
Malam itu,setelah kepergian Pria tadi,
Kenzi kembali masuk kedalam untuk lagi ingin segera memberitahu Nonanya.
"Nona saya mau memberitahu,
Tuan besar memerintahkan saya membawa anda keMension Timur sekarang."Mendengar itu tampa menolak Meira menganggukan kepalanya,setuju dengan apa yang Kenzi katakan.mereka bersiap siap berangkat kesana,begitu juga devi,dia ikut bersama Meira keMensionnya.
"Beb kamu sakit gini pasti karena kita kehujanan malam kemarin itu,pasti kak kenzi sudah memberitahu daddy kamu beb makanya mereka kemari.." Bisik Devi.
"Itu sudah pasti.tapi aku yakin daddy tidak akan marah,karena aku mengatakan itu terahkir kalinya beb." jawab Meira.
"Semoga saja,Aku sangat takut kalau daddy kamu marah beb." Ucap Devi.
"Tenanglah beb" jawab Meira menyandarkan tubuhnya masih terasa panas ketubuh Devi.Mereka saat ini sudah dalam perjalanan menuju Mension timur.Namun disaat perjalanan itu Kenzi menyadari ada seseorang yang mengikuti mobil mereka membuat dia memutar arah.
"Kak kenapa kita dari sini?" tanya Meira.
"Ada yang mengikuti mobil kita Nona." Jawab Kenzi yang kemudian membelokkan mobil Mereka masuk kejalur yang lain bersembunyi,lalu tidak lama mobil satunya lagi datang.
Kenzi segera membawa Meira dan Devi berpindah kemobil itu.
"Siapa yang berani mengikuti kita..?" Ucap Meira.
"Saya belum mengetahuinya siapa Nona,namun sepertinya dia bukan ingin menganggu kita tapi dia hanya mau mengetahui kemana kita akan pergi." jelas Kenzi.
"Aneh sekali beb,untuk apa coba dia ingin tau kita kemana.dasar ngak ada kerjaan." pikir Devi yang sedikit tidak mengerti dengan orang yang mengikuti mereka.
"Atau jangan-jangan dia penasaran sama kamu beb?" sambung Devi lagi.
"Taulah.." Ucap Meira masih malas bicara karena keadaannya masih tidak enak karena demam.
Tidak lama mereka sampai Di Mension Gerson,Mengetahui mobil itu membawa putri Tuan mereka,Anak buah Gerson segera membuka gerbang utama.dengan segera Kenzi lansung melajukan mobilnya masuk kedalam.sampainya di dalam,Devi mengiring Meira masuk kedalam menuju kekamarnya.disana mereka juga di sambut Pelayan Mension itu.
"Ya ampun,Nona kenapa nona Devi..?" tanya Bik kasih membantu Devi memapah Meira menuju kekamarnya diatas lantai 2 Mension itu.
__ADS_1
"Meira Demam bik,tapi udah di kasi obat.nanti bibik buatkan bubur ya bik, Meira belum makan." Ucap Devi menjelaskan kepada Bik kasih,yang juga menyuruh Bik kasih membuatkan bubur untuk Meira,karena Meira tadi di Apartemen dia belum sempat memakan bubur yang Devi buatkan.
"Baik nona,kalau begitu bibik kebawah dulu." Ucap Bik kasih.
"Ia Bik,sekalian ya bik buat makanan untuk aku.." Ucap Devi sedikit berteriak."Baik nona.." jawab bik kasih.
"Beb,kamu ganti pakaian dulu ya.aku bantuin." Ucap Devi yang hanya di anggukan Meira kepalanya menjawab ucapan sahabatnya.Devi mengunci kamar itu terlebih dahulu,setelah itu dia mulai membuka semua pakaian Meira,lalu mengelap semua tubuh sahabatnya dengan sangat telaten sampai selesai.
