Pesonamu

Pesonamu
06


__ADS_3

Malam itu Meira dan Devi pergi keluar untuk makan malam.saat ini mereka berdua tengah berada di sebuah Restoran yang tidak jauh dari Apartemen Meira. Mereka makan di ruangan yang tertutup karena Meira tidak mengunakan penyamarannya.


"Beb tadi aku sudah membuka semua kado yang mom bilang di berikan orang mesterius itu padaku." Ucap Meira.


"Aa..trus..?" ucap Devi ingin mendengar kelanjutan cerita sahabatnya.


"Ternyata isinya Gelang sama Liontin semua bahkan mata matanya ngikutin ulang tahunku keberapa beb." Ucap Meira.


Iiih.."Irinya aku kamu dapat begituan beb,banyak lagi tuh.. Aku mau lihat..?" Ucap Devi,Meira mengambil Gelang dan Liontin yang dia bawa tadi kearah Devi,yang lansung Devi lihat.


"Wow..,cantik sekali beb,kenapa kamu ngak mau pakai salah satunya beb..?" Ucap Devi bertanya.


"Itu dia masalahnya,Gelang sama Liontin ini tersimpan alat Gps Tracker beb,kakak melarang aku memakainya, Padahal bagus banget apalagi Gelangnya." Ucap Meira.


"What??,kalau begitu janganlah di pakai nanti mereka tau lokasi kamu, bahaya,siapa tau mereka berniat jahat." Ucap Devi lalu menyimpan kembali 2 barang itu kedalam tas Meira takut nanti lokasi sahabatnya terlacak.


"Ia.. itu sih pasti mereka mau melacak keberadaanku,kamukan tau ceritanya sejak bayi sampai sekarang aku hanya satu kali di perlihatkan keseluruh kerabat daddy kata mom, lebih lagi sekarang.tapi aku penasaran juga sih mereka berdua itu siapa beb..?" Ucap Meira menatap Devi yang kemudian menyeringaikan senyumannya membuat Devi waspada.


"Jangan Gila kamu beb,kamu mau aku yang jadi tumbalnya kan..kan'???" Ucap Devi sudah bisa menebak apa yang mau di rencanakan Meira.


"Ayolah beb,aku mau tau siapa mereka.." Ucap Meira memohon.


"No.aku tidak mau,kalau kamu mau,


kamu aja sendiri" Ucap Devi menolak rencana sahabatnya.


Iiis.."Kau ini.." kesal Meira.


"Begini aja beb,Gimana kalau kita buat rencana tampa melibatkan kita berdua?." Ucap Devi.


"Cukup bagus ide kamu,Aku ada tempat yang paling bagus membuat rencana itu." Ucap Meira.


"Dimana..?" tanya Devi.


"Ayolah.." Ucap Meira berdiri menutupi wajahnya dengan jaketnya dan juga masker serta kaca mata hitamnya yang kemudian di ikuti Devi.


mereka berdua keluar dari restoran itu,saat bersamaan mereka berlintas dengan pria yang tadi melihat Meira di Areal Apartemen dan kampus.


Wanita itu,kenapa aku merasa dia mirip dengan wanita tadi ya,tapi seperti bukan..?


Batin pria itu bicara.


Meira dan Devi melajukan kendaraan mereka menuju taman kota.

__ADS_1


"Beb kita Ngapain disini?" tanya Devi.


"Kita akan memulai rencananya disini.Ayo kita turun." Ucap Meira berjalan masuk ketaman yang sedikit gelap itu,kemudian mengeluarkan Liontin dan Gelang itu dan sesuatu yang berbentuk bola kecil di dalam tasnya yang terbuka menyerupai bunga.


"Ini akan membuat alat Gps Trackernya di dalamnya aktif beb.." Ucap Meira kemudian memasukan Gelang dan Liontin tadi kedalam Bola itu,seketika itu bola itu mengatuk. Meira menyimpan Bola itu ditanah.


"Ayo kita pergi dari sini menunggu di tempat lain." Ucap Meira membawa Devi menuju Areal cafe yang tidak jauh dari tempat itu.


Tit..penyadap itu aktif sesuai dengan apa yang Meira pikirkan.


***


Di tempat yang berbeda,Dua pria bersamaan melihat ponselnya karena mendapat notikasi yang berbeda dalam ponsel mereka.


"Ti..tidak mungkin..?,ini sudah 17 tahun,mungkinkah dia mau memakai pemberianku..??" Ucap pria itu masih terkejut.


Pria itu segera membuka notikasi itu lalu mulai memindai lokasi yang akan dia cari.


Di lain tempat.pria yang satunya juga tengah melihat ponselnya,terkejut melihat Alat trackerya kembali aktif.


