurutnya baik untuk kita tapi sebenarnya papa tidak memikirkan kalau ini sangat membahayakan keselamatannya..kamu harus memakluminya,Kita harus memberikan semangat untuk papa.." ucap Gerson memberitahu Istrinya sangat marah dengan papanya itu.
"Apa yang Daddy katakan benar Mommy..Mommy jangan marah ya sama kakek..kasian kakek.." ucap Meira memeluk tubuh Ayura.
Ayura terus terdiam tidak menyauti Ucapan Suami maupun putrinya.
Saat ini mereka sudah berada di dalam ruangan rawat Inap Geril,berkumpul disana sembari menunggu Rani dan Arlan melakukan mengecekan untuk Geril.
"Aku membatalkan kepergian kita kenegara C..!" Ucap Gerson membuat keluarganya menoleh kearah Gerson.
"Kesehatan papa lebih penting saat ini. Aku akan memberitahu Juandra mengenai alasan kita tidak kesana.." Lanjut Gerson.
"Ia Dad.." Ucap Meira dan juga Raymond setuju dengan keputusan Daddy mereka.
"Frincces..temani Mom..Daddy mau menghubungi Om Juandra mengatakan kita tidak jadi kesana.." Ucap Gerson.
__ADS_1
"Ia Dad.." Jawab Meira mendekati Mommynya duduk.