
Setelah itu Elvano meletakan barang itu di depan Meira yang membuat Meira seketika itu kembali terkejut namun dia lansung mengubah raut wajahnya menjadi biasa-biasa saja lagi namun dalam benaknya terus berpikir, bagaimana bisa Gelang berlian miliknya berada pada Elvano.
"Apa ini milikmu?Gelang ini terselip di mobilku beberapa waktu lalu,aku pikir ini milikmu..karena hanya kamu yang menaiki mobilku waktu itu." Ucap Alvano matanya tidak lepas melihat kearah Meira.
Meira mengambil Gelang itu lalu melihatnya dengan saksama,dan benar Gelang itu memang miliknya,namun anehnya seingat Meira,dia tidak pernah membuka tasnya saat berada di dalam mobil Elvano,bagaimana bisa Gelangnya bisa tercecer disana.
"Ini milikku.terimakasih kakak sudah menyimpannya untukku,aku sudah puas mencari gelang ini yang aku kira sudah hilang.."Ucap Meira tidak menyadari kalau raut wajah Elvano berubah dan matanya terus menatap kearahnya dengan penuh pertanyaan di dalam benak Elvano.
"Sungguh Gelang itu milikmu??" Tanya Elvano.
"Sebenarnya bukan,Gelang ini Pem__" Deringan ponsel Elvano mengalihkan pembicaraan Elvano dan Meira saat itu. Elvano lansung mengambil Ponselnya untuk melihat siapa yang saat itu menghubunginya.
"Ada apa Raf?"
"Tuan muda segeralah kemari,Tuan Besar sedang menunggu anda." Ucap Asisstennya menyuruh Elvano segera menemui papanya keruangan produksi.
"Baiklah,katakan dengan papaku,aku akan segera kesana.." Ucap Elvano kemudian mematikan telepon dari Rafa lalu kembali menyimpan ponselnya lagi kedalam saku celananya.
"Aku harus segera pergi,lain waktu aku mengajakmu keluar lagi.Ayo aku antar kamu pulang.." Elvano bangun dari tempat duduknya yang lansung di ikuti Meira juga bangun dan kemudian mereka lansung keluar dari ruangan itu menuju kearah mobil.
"Kak,aku pulang bersama kak Kenzi saja.kakak pergi saja kalau memang disuruh segera pergi ketempat tujuan kakak.."
Mendengar itu Elvano melihat kearah jam tangannya.
"Baiklah,kalau begitu aku duluan.." Ucap Elvano lalu menoleh kearah Kenzi.
__ADS_1
"Kalian berhati-hatilah.." Ucap Elvano memberitahu Kenzi untuk berhati-hati membawa Meira pulang.
"Baik Tuan.." Sahut Kenzi yang saat itu sudah membukakan pintu mobilnya untuk Meira dan saat itu Meira lansung masuk kedalamnya.Setelah itu,barulah Elvano masuk kedalam mobilnya begitu juga dengan Kenzi.
Tidak lama mobil mereka bersamaan melaju namun pergi berlawanan arah.
Saat dalam perjalanan,Meira terus diam membuat Kenzi terus melihat kearahnya.
"Nona tidak apa-apa..?"Tanya Kenzi khuatir dengan keadaan Nonanya.
"Aku tidak apa-apa kak..." Sahut Meira lalu menghembuskan napasnya secara perlahan.
"Kakak tau?,ternyata kak Elvano putra dari Om Dante sahabatnya Daddy,aku masih tidak percaya kalau dia putra Om Dante.." Ucap Meira.
Ems.."Benarkah Nona..?,Tuan Elvano putra Tuan Dante?,bagaimana anda bisa tau?" Ucap Kenzi berpura-pura terkejut bahkan dia menanyakan bagaimana Meira bisa tau kalau Elvano putra sulung Dante.
"Dia barusan mengatakan identitas aslinya padaku kak..." Jawab Meira.
"Ia Nona...tapi Nona tau kenapa dia bisa memberitahu nona mengenai Identitas aslinya..?" Ucap Kenzi menanyakan Meira.
"Aku tidak tau kak,tapi sebenarnya aku yang memintanya mengatakan siapa dia sebenarnya kak...ya..aku tidak menyangka kalau ternyata dia putranya Om Dante.." Ucap Meira masih tidak percaya kalau Elvano putranya Om Dante sahabat Daddynya.
"Lalu Nona mau melakukan apa selanjutnya,setelah Nona tau tentang Tuan Elvano..?" Meira menatap kearah Jendela.
"Entahlah kak..,tapi aku merasa dia mendekatiku ada maksud ataupun tujuan lain kak dan aku tidak tau tujuan dia apa...?" Ucap Meira.
__ADS_1
"Apa mungkin Tuan Elvano mencurigai penyamaran Nona..?"Ucap Kenzi menebak yang membuat Meira sejenak berpikir.
"Tapi kenapa dia mencurigaiku..?" Ucap Meira tidak mengerti seandainya benar Elvano ingin mencari tau siapa dirinya sebenarnya.
"Nona tau,kenapa Nona harus menyamar seperti ini oleh Tuan Besar..?"
"Karena aku putrinya dan mungkin saja karena farasku menurut orang-orang sangatlah cantik tapi aku tidak merasa seperti itu.." Jawab Meira cemberut.
"Itu pasti sudah jelas Nona,dan harus nona tau,Nona adalah Tuan putri Tuan Keluarga Gersonander.itulah kenapa anda harus menyembunyikan identitas Asli Anda Nona." Ucap Kenzi.
"Kamu benar..kak.kita balik KeMension aja kak.." Ucap Meira yang lansung di patuhi Kenzi dan segera melajukan mobilnya menuju Mension Tuannya.
"Kak...bukankah itu Mobil Kenzi..?" Tunjuk Davin yang saat itu melihat Mobil Kenzi melaju melintasi mereka.
"ikuti mereka..,Aku akan menggunakan Mobil Davin,kali ini kita tidak boleh gagal mengetahui kemana mereka akan pergi.."Perintah Dean yang kemudian keluar dari mobilnya dan masuk kedalam mobil Davin yang saat itu di kendarai Doni.
"Nona ada Mobil yang ingin mengikuti kita Nona.." Ucap Kenzi membuat Meira melihat Cctv di belakangnya.
"Itukan Mobil Dean kak..,jangan sampai mereka mengikuti kita kak.." Ucap Meira.
Mendengar itu,Kenzi lansung menghubungi anak buah bayangan yang ikut menjaga Nona Mereka untuk mencegah Mobil Dean mengikuti mereka.
"Kali ini aku tidak akan kehilangan jejakmu Meira..?" Ucap Dean sudah mengetahui kalau anak buah Kenzi ingin menghadang mobilnya makanya dia membuat rencana tidak terduga oleh Kenzi dan anak buahnya.
"G.A.R.R VILLA..?" Guman Dean Mengernyitkan keningnnya yang saat itu Dia sudah menyuruh Doni menghentikan laju mobil mereka sekitar 100 meter dari Gerbang Utama yang di masuki Mobil Kenzi Barusan.
__ADS_1