"Ini tidak mungkin..?" Ucapnya tidak percaya namun dalam hatinya ingin sekali segera melihat dimana lokasi yang aktif itu,dengan cepat dia juga mengaktifkan pemindaian lokasi yang dia cari.


Mereka berdua saat ini sama sama tengah menunggu pelacakan lokasi yang mereka cari. Setelah menunggu selama lima menit ahkirnya mereka menemukan apa yang mereka cari.


Yes.."Berhasil.." Ucap mereka sama sama bahagianya.


"Mata Biru ada disini? diNegara ini juga?ini sangat tidak mungkin.." Ucap mereka sama sama masih tidak percaya bisa mendapatkan informasi itu dengan mudahnya.


"Aku harus segera kesana.." Guman Pria satunya.


"Ini jebakan..!" Ucap pria satunya.


Pria yang satunya sudah berjalan keluar dari Apartemennya menuju lokasi yang dia cari tadi,Sedangkan pria yang satunya tidak beranjak dari tempatnya namun dia lansung memerintahkan anak buahnya menuju kelokasi tersebut.


Setengah jam kemudian,Pria satunya sampai disana,kemudian dia lansung mengeryitkan keningnya mengetahui lokasi itu.


"Ini Jebakan Tuan muda." Ucap Asisstennya.


"Kau benar,Pasti ada yang sengaja menyimpan hadiahku di lokasi ini, ini sangat sepi tidak mungkin dia sengaja memakainya disini.suruh yang lain melacak dimana benda itu tersimpan" Ucap pria itu.


"Baik Tuan." jawab asisstennya.


Pria itu menyuruh anak buahnya menelusuri taman itu dengan tidak menampak diri sama sekali mencari keberadaan barang yang aktif itu.

__ADS_1


Disisi lain pria yang satunya,dia juga sudah mendapatkan informasi yang dia cari dan benar dugaannya kalau itu hanyalah jebakan.Dia beranjak menuju lokasi itu ingin memastikan siapa yang berani mengerjai dirinya.


"Beb Aku ngak lihat gerak gerik apapun disana,apa mereka ngak kesini ya..?" bisik Devi.


"Ada dua kemungkinan,pertama mereka mengetahui kalau kita mau menjebak mereka,kedua bisa jadi mereka tidak tinggal di Negara ini." Ucap Meira sambil mematikan Bola tadi untuk mematikan alat trackernya.


"Itu artinya mereka berdua itu bukan orang sembarangan beb." Ucap Devi.


"Itu pasti.karena terlihat dari Gps tracker yang mereka gunakan bukan jaringan biasa." Jawab Meira kemudian menghubungi Anak buah daddynya..


"Ambil barang itu,tapi sebelum itu kamu tau apa yang harus kamu lakukan." Ucap Meira.


"Baik Nona." jawabnya.


Meira memematikan sambungan teleponnya,sedangkan anak buah daddynya lansung melakukan tugasnya dengan sangat baik tampa di ketahui siapa pun disana.


"Mata Biru,kamu sangatlah cerdik!!, Tapi kamu lupa hal ini membuatku bisa menemukan keberadaanmu." Guman pria satunya menyeringai senyumnya yang saat itu baru saja tiba dilokasi itu.


"Balik yuk..kayaknya mereka nggak kesini deh." Ucap Devi pelan.


"Ayolah." Ucap Meira bangun lalu berjalan dengan Devi ingin menuju mobil mereka namun terhenti karena panggilan seseorang.


"Tania??"


"Beb itu suara frans,cepatlah kau masuk kedalam mobil,penampilanmu beb?" bisik Devi mengingatkan Meira, seketika itu Meira lansung berlari menuju mobil.


"Tania.." Panggil pria itu yang ternyata adalah Frans.


"Frans.." Ucap Devi tersenyum.


"Teman kamu tadi kenapa berlari begitu..?" tanya Frans.


"Ngak kenapa napa kok,Dia hanya tadi lupa membawa ponselnya.kamu ngapain disini..?" tanya Devi.


"Owh..,Aku mengantar Temanku bertemu rekannya disini.kamu juga ngapain disini." jawabnya.


"Emm kami biasa nyantai disini frans,


maaf ya frans aku harus pergi soalnya takut temanku lama menunggu nanti." ucap Devi.


"Baiklah,berhati hatilah." Ucap Frans tersenyum.


"Ia.." jawab Devi lalu segera menyusul Meira.

__ADS_1


"Kenapa aku melihat temannya Tania tadi lain ya,apa mungkin aku salah lihat??" Guman Frans.


"Ah sudahlah,mungkin itu perasaanku saja." Ucapnya lalu kembali menuju kearah tempat temannya.


__ADS_2