
Di sisi lain Sebelumnya.
Meira tengah berlari menuju kearah parkiran mobilnya, namun Dia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang sampai kacamatanya terjatuh,dan tubuh Meira sedikit terhuyung membuat penutup kepala Meira terbuka namun seketika itu dia lansung kembali menutupi wajahnya.
"Maaf..saya tidak sengaja." Ucap Meira.
"Tunggu!."Ucap pria itu menarik ujung baju jaket milik Meira membuat Meira berhenti sambil dia menutup wajahnya sebisa mungkin.
"Saya sudah meminta maaf,bisakah anda melepaskan saya." pinta Meira tampa melihat pria itu.perlahan pria itu melepaskan tarikannya di baju Meira.
"Ini."Ucap pria itu memberikan kacamata milik Meira,dengan cepat Meira menerimanya lalu Meira lansung pergi dari sana menuju arah parkiran mobilnya.sampai disana dia lansung masuk kedalam menunggu Devi disana,sedangkan pria tadi tersenyum melihat Meira seperti sudah menemukan sesuatu yang membuatnya terus mengukirkan senyumannya.
Tidak lama Devi datang menyusul Meira lalu masuk kedalam mobil juga.
"Beb,frans ngak lihat aku kan tadi..?" Ucap Meira.
"kayaknya ngak beb..,What? Beb kamu sejak kapan ngak pakai soflen..?" ucap Devi terkejut melihat bola mata asli sahabatnya yang saat itu tampa memakai soflennya seperti biasanya.
"Sejak kita pergilah aku ngak pakai,
Aku tadi perawatan mataku jadi aku melepaskannya." Ucap Meira.
"kalau aku tau kau tidak mengunakan soflenmu sejak tadi lebih baik kita tidak melakukan hal gila ini beb,bisa mati aku di bunuh daddymu kalau dia tau.sebaiknya kita pulang.." Ucap Devi lalu menjalankan mobilnya menuju Apartemen Meira.
"Aku bukannya sengaja.tunggu beb tapi pria tadi..!!" Ucap Meira teringat pria yang dia tabrak tadi.
"Apa..?pria mana lagi?" tanya Devi yang tengah serius menyetir.
"Tadi saat aku menuju kemobil,aku tidak sengaja menabrak seorang pria,
Kacamataku sampai lepas beb,
__ADS_1
gimana kalau dia melihat mata asliku ya beb..?" Ucap Meira membuat Devi lansung mengerem mobil secara mendadak.
"Reyna Zameira!!!" pekik Devi membuat Meira menutup sebelah telinganya.
Iiih.."kau ini,lain kali berhati hatilah...,
Bagaimana kalau pria itu salah satu orang yang ingin melacak keberadaan Gelang maupun Liontin kamu tadi..,
kamu ini gimana sih..!!" Ucap Devi kesal.
"Aku tidak sengaja beb,tapi aku rasa dia bukan dari mereka,semoga sajalah dia tidak melihat mataku tadi." jawabnya.
"Semoga saja." Jawab Devi kemudian melajukan lagi mobilnya menuju Apartemen Meira.
***
kembali di taman tadi,Anak buah dua pria itu sama-sama masih mencari keberadaan apa yang mereka cari, namun nihil tidak ada satu pun barang apapun yang mereka temukan disana.
"Tuan muda,kami tidak menemukan barang apapun disana." jelas anak buahnya memberitahu.
"Taman ini sudah kami telusuri Tuan,
hanya ada anak anak muda saja yang menyantai disini" Ucap anak buahnya lagi.
"Ini pasti sudah di rencanakan dengan matang Tuan muda." Ucap Asisstennya.
"Tentu saja.tapi ini tidak mungkin Raymond yang melakukan,dia tidak berada disini." pikir pria itu.
"Anda jangan lupa Tuan muda,yang saya dengar informasinya Putri Tuan Gerson itu sangat terkenal dengan ketangkasan dan kecerdikannya." jelas Asisstennya.
"Hmm.tapi dia lupa dengan apa yang dia lakukan ini,ini akan mempermudahku mencari keberadaannya sekarang.
__ADS_1
kemungkinan besar mata biruku itu ada di Negara ini.Memikirkannya saja membuatku tidak sabar melihat wajahnya sekarang seperti apa,
bayinya dulu saja membuatku lansung tergila gila padanya apalagi sekarang." Ucap pria tersenyum.
Asisstennya tidak berani menanggapi ucapan Tuan mudanya,takut dia salah bicara.Pria itu berjalan kembali menuju mobilnya bersama asisstennya.
Masih di tempat yang sama,Di ujung taman itu,pria satunya yang baru saja tiba disitu juga,dia tengah bicara dengan anak buahnya.
"Kami Tidak menemukan apapun Tuan muda." lapor anak buahnya.
"Ini sangat aneh sekali,dia secepat itu menghilangkan jejak." Ucap Asisstennya.
"kau jangan lupa Rafa,wilayah ini pantauan Lion Golden Tuan Gerson yang sekarang di pegang oleh putranya Raymond.pastinya dia ada di balik semua ini." Ucap pria itu.
"Anda benar Tuan muda." jawab Asistennya.
"Tapi Dia melupakan sesuatu Rafa.
Entah dia sadar atau tidak, tindakannya ini membuatku bisa tau kalau Mata biruku kemungkinan pasti berada disini.Dia benar - benar membuatku semakin tidak sabar untuk menemukan dirinya." Ucap pria itu tersenyum menyeringai kemudian mereka kembali menuju mobil,Namun saat sampai disana pria itu mengeryitkan keningnya melihat tidak jauh dari mereka,ada berapa buah mobil sedang berkumpul.
"Ada apa Tuan?" tanya asisstennya.
"Aku sedikit merasa curiga dengan mereka." Ucap pria itu dengan matanya mengarah kesana.
"Mungkin mereka hanya menyantai disini Tuan." Ucap Asisstennya.
"feelingku kuat Rafa,mereka sepertinya juga sedang mencari sesuatu seperti kita." Ucap Pria itu.
"Tapi mereka mencari apa Tuan?,
bukankah hanya Tuan yang sedang mencari barang itu." Ucap Assistennya bertanya.
__ADS_1
"Aku merasa ini bukan kebetulan. Cari tau apa yang mereka lakukan disini,
aku mau besok kau sudah memberiku informasi itu" Ucapnya masuk kedalam mobil kemudian pergi dari lokasi itu.