
"Hallo.." Meira mengangkat telepon Dari Elvano yang saat itu tiba-tiba menghubungi Meira.
"Kamu masih membaca bukuku?" tanyanya.
"Masih..,Ini aku baru setengah membaca buku yang kedua,apa kau sudah mau meminta bukunya?" Ucap Meira.
"Tidak! Aku hanya bertanya saja." Jawabnya bingung mau bicara apa denga Meira.mendengar tidak ada lagi suara Elvano,Meira melihat kearah layar ponselnya,ternyata masih tersambung telepon Elvano padanya.
"Ems..kak maksudku Dokter El.."
"Aku lebih suka panggilan yang pertama darimu." Ucap Elvano membuat Meira tersenyum.
"Baiklah.Apa lagi yang mau kau tanyakan kak.kalau mengenai buku, beri aku waktu satu minggu baru aku kembalikan.." Ucap Meira.
"Terserah kau saja,yang terpenting jangan merusaknya."Ucap Elvano tidak mempermasalahkan mengenai bukunya lama di pinjamkan Meira.
"Baiklah.emm apa lagi kak?"Ucap Meira bertanya karena dia juga bingung mau bicara apa dengan Elvano.
"Nanti malam aku mau pergi mengunjungi Museum Balai kota." Ucap Elvano.
"Kakak mau mengajakku pergi?" ucap Meira menebak maksud ucapan Elvano.
"Menurut kamu?" Meira tersenyum mendengar ucapan Elvano yang ternyata benar ingin mengajak dirinya pergi.dia tidak mengerti mengapa Elvano tidak terus terang ingin mengajaknya berkencan.mengapa harus bicara dengan kata yang berbelit seperti itu pikir Meira.
"Hey kenapa kau yang diam?" ucap Elvano.
__ADS_1
"Aku mendengar! Baiklah,kalau begitu tunggu aku di depan nanti malam atau kabari aku jam berapa kita akan pergi." Ucap Meira.
"Hmm.." Elvano mematikan teleponannya membuat Meira mengernyitkan keningnya.
"Ya ampun ini orang,lain sekali dia dengan Morgan,bicaranya sungguh kaku sekali.aku penasaran dengan wajah aslinya seperti apa." Guman Meira masih tersenyum lalu kembali membaca bukunya.
Dikantor Elvano lansung mengatakan Yes...begitu senangnya dia karena Meira mau dia ajak berkencan malam nantinya.
Ponsel Meira kembali berdering yang ternyata Daddynya yang menghubunginya saat itu.
"Daddy aku merindukanmu.." Ucap Meira manja.
"Hey sayang,kenapa nomor kamu susah di hubungi sejak tadi..?" tanya daddynya.
"Apa daddy harus percaya itu temanmu sayang?" ucap Daddynya bertanya lagi.
"Daddy sekali saja,kau tidak bisa menebak pikiranku bisa tidak..?" kesal Meira membuat Daddynya lansung tertawa disana.
"Tentu saja tidak bisa putriku.apalagi mengenai putri daddy yang sangat cantik ini..ceritakan!" Ucap Daddynya lalu meminta Meira menceritakan siapa yang bertelponan dengan putrinya sebelumnya.
"Dia Dokter yang menolongku waktu itu dad...namanya El,aku tidak tau nama panjangnya." Ucap Meira memberitahu daddynya.Gerson yang mendengar itu sangat terkejut karena putrinya sudah bertelponan dengan putra Dante sahabatnya.
"Emms,Apa yang kalian bicarakan?" tanya Daddynya.
"Dia mau mengajakku pergi ke museum balai kota Dad,nanti malam, aku sudah menyetujuinya dad.daddy tidak marah kan?" Ucap Meira.
__ADS_1
"Pergilah sayang,tapi Kenzi harus ikut bersama kamu." Ucap Daddynya.
"Baiklah Dad..Mamy mana Dad?" Ucap Meira kemudian menanyakan Mamynya.
"Mamy dirumah sayang,tidak ikut daddy kekantor hari ini.kalau kakak kamu masih diruangan metting." ucap Daddy memberitahu Putrinya.
"Ia dad.." Ucap Meira.
"Daddy tutup dulu ya,daddy mau melanjutkan pekerjaan daddy, love you my Frinces.." Ucap Daddynya.
"Love you to dad.." Ucap Meira melambaikan tangannya kemudian Daddynya mematikan sambungan telepon dengan putrinya.
"Daddy kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Raymond baru masuk keruangan Daddynya.
"Adikmu.Dia mau berkencan dengan Elvano." Ucap Gerson membuat Raymond terkejut.
"What!,daddy mengijinkan!" ucap Raymond terkejut mengetahui adiknya mau berkencan dengan salah satu pria yang selama ini memberikan adiknya hadiah setiap ulang tahunnya.
"Elvano tidak tau Meira adikmu,putriku boy,kau tenang saja,Kenzi bersama adikmu." Ucap Daddynya.
"Tapi aku tidak terima jalannya semulus ini dad..." Ucap Raymond membuat Gerson mengelengkan kepalanya melihat Putranya ingin sekali mengerjai semua pria yang ingin berencana mendekati adiknya.
"Biarkan saja,ini hanya kencan biasa boy.." ucap Gerson.
"No Dad..aku akan kesana dad.. Bye..Dad" Ucap Raymond kemudian keluar dari ruangan daddynya untuk segera pergi keNegara E ingin mengikuti kencan Adiknya nanyi malam.Gerson tidak mempermasalahkan putranya menganggu Kencan putrinya.
__ADS_1