
Di kediaman Nathan.
Keluarga Gilbert sudah berkumpul di taman belakang rumah untuk merayakan ulang tahun Daren putra bungsu Juandra.
"Mana Om Ger..Dad,kenapa belum datang..?" Daren menanyakan Gerson.
"Sebentar lagi mereka akan datang son.. Sabar ya.." Ucap Juandra merapikan pakaiannya.
"Baiklah Dad..Aku tidak sabar memberitahu Om aku menyukai hadiahnya.." Ucap Daren begitu bahagianya.
"Iya son..Daddy kedepan dulu ya kamu sama Mommy dulu.." Ucap Juandra di angguki Daren.
"Sini sayang..huluh...Anak Mommy sangat tampan sekali.." Ucap Keyra mencium pucuk kepala putranya lalu teralihkan melihat Dean menghampiri mereka berdua.
"Hey bontot.." Dean mengangkat tubuh Adiknya keatas lalu mengayunnya.
"Tidak terasa kau semakin besar ya.. perasaan kakak kau masih bayi merah.."Dean mencubit pipi adiknya.
"Sakit kak..kakak kira aku batu tidak bisa besar..tunggu aku sudah besar, ketampananku akan mengalahkan kakak." Ucap Daren membuat Dean semakin gemas melihat adiknya.
"Baiklah..Ketampananku milikku,dan kamu tentu berbeda dengan kakak..Cobalah kalau bisa..!" Dean kembali mencubit pipi Daren lagi.
"Kakak...sakit! Mommy....kakaaak Mommy.." Pekik Dean yang segera Dean turunkan lalu dengan menjulurkan lidahnya kearah adiknya,Dean pergi dari dekat adiknya membuat Dean Kesal..
"Mommy..kakak reseh ah Mommy.." Rengkekan Daren menghentakan kakinya.
"Kakak jangan gitulah dengan adik,kak.." Ucap Keyra yang saat itu tengah di peluk Dean yang masih mengejek adiknya dengan terus menjulur lidahnya seketika itu di kejar Daren.
"Kakak...jangan peluk Mommy..mommy punyaku!" Kesal Daren menghentak hentakan kakinya lagi membuat Dean semakin Memeluk erat Mommynya.
"Asal kamu tau,Mommy milikku.aku anak tertua itu artinya Mommy duluan milik kakak.." Ucap Dean terus membuat Daren kesal.
"Awas kau ya kak.." Daren mengejar Dean yang berkeliling di belakang keyra.
"Sudah kak..kamu suka sekali menjaili adik kamu..sudah.." Ucap Keyra menyuruh Dean menhentikan putra tertuanya itu berhenti mengusili adiknya.
"Berikan kakak ciuman dulu baru kakak melepas Mommy.." Ucap Dean namun mereka teralihkan melihat Deysa masuk.
"Mom di depan Om Gerson sama Aunty Ayura sudah datang Mom.." Ucap Deysa memberitahu Mommynya. Mendengar itu Dean lansung berhenti menjaili adiknya lalu menatap kearah Deysa.
"Meira Ikut?" Tanya Mommy Keyra.
"Ikut Mom..Meira cantik banget Mom.." Ucap Deysa memuji kecantikan Meira sembari melirik kearah kembarannya membuat Mommy Keyra ikut tersenyum.
"Daren siap-siap sama nunung ya.. Mom kedepan dulu..okey.." ucap Keyra yang di angguki Daren.
"Ayo D..kamu harus lihat Dia.." Deysa menarik tangan Dean namun terhenti.
"Bagaimana penampilanku?" Bisik Dean yang lansung Deysa lihat dari kaki Dean sampai ujung kepala kembarannya itu.
__ADS_1
"Udah okelah..Aman..Tampan kok.." ucap Deysa menepuk bahu Dean membuat Dean tersenyum.
"Aku merasa Gugup.." Ujar Dean membuat Deysa tertawa kecil.
"Kenapa harus gugup..bukannya kamu sebelumnya sudah bertemu sama dia..!" Ucap Deysa.