"Aku buatkan kompresan kamu dulu." Ucap Devi kemudian keluar dari kamar Meira turun kebawah meminta perlengkapan untuk kompresan kepada Bik kasih.Devi kembali menuju kekamar Meira,sampai disana dia lansung mengompres kening Meira berulang kali dia lakukan sampai Meira kembali tidur lagi.
Melihat itu,Devi menuju kopernya lalu mengambil pakaiannya dan segera menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya. Lima belas menit kemudian Devi baru menyelesaikam mandinya.
Devi melihat bibik sudah mengantar bubur Meira disana.
"Terimakasih ya Bik.." Ucap Devi yang di angguki Bik kasih lalu dia keluar lagi dari kamar Nonanya.Devi mendekati Meira membangunkan Sahabatnya.
"Bangun Beb..makan dulu ya,udah itu kamu minum obat lagi biar cepat sembuh." Ucap Devi lalu membantu Meira duduk menyandar,Devi mulai menyuapi bubur kedalam mulut Meira sampai habis.
"Terimakasih beb.." Ucap Meira yang membuat Devi tersenyum.
"Kamu istirahat ya biar cepat sembuh" Meira menganggukan kepalanya lagi, Devi pun kembali membantu sahabatnya berbaring lagi.
"Kamu makanlah beb,aku ngak apa- apa kamu tinggal.." Ucap Meira.
"okelah,aku juga udah lapar.." jawab Devi tertawa kecil,kemudian dia turun kebawah menuju dapur.
"Bik..." sapa Devi.
"Ia nona,makanan nona sudah siap,silahkan makan non." Ucap bik kasih.
"Ia bik,makasih bik." ucap Devi duduk di menghadap meja makan.
Tidak lama,rombongan Gerson sampai di Mension itu.Bik kasih lansung kedepan menyambut kedatangan Tuan dan nyonyanya, begitu juga Devi juga ikut kedepan.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya,Tuan muda."Ucap Bik kasih yang lansung mendapatkan pelukan dari Ayura,kemudian mendekat kearah Devi."Aunty..." Ucap Devi dalam pelukan Mommynya sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gimana kabar kamu sayang,baik?" tanya Ayura.
"Baik Aunty." jawab Devi.
Devi perlahan mendekat kearah Gerson dengan sedikit ketakutan.
namun mengejutkan,Gerson malah mengusap kepala Devi.
"Uncle.." ucap Devi yang di angguki Gerson.
"Aku mau menemui Embul dad.." Ucap Raymond lansung masuk kedalam menuju kamar adiknya yang saat itu lansung di susul Gerson juga berjalan kesana.
"Ayo kita menemui Meira." Ucap ayura mengajak Devi. Kemudian mereka berdua berjalan menuju kesana juga.
"Embul.." panggil Raymond mencium kepala adiknya,membuat meira terbangun.
"Kakak,..daddy...." Meira lansung merentang tangannya kearah Gerson, seketika itu Gerason lansung mendekat lalu memeluk tubuh putri tercintanya.
"kangen dad.." ucap Meira manja.
"Daddy juga dear.."Gerson masih memeluk tubuh putrinya sambil memeriksa kening putrinya untuk merasakan suhu tubuh putrinya.
"Demammu sudah turun sayang.." ucap Gerson.
"Kamu sudah meminum obat..?" tanya Gerson.
"Sudah Dad..Devi membantuku meminumnya." jawab Meira.
kini giliran Ayura memeriksa keadaan putrinya.
"Syukurlah,kamu sudah ngak panas lagi sayang.."ucap Ayura.
Gerson melepaskan pelukannya,lalu Ayura lansung memeluk tubuh putrinya.
"Cepat sembuh putri mommy.." Ayura memgecup kening putrinya.
__ADS_1
"Devi berikan pada Uncle,obat yang dokter itu berikan..?" Pinta Gerson yang lansung Devi Ambil lalu dia berikan kepada Gerson. Gerson melihat obat itu lalu memeriksanya dengan teliti,kemudian dia tersenyum membuat Ayura,Raymond maupun Devi mengeryitkan kening mereka.