"Aku tidak tau,mereka berdua adalah orang yang sama atau tidak.." Jawab Dean.
"Menurutku itu Meira lah..D..aku yakin itu penyamarannya disana..percayalah sama aku..nanti kamu bisa mengajaknya mengobrol,ems..aa kamu kan pernah bertemu Raymond..itu kunci utamanya..kalau cowok tu sama dengn Raymond itu artrinya Reyna adalah Meira adiknya Raymond.." Ucap Deysa memyimpulkan mengenai Meira dan penyamarannya.
"Aku melupakan itu,kau Benar Dey.." Ucap Dean.
Di ruang tamu,Gerson bersama mama mertuanya dan Istri serta anaknya tengah bersapa gurai dengan Nathan dan juga Andreu dan istri mereka dan juga Juandra dan lainnya.
"Ayura.." panggil Keyra membuat Ayura menoleh kearahnya.
"Mbak.." Ayura lansung menghampiri Keyra lalu mereka berpelukan.
"Cantik banget sih..?" Ucap Keyra memuji Ayura.
"Ah mbak..mbak juga Cantik..!" Ucap Ayura tersenyum.
"Meira..." Kini Keyra lansung memeluk tubuh Meira yang Meira balas.
"Ya Ampun..kamu cantik sekali sayang... Cantik banget..inikah namanya Tuan putri yang cantik..."Ucap Keyra menatap Meira dengan mengagumi kecantikan Meira.Meira tersipu malu mendengar itu.
"Ayura..kenapa sih bikin putri secantik Meira..aslilah aku seorang wanita aja terpesona..gimana pria melihatnya..." Ucap Keyra membuat Ayura tersenyum.
"Mungkin karena kami membuatnya di teriknya matahari Mbak.." Ucap Ayura bercanda membuat semuanya lansung tertawa.
"Hoo..jadi itu rahasianya,kau bermain di siang bolong Ger..?" Ledek Juandra.
"Melakukan di siang bolong itu sangat Hot..menambah stamina Juand.. Cobalah sekali-sekali.." Ucap Gerson kembali membuat mereka tertawa bersama.
"Ems..." Deheman Deysa membuat mereka semua menoleh kearahnya.saat itu juga tatapan Meira dan Dean lansung bertemu.Dean lansung terpaku diam bahkan matanya tidak berkedip melihat kecantikan Meira saat itu sedangkan Meira sangat gugup karena Dean akan mengetahui penyamarannya.
"Dean kemarilah.." Ucap Mommy Keyra menyuruh Dean mendekati mereka. Dean tidak mendengar karena matanya bahkan masih tidak bergeming melihat Meira hingga Deysa menyenggol bahunya barulah Dean tersadar.
"Mom menyuruh kau mendekat D.." Bisik Deysa.
Dean pun berjalan pelan mendekati Mommy keyra yang saat itu masih berhadapan dengan Meira.
"Meira..Ini Dean putra tertua Om sama Tente.." Ucap Keyra memperkenalkan Dean dengan Meira.Dengan gugupnya Dean mengulurkan tangannya kearah Meira yang saat itu menatapnya dengan serius lalu melihat kearah tangan Dean. Perlahan Meira mengulurkan tangannya lalu membalas jabatan tangan Dean yang membuat Jantung Dean tiba-tiba berdegup sangat kencang.
"Ems...Raymond.." Ucap Raymond menatap datar Kearah Dean yang membuat Dean sedikit terkejut melihat Raymond dan saat itu Dean pun mengetahui yang sebenarnya kalau Reyna adalah Meira,wanita yang sama.
"Kau!" Ucap Dean.
"Tidak perlu terkejut! sekarang kau sudah tau siapa kami..aku harap kau tidak membocorkan rahasia!" Bisik Raymond datar.
__ADS_1
"Putramu sepertinya punya dendam dengan putraku! Apa mereka pernah bertemu sebelumnya..?" Tanya Juandra.
"Pernah!Putraku sangat posesif dengan putriku..kau tau kan artinya!" Ucap Gerson.
"Menuruni kau..!" Ucap Juandra membuat Gerson tersenyum.
"Om tampaaan..." Pekik Daren berlari membuyar ketegangan antara Dean, Raymond dan Meira.Gerson lansung menangkap tubuh Daren lalu membawanya kedalam gendongannya.
"Huh..Kamu sudah besar sekarang.. Om rasanya tidak mampu mengendong kamu.." Ucap Gerson bercanda membuat semuanya tersenyum melihat kearah mereka berdua.
"Aku akan besar seperti Om..dan tampan mengalahkan kak Dean.." Ucap Daren membuat semuanya tertawa.
"Dia selalu mengatakan hal Itu Ger.. Dia mengomel kenapa kakaknya lebih tampan darinya.." Ucap Juandra.
"Hems..begitu,baiklah..tampan itu bonus,yang harus kamu miliki itu sebenarnya kepintaran kamu dan hati kamu.. Itu tampan sebenarnya..apa kamu mengerti ucapan Om..?" Ucap Gerson yang di angguki Daren.
"Ia Om..Oh ya terimakasih hadiahnya, aku sangat menyukainya." Ucap Daren memberikan ciuman di pipi Gerson membuat mereka semua tampa hentinya tersenyum.
"Sama-sama pangeran kecil..Hadiah itu bukan dari om saja,melainkan dari anak- anak Om..Kamu jangan sampai menyukai putri Om..Bisa jadi kakak kamu akan marah.." Ucap Gerson lalu berbisik dengan Daren.mendengar itu Daren menoleh kearah Mommynya yang saat itu masih mendekati Meira dan Raymond.
"Wow..Ada Tuan putri yang cantik..Om aku ingin melihat putri cantik itu.." Ucap Daren lalu turun dari gendongan Gerson berjalan menghampiri Meira.
"Inikah Putri cantik dalam dongeng Mommy..Ini sangat nyata..Kakak sangat cantik sekali..Namaku Daren.." Ucap Daren mengulurkan tangannya kearah Meira yang saat itu lansung Meira balas.
"Hay..Namaku Meira..kamu sangat tampan.." Ucap Meira.
"Ap..Apa kakak bilang apa?" ucap Daren dengan ekpresi terkejutnya tidak melihat kakaknya sudah kesal karena aktingnya saat itu.
"Ia..kamu sangat tampan.." Meira mengulangi lagi ucapannya.
"Ahhh rasanya aku ingin memelukmu kak untuk ucapan terimakasih karena sudah mengatakan aku tampan.." Ucap Daren lanjut dengan aktingnya yang semakin membuat Hati Dean panas.
"Tentu saja Boleh.." Ucap Meira lalu memeluk tubuh Dean semakin membuat Dean kesal karena adiknya dalam pelukan Meira menjulurkan lidahnya meledeki Kakaknya..
"Kak Meira..pelukanmu nyaman sekali.." Ucap Daren.
"Oh ya..kalau begitu kamu bisa sepuasnya memeluk kakak.." Ucap Meira.
"Astaga Juand..lihat putra kecilmu sudah pandai berbual..sialan kau.." Bisik Gerson membuat Juandra tertawa kecil.
"Dia sedang mengerjai kakaknya Ger.. kau lihat Dean sangat kesal dengan adiknya.." Ucap Juandra.
"Dasar bocah tengik..!" Ucap Gerson geleng kepala melihat Daren pandai mengerjai kakaknya.
"Daren..acaranya akan di mulai ayuk sayang..jangan terlalu lama memeluk kak Meira.." ucap Mommy Ayura.
"Ais..Mommy menganggu saja.." Gerutu Daren membuat mereka semua tertawa.
"Baiklah..ayo kita memulai acaranya.." Ucap Juandra lalu mereka bersama- sama pergi menuju taman belakang lagi yang sudah di sulap menjadi tempat yang begitu Indah untuk merayakan ulang tahun Daren.
__ADS